31.8 C
Jakarta
Sabtu, 2 Juli, 2022

Modalku Dapat Suntikan Dana US$18 Juta dari Tiga Institusi Keuangan

Platform pendanaan digital UMKM di Asia Tenggara, Grup Modalku, mengumumkan bahwa perusahaan telah memperoleh dana pinjaman sebesar US$18 juta dari sindikasi yang dipimpin tiga institusi keuangan, yaitu Helicap Investments, Social Impact Debt Fund, dan satu grup layanan keuangan dari Jepang.

Dalam kesepakatan fasilitas kredit yang terjamin ini, Helicap Securities bertindak sebagai pengurus utama dengan mandat tunggal.

Reynold Wijaya, Co-Founder dan CEO Modalku mengatakan, pandemi Covid-19 merupakan ujian penting bagi daya tahan Grup Modalku, oleh karena itu dia bersyukur telah sukses melewatinya, salah satu caranya dengan menggunakan model kredit yang berdasarkan artificial intelligence (AI).

“Kami juga merasa bangga dan terhormat atas kepercayaan dari Helicap, Social Impact Debt Fund, dan grup layanan keuangan Jepang yang turut serta dalam pendanaan ini,” katanya, Kamis (7/10/2021).

Dia menjelaskan, pendanaan ini akan digunakan untuk terus mengembangkan dunia pinjaman digital bagi UMKM. Pihaknya percaya bahwa ini adalah awal mula dari hubungan jangka panjang dan akan memotori evolusi perusahaan secara konsisten ke depannya.

Jalan Mulus Menuju Pendanaan yang Lebih Besar

Adapun, selain mendapatkan pinjaman dari tiga perusahaan, Grup Modalku juga tengah berada dalam proses yang lancar untuk menerima pendanaan sebesar US$120 juta untuk memfasilitasi pinjaman bagi UMKM di Asia Tenggara.

Disebutkan pendanaan tersebut akan berasal dari impact investor dari Eropa, seperti Triodos Investment Management,  yang bertujuan untuk meningkatkan pinjaman modal usaha di Indonesia.

Impact investing sendiri adalah sebuah pendekatan investasi yang bertujuan untuk mengurangi efek negatif dari aktivitas bisnis bagi lingkungan sosial.

Ronde pendanaan ini juga memperluas basis pendana institusional Grup Modalku. Pendanaan ini diperoleh setelah Grup Modalku melewati pemeriksaan keuangan dan uji kelayakan risiko dengan para pendana.

“Grup Modalku akan menggunakan dana yang diraih untuk mendanai UMKM yang layak dan memajukan misinya untuk mencapai inklusi keuangan di kawasan Asia Tenggara,” ujarnya.

Memfasilitasi UMKM yang Tak Terjangkau Perbankan

Didirikan pada tahun 2015, Grup Modalku menyediakan pinjaman usaha bagi UMKM yang mayoritas didanai pendana individu dan institusional.

Grup Modalku menggunakan teknologi untuk mendukung UMKM layak kredit namun tidak memiliki akses ke layanan keuangan melalui platform digitalnya.

Lebih dari 50% PDB setiap negara anggota ASEAN adalah kontribusi dari UMKM, namun karena banyak UMKM yang tidak memiliki riwayat transaksi kredit atau jaminan pinjaman, seringkali mereka ditolak saat mengajukan pinjaman usaha ke institusi pinjaman tradisional seperti perbankan.

Grup Modalku mempermudah akses ke pendanaan menggunakan titik data alternatif, termasuk tetapi tidak terbatas ke arus kas UMKM yang menunjukkan kemampuannya membayar kembali pinjaman, untuk menyetujui pinjaman.

Siapa itu Helicap?

Adapun, Helicap adalah perusahaan pemberi pinjaman alternatif yang menyediakan peluang pendanaan swasta ke jaringan pemberi dana yang luas, di antaranya family offices atau pengelolaan aset dan estate keluarga, individu dengan tingkat aset bersih yang tinggi, pengelola dana impact investing, dan pendana institusional.

Sesuai dengan misinya mendukung pinjaman sustainable atau berkelanjutan, Helicap bergabung dalam ronde pendanaan Grup Modalku menggunakan lengan investasinya, Helicap Investments, setelah kesepakatan diatur oleh lengan sekuritasnya, yaitu Helicap Securities. Helicap sendiri berbasis di Singapura.

“Kami merasa senang dapat mendukung perusahaan seperti Grup Modalku dalam misinya menyediakan akses ke modal usaha bagi UMKM layak yang kurang dilayani institusi keuangan,” kata Co-Founder dan CEO Helicap David Z. Wang.

David melanjutkan, Helicap didirikan dengan tujuan mendobrak hambatan-hambatan bagi mereka yang membutuhkan modal usaha dan mereka yang dapat menyediakan modal usaha.

Tujuan Helicap adalah menyediakan modal bagi 300 juta UMKM regional yang tidak memiliki layanan bank melalui 500 partner pengusahanya di Asia Tenggara.

Helicap telah membangun teknologi credit analytics sekelas lembaga keuangan yang dapat memproses serta menganalisis jutaan titik data pinjaman dari platform pemberi pinjaman dan menarik informasi penilaian kredit yang mendalam.

Transaksi ini membuktikan bahwa minat dan kemampuan dari individu dan institusi untuk peluang pendanaan melalui pinjaman swasta tetap ada dan berkelanjutan.

“Helicap berada dalam posisi yang tepat untuk menyediakan akses ke pinjaman-pinjaman berkualitas melalui hubungan kami dengan penyedia pinjaman ternama seperti Grup Modalku,” tambahnya.

Apa itu Social Impact Debt Fund?

Social Impact Debt Fund yang dilekola oleh Taurus Wealth Advisors bersama Greenarc Capital sebagai penasihat, menyediakan pendanaan pinjaman ke Grup Modalku berdasarkan dampak perusahaan terhadap kesenjangan ekonomi di Asia Tenggara.

Grup layanan keuangan Jepang yang turut berpartisipasi dalam ronde pendanaan ini telah memperbarui komitmennya terhadap fintech pinjaman di Asia Tenggara yang fokus terhadap dampak untuk masyarakat.

Serta, memiliki riwayat dalam mempercepat penggunaan layanan keuangan di pasar negara berkembang untuk memfasilitasi perkembangan jangka panjang dari perusahaan-perusahaan dalam portofolionya.

Fasilitas sindikasi sejumlah US$18 juta ini diharapkan akan meningkatkan total ronde pendanaan, bersamaan dengan naiknya minat investor dari Asia dan juga Eropa.

Sebagai informasi tambahan, Helicap adalah perusahaan FinTech yang bermarkas di Singapura dan menghubungkan investor-investor global dengan peluang investasi swasta di kawasan Asia Tenggara.

 

Penulis: Nanda Aria

Editor: Anju Mahendra

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Tak Konsisten, Rusia Batalkan Rencana Pembayaran Ekspor Minyak Pakai Bitcoin

JAKARTA, duniafintech.com - Pemerintah Rusia membatalkan rencana sebelumnya untuk menerima pembayaran Bitcoin untuk ekspor minyak. Kementerian keuangan negara itu menganggap bitcoin sebagai opsi pembayaran...

Dijuluki Ratu Kripto, Ternyata Perempuan Ini Tipu Investor Sampai Rp60 Triliun

JAKARTA, duniafintech.com - FBI menambahkan Dr. Ruja Ignatova, yang memproklamirkan diri sebagai 'Cryptoqueen' atau ratu kripto ke dalam daftar Sepuluh buronan Paling Dicari. Bahkan lembaga...

Menyasar Timur Indonesia, Pemerintah Tambah Kuota Ekspor Produsen Minyak Goreng 

JAKARTA, duniafintech.com - Pemerintah akan memberikan insentif berupa penambahan kuota ekspor bahan baku minyak goreng bagi produsen yang memasok minyak goreng ke wilayah Indonesia...

Asuransi Mobil Bekas, Segini Besaran Preminya

JAKARTA, duniafintech.com – Kehadiran asuransi mobil bekas tentunya akan memberikan proteksi sekaligus kenyamanan bagi pemilik kendaraan. Bukan hanya untuk mobil baru, asuransi mobil memang sangat...

HFIS BPJS Kesehatan, Begini Cara Menggunakannya

JAKARTA, duniafintech.com – Aplikasi HFIS BPJS Kesehatan merupakan aplikasi yang digunakan untuk menghimpun data milik fasilitas kesehatan mitra BPJS. Aplikasi ini adalah akronim dari Health...
LANGUAGE