26 C
Jakarta
Sabtu, 2 Juli, 2022

Moving Average: Pengertian, Contoh dan Fungsinya

Moving average merupakan salah satu indikator yang biasanya trader gunakan untuk membaca dan memprediksi pergerakan harga aset menggunakan candlestick. Karena, biasanya dalam menyusun rencana dan strategi trading, maka seorang trader harus bisa membaca trend market suatu aset lebih dulu dengan menggunakan teknikal analisis. Pada umumnya, teknikal analisis ini akan melibatkan pola candlestick.

MA (moving average) adalah indikator yang banyak digunakan seorang trader dalam analisis teknis untuk membantu menyaring “kebisingan” dari fluktuasi harga jangka pendek yang acak. MA adalah bantuan indikator yang mengikuti tren, atau tertinggal, karena didasarkan pada harga masa lalu. Penggunaan yang paling umum adalah untuk mengidentifikasi arah trend dan menentukan level support dan resistance.

Meski begitu, indikator tersebut cukup berguna ketika digunakan sebagai indikator tunggal, selain itu MA juga membentuk dasar untuk indikator teknikal lainnya seperti Moving Average Convergence Divergence (MACD)

Kedua indikator dasar dan umum digunakan adalah Simple Moving Average (SMA), yang merupakan rata-rata aritmatika dari suatu aset selama periode waktu yang telah ditentukan, dan Exponential Moving Average (EMA), yang akan memberikan bobot lebih besar ke harga yang lebih baru.

Bentuk paling sederhana dari indikator tersebut dikenal sebagai SMA, karena dihitung dengan mengambil rata-rata aritmatika dari serangkaian nilai yang diberikan. Dengan kata lain adalah satu set angka, atau harga dalam hal instrumen keuangan, dan ditambahkan bersama-sama, kemudian dibagi dengan jumlah harga dalam set tersebut.

EMA adalah salah satu jenis yang memberikan bobot lebih kepada harga terkini dalam upaya membuatnya lebih responsif terhadap informasi terbaru. Dalam mempelajari persamaan untuk menghitung EMA terbilang cukup rumit, kemungkinan tidak diperlukan bagi banyak trader, karena hampir semua paket chart dalam melakukan perhitungan untuk Anda.

Sekilas Mengenal Tentang Simple Moving Average (SMA)

SMA adalah rata-rata pergerakan aritmatika yang dihitung dengan menambahkan harga terkini dan kemudian membaginya dengan jumlah periode waktu tertentu dalam rata-rata perhitungan. Misalnya saja, pada saat seseorang menambahkan harga penutupan aset untuk sejumlah periode waktu dan kemudian membagi total ini dengan jumlah periode yang sama.

Nantinya rata-rata jangka pendek akan merespons dengan cepat terhadap perubahan harga yang mendasarinya, sementara dengan rata-rata jangka panjang lebih lambat bereaksi.

Fungsi SMA

SMA dapat disesuaikan karena dapat dihitung untuk jumlah periode waktu yang berbeda, seperti yang sudah disebutkan tadi yakni cukup dengan menambahkan harga penutupan aset untuk sejumlah periode waktu, kemudian membagi total ini dengan jumlah periode waktu yang memberikan harga rata-rata aset selama periode waktu tersebut. Selain itu indikator ini juga menghaluskan volatilitas dan membuatnya lebih mudah untuk melihat tren harga sekuritas.

Jika misalnya rata-rata bergerak sederhana menunjuk ke atas, artinya harga aset sedang meningkat. Sebaliknya, itu berarti harga aset sedang menurun. Semakin lama time frame waktu untuk MA, maka SMA akan semakin halus, umumnya MA jangka pendek lebih fluktuatif, tapi pembacaannya lebih dekat dengan sumber data.

Membaca Trend Moving Average (MA)

Setelah mengetahui indikator untuk membaca dan memprediksi pergerakan harga aset, bagaimana MA digunakan untuk membaca tren? Berikut akan dijabarkan mengenai hal itu.

MA saat ini tertinggal dari tindakan harga sekarang ini, karena mereka didasarkan pada harga historis. Jadi, semakin lama periode waktu untuk MA, maka semakin besar lag. Dengan demikian, maka MA 200 hari nantinya akan memiliki tingkat kelambatan jauh lebih besar daripada MA 20 hari, karena MA mengandung harga selama 200 hari terakhir.

Panjang MA digunakan oleh trader tergantung pada tujuan perdagangan, dengan MA lebih pendek yang digunakan untuk perdagangan jangka pendek, sedangkan MA jangka panjang lebih cocok untuk investor jangka panjang. MA 50 hari dan 200 hari diikuti oleh banyaknya investor dan trader, dengan penembusan diatas dan dibawah indikator MA ini dianggap sebagai sinyal perdagangan yang penting.

2 Indikator MA Populer

Ada 2 indikator MA populer yang digunakan, antara lain:

  • MACD (Moving Average Convergence Divergence)

Indikator ini digunakan oleh para trader untuk memantau hubungan antara dua rata-rata bergerak. Biasanya dihitung dengan cara mengurangi rata-rata bergerak eksponensial 26 hari dari rata-rata bergerak eksponensial 12 hari.

Ketika MACD bergerak positif, maka rata-rata jangka pendek terletak di atas rata-rata jangka panjang. Hal ini merupakan indikasi momentum ke atas. Sementara itu ketika rata-rata jangka pendek berada di bawah rata-rata jangka panjang, berarti tandanya bahwa momentumnya sedang turun.

Ada banyak juga trader yang akan memperhatikan pergerakan di atas atau di bawah garis nol. Pergerakan di atas nol adalah sebuah sinyal bagi para trader untuk membeli, sementara persilangan di bawah nol adalah sinyal untuk menjualnya.

  • Bollinger Band

Indikator MA populer satu ini adalah Bollinger Band yang umumnya menempatkan dua standar deviasi dari rata-rata bergerak sederhana. Secara umum, berarti gerakan menuju pita atas menunjukkan bahwa aset tersebut menjadi overbought, sementara dengan gerakan yang dekat dengan pita bawah itu berarti menunjukkan aset tersebut menjadi oversold. Karena, dua standar deviasi tersebut digunakan sebagai ukuran statistik volatilitas, indikator ini akan menyesuaikan diri dengan kondisi pasar.

Kesimpulan

indikator ini sepenuhnya dapat disesuaikan, artinya bahwa pengguna dapat dengan bebas memilih kerangka waktu apapun yang mereka inginkan pada saat membuat rata-rata. Periode waktu yang paling umum digunakan dalam hal ini adalah 15, 20, 30, 50, 100, dan 200 hari. 

Akan tetapi, semakin pendek rentang waktu yang digunakan untuk membuat rata-rata, maka akan semakin sensitif juga terhadap perubahan harga. Sedangkan semakin lama rentang waktu, maka MA akan semakin tidak sensitif.

Pada dasarnya tidak ada kerangka waktu “tepat” untuk digunakan saat mengatur MA Anda. Cara terbaik untuk mengetahui mana MA yang paling cocok untuk Anda adalah dengan bereksperimen dengan sejumlah periode waktu yang berbeda-beda hingga menemukan yang cocok dengan strategi Anda.

 

Penulis: Kontributor

Editor: Anju Mahendra

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Cash Flow Investasi Bisnis, Begini Cara Menghitungnya!

JAKARTA, duniafintech.com - Cash flow investasi bisnis, nampaknya sangat penting untuk diketahui terkait cara menghitungnya. Mengetahui cara menghitung cash flow investasi di dalam bisnis...

Cara Mengajukan Pinjaman UMKM Cepat Cair, Catat Ya!

JAKARTA, duniafintech.com - Cara mengajukan pinjaman UMKM menjadi topik tim Duniafintech.com kali ini. Cara mengajukan pinjaman UMKM cepat cair adalah solusi dalam berwirausaha yang...

Perusahaan Asuransi Indonesia Terdaftar BEI, Ini Daftarnya

JAKARTA, duniafintech.com – Perusahaan asuransi Indonesia yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tentunya dapat menjadi pilihan untuk investasi. Di samping memiliki produknya, kamu pun...

Cara Bayar Kredivo Lewat Alfamart, Ini Panduan Mudahnya

JAKARTA, duniafintech.com – Cara bayar Kredivo lewat Alfamart sebenarnya sangat mudah dan bisa dilakukan oleh siapa saja. Kredivo sendiri menjadi salah satu layanan kredit online...

Daftar Fintech Berizin OJK Jadi 102, Ini Rinciannya

JAKARTA, duniafintech.com – Daftar fintech berizin kembali dirilis oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 22 April 2022 lalu. Dalam catatan OJK, total jumlah penyelenggara fintech...
LANGUAGE