26 C
Jakarta
Rabu, 29 Juni, 2022

Nilai Kripto Sedang Lesu, Ukraina Putar Otak Cari Dana Perang

JAKARTA, duniafintech.com – Ukraina berencana terus memanfaatkan investor kripto untuk membantu mengumpulkan dana. Meskipun kondisi anjloknya mata uang virtual ini sempat mengganggu upaya penggalangan dana pada awal bulan.

Dikutip dari laporan Reuters, pemerintah Ukraina memanfaatkan media sosial twitter bernama @_AidForUkraine untuk meminta bantuan dana dalam bentuk kripto. 

Wakil Perdana Menteri Ukraina Mykhailo Fedorov juga sedang berupaya mengumpulkan para investor kripto di Forum Ekonomi Dunia di Davos.

Baca jugaWow, Pelaku Bisnis di Singapura Mulai Terima Pembayaranan dengan Kripto

Kemudian Wakil Menteri Transformasi Digital Ukraina Alex Bornyakov juga mengungkapkan bahwa pemerintah telah mengumpulkan lebih dari US$ 60 juta cryptocurrency. Namun pada 19 Mei nilai yang terkumpul menyusut jadi US$ 51,5 juta.

Memang dalam beberapa pekan terakhir, nilai kripto bitcoin terjun bebas lebih dari 20 persen pada bulan Mei. Lalu April juga sempat mengalami penurunan hingga 17 persen.

Baca jugaFitur NFT Akan Hadir di Facebook dan WhatsApp usai Sukses Diuji di Instagram

Dana-dana yang terkumpul untuk Ukraina tersebut tersimpan dalam bentuk kripto. Namun pemerintah sudah menarik US$ 45 juta untuk pembelian peralatan tentara.

Negara Ukraina memang sudah membiayai perang dengan kripto untuk memasok peralatan ke para tentara di lapangan.

Baca jugaTerra Luna Tersungkur, Para Investor Bangkrut Mulai Buru Do Kwon

Pemerintah Ukraina menilai kripto masih sangat dibutuhkan untuk pengumpulan dana. Meskipun nilainya fluktuatif dan volatilitasnya tinggi.

Bahkan salah satu perusahaan bir terbesar di Ukraina, Obolon berencana untuk menjual non fungible token (NFT) sebagai sarana untuk bantuan mendistribusikan air gratis untuk bantuan kemanusiaan.

Obolon nantinya akan menjual 5.000 NFT seharga 0,1 ethereum atau sekitar US$ 200 yang bisa ditukar dengan botol bir edisi khusus setelah perang.

“Proyek ini terus membantu kami untuk berkembang di tengah sulitnya ekonomi di Ukraina,” ujar Direktur Perdagangan Luar Negeri Obolon Olexander Chub.

Baca juga: Penurunan Drastis Harga Kripto Disorot Analis: Imbas Tekanan Ekonomi dan Perang Rusia-Ukraina

 

 

 

Penulis: Kontributor/Panji A Syuhada

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Mengenali P2P Lending Syariah, Halal Tanpa Riba

JAKARTA, duniafintech.com – Mengenali P2P Lending Syariah nampaknya menjadi salah satu hal yang penting saat ini. Kemajuan teknologi membuat peer to peer (P2P) lending...

Kelebihan dalam P2P Lending Syariah, Halal Pastinya!

JAKARTA, duniafintech.com – Kelebihan dalam P2P lending syariah akan jadi pembahasan tim DuniaFintech.com kali ini. Untuk lebih mengenal apa itu P2P lending syariah, simak...

Cara Kerja Akad P2P Lending Syariah, Simak ini Guys!

JAKARTA, duniafintech.com – Cara Kerja Akad P2P Lending Syariah, seperti apa? Kini anda bisa dengan bebas berinvestasi dan mengajukan pembiayaan syariah melalui fintech P2P...

Bengkel Spesialis Mercy, Ini Daftar Lengkapnya

JAKARTA, duniafintech.com – Bengkel spesialis Mercy terdekat adalah tempat yang paling dicari oleh pengguna mobil keluaran Jerman ini. Di samping lantaran membutuhkan perawatan khusus, di...

Tahapan Investasi P2P Lending Syariah, Jadi Solusi Keuangan

JAKARTA, duniafintech.com – Tahapan investasi P2P lending syariah kali ini bisa dijadikan solusi, jika Anda mencari investasi yang terpercaya dan menawarkan imbal hasil yang...
LANGUAGE