27.1 C
Jakarta
Sabtu, 2 Juli, 2022

Non Farm Payrolls: Pengertian hingga Pengaruh terhadap Trading Forex

JAKARTA, duniafintech.com – Pada dasarnya, Non Farm Payrolls (NFP) adalah salah satu indikator fundamental yang banyak dijadikan rujukan oleh para trader terkait kesehatan ekonomi Amerika Serikat (AS). Hal itu terjadi karena data yang satu ini akan memberi gambaran mengenai jumlah penyerapan tenaga kerja baru di AS.

Adapun para fundamentalis mengambil keputusan investasi menurut kondisi terkini dan prediksi serta ekspektasi terhadap masa depan perekonomian. Sejumlah indikator ataupun data statistik akan diambil sebagai rujukan untuk memperoleh gambaran yang utuh tentang realitas yang berjalan.

Berlainan dengan analisis teknikal yang mengandalkan data historis dan ragam teknik menerjemahkan grafis, analisis fundamental memang memerlukan keterampilan dalam menyikapi realitas.

Non Farm Payrolls Adalah

NFP adalah data yang dirilis oleh Biro Tenaga Kerja (US Bureau of Labour Statistics/BLS) yang berisi laporan jumlah pendapatan pekerja di semua sektor, kecuali pertanian, wirausaha, pekerjaan rumah tangga, pegawai pemerintah, militer dan agensi militer. Laporan ini biasanya hadir pada Jumat pertama tiap bulannya.

Data dari US Bureau of Labour Statistics menyatakan bahwa sebanyak 80% sektor bisnis di Amerika Serikat yang berkontribusi dalam Produk Domestik Bruto (PDB) nasionalnya mempekerjakan para pekerja yang tergolong dalam kelompok ini.

Oleh sebab itu, NFP pun menjadi salah satu indikator penting yang dapat merepresentasikan situasi perekonomian di negara adidaya tersebut. Ketika pandemi global Covid-19 terjadi, misalnya, angka NFP pun ikut terdampak.

Hal itu juga mengindikasikan banyaknya pengangguran, yang datanya ikut dirilis sejalan dengan data NFP dalam laporan bertajuk Employment Situation. Pengertian Employment Situation adalah laporan yang disarikan menurut 2 survei komprehensif, yaitu survei rumah tangga dan survei establishment.

Kedua survei ini akan menghasilkan sebanyak 2 laporan terpisah, yang lantas disusun bersama menjadi laporan komprehensif yang saling cross check dan melengkapi. Uraian mengenai dua survei itu adalah sebagai berikut:

  1. Survei Rumah Tangga

Adapun survei rumah tangga ini akan memberikan infromasi tingkat pengangguran dan rincian demografi pekerjaan. Rincian yang ada dalam survei rumah tangga, di antaranya:

  • Angka Pengangguran
  • Angka Pengangguran Berdasarkan Gender
  • Angka Pengangguran Berdasarkan Suku
  • Angka Pengangguran Berdasarkan Tingkat Pendidikan
  • Angka Pengangguran Berdasarkan Usia
  • Alasan Dibalik Pengangguran
  • Data Lapangan Kerja Berdasarkan Tipe Alternatif Pekerjaan
  • Angka Partisipasi

Diketahui, para ekonom menganalisis data Survei Rumah Tangga ini saat mempertimbangkan tren tingkat pengangguran, tingkat partisipasi, dan tren lain yang mungkin berkaitan dengan demografi.

  1. Survei Establishment

Survei establishment ini memberi informasi kondisi ketenagakerjaan. Segmen dalam survei establishment ini, salah satunya, adalah laporan NFP, yang melaporkan jumlah pekerjaan berbayar baru yang tercipta dalam perekonomian nasional. Untuk komponen dalam laporan ini, di antaranya:

  • Angka total NFP yang Bertambah
  • Penambahan NFP Berdasarkan Kategori Industri, yaitu durable goods, non-durable goods, pelayanan, dan pemerintahan.
  • Detail Jam Kerja
  • Detail Rata-Rata Pendapatan per Jam.

Di dalam survei establishment ini juga mencakup laporan NFP, yang menawarkan informasi berharga tentang sektor-sektor dengan segregasi sektor yang terperinci. Jenis-jenis analis bisa memasukkan data NFP ini secara spesifik per sektor ke dalam analisis mereka. Untuk diketahui, rincian yangs satu ini sering digunakan oleh analis saham yang melaporkan sektor saham dan rilis pendapatan.

Non Farm Payrolls—Analisis Perekonomian

Sejumlah data yang dipaparkan oleh U.S Bureau of Labour Statistics ini akan menjadi informasi berharga, yang membuka wawasan mengenai situasi terbaru. Data ini sering juga menjadi acuan dalam pengambilan keputusan oleh pembuat kebijakan di Amerika Serikat.

Dalam perkembangannya, keputusan yang dibuat bakal lmemengaruhi kinerja pasar dan instrumen investasi Anda. Reaksi terhadap laporan ini diketahui akan datang dari pasar saham, nilai tukar terhadap Dolar Amerika Serikat, ataupun harga emas dan surat utang.

Di samping itu, statistik data Non Farm Payrolls pun dapat dipakai untuk mengetahui sektor mana yang sedang berkembang dan mana yang tengah berkontraksi. Dalam hal ini, sektor yang berkembang bakal menambah jumlah lapangan pekerjaan dan jumlah penggajiannya. Ketika terkontraksi, jumlah lapangan kerja dan nominal yang diterima pekerjanya bakal menyusut.

Bulan terbaik untuk pertumbuhan upah umumnya terjadi pada bulan Mei, dengan rata-rata 129.000 pekerjaan tambahan, sedangkan Agustus menjadi bulan terburuk, dengan rata-rata 69.000 pekerjaan tambahan. Untuk data NFP terbaik di Amerika Serikat sendiri terjadi pada tahun 1994 dengan 3,85 juta pekerjaan ditambahkan.

Selanjutnya, pada tahun 2009, angkatan kerja kehilangan 5,05 juta pekerjaan—hal ini menandai tahun statistik terburuk untuk jumlah NFP. Pada tahun 2018, pertumbuhan pekerjaan penggajian mencapai 2,6 juta dibandingkan dengan penambahan 2,2 juta pada tahun 2017 dan 2,2 juta pada tahun 2016.

Pengaruh Laporan NFP terhadap Trading Forex

Sebagaimana jamak diketahui, pergerakan harga pada forex memang senantiasa dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kondisi ekonomi berbagai negara, utamanya pada negara yang memiliki mata uang paling berpengaruh di dunia, misalnya dolar Amerika Serikat.

Karena itu, rilis laporan nonfarm payroll ini bakal berpengaruh terhadap fluktuasi dolar AS dan berimbas terhadap pergerakan pasar. Hal itu juga dapat membuat sejumlah mata uang lain melemah atau menguat dalam waktu singkat.

Pada trading forex, dibandingkan dengan seluruh data ketenagakerjaan Amerika Serikat lainnya, NFP punya pengaruh paling besar. Pasalnya, kenaikan atau penurunan angka dalam laporan NFP dapat membuat pair mata uang GBP/USD dan EUR/USD berubah antara 50—250 pips per menit.

Namun efek data NFP pada trading adalah sesuatu yang tidak selalu “mengguncang pasar” sebab akan ada masa-masa tertentu saat efek NFP ini hanya sanggup menggerakkan GBP/USD dan EUR/USD sebesar 10—40 pips. Di samping itu, perubahan ini juga tidak selalu satu arah karena bisa saja terjadi suatu pair mata uang meroket tinggi, lalu langsung jatuh lagi. Umumnya, hal ini terjadi lantaran data ketenagakerjaan lainnya menunjukkan kontradiksi. Contoh, NFP melonjak, tetapi rata-rata gaji per jam justru anjlok atau lataran sebab-sebab lainnya.

Lebih jauh, rilis NFP pada trading forex pun menyebabkan pergolakan harga yang sangat besar (lebih dari rata-rata) dalam waktu singkat (kurang dari satu jam). Pergerakan harga sekitar waktu rilis NFP dapat naik, dapat turun, atau dapat juga naik-turun. Artinya, arah tren tidak menentu. Lantaran data ini berasal dari Amerika Serikat, tentu ia bakal berpengaruh besar terhadap hampir seluruh pasangan mata uang major, utamanya EUR/USD dan GBP/USD.

Sebelum Rilis NFP, Ini yang Harus Diperhatikan oleh Trader

Sebagai trader, Anda mesti berhati-hati dalam menghadapi tingginya volatilitas pasar ketika rilis data NFP, dengan memperhatikan beberapa hal berikut:

  1. Mencatat tanggal dan jam rilis data

Anda punya peluang untuk bersiap-siap melakukan trading agar bisa “memanen” keutungan dari perubahan harga yang besar dalam waktu singkat jika sebelumnya Anda sudah mencatat tanggal dan jam rilis data NFP.

Di samping itu, juga persiapkan teknik trading yang taktis dan jangan lupa untuk melakukan deposit dana agar saldo akun trading Anda memadai, serta siapkan level-level take profit dan stop loss secara disiplin.

  1. Menutup semua posisi trading

Hal ini bisa Anda lakukan setidaknya 1—2 jam sebelum data NFP resmi dirilis. Penyebabnya adalah pada umumnya pergerakan harga telah dimulai sejak awal perdagangan sesi Amerika sehingga semua analisis teknikal yang dilakukan sejak sesi sebelumnya dapat menjadi tidak berguna.

  1. Perlebar toleransi risiko dengan trailing stop

Biasanya, hal yang satu ini dilakukan oleh trader jangka panjang yang berbasis analisis fundamental agar posisi trading long term-nya tidak dirusak oleh gejolak harga sesaat yang timbul setelah dirilisnya data NFP.

Nantinya, usai gejolak harga berakhir, para trader bakal mengembalikan posisi trading mereka sesuai dengan kondisi semula atau menutup posisi trading apabila ternyata data NFP mengubah outlook fundamental.

Demikianlah penjelasan tentang Non Farm Payrolls yang penting untuk Anda simak, utamanya jika Anda adalah seorang trader pemula. Meski Anda bebas untuk menentukan selama sesuai dengan karakteristik dan gaya trading masing-masing, tetapi sebagai trader, Anda harus menyiapkan diri menghadapi berbagai kemungkinan yang bisa terjadi, misalnya dengan mengamati perubahan harga pada waktu sekitar rilis NFP tadi.

 

Penulis: Kontributor

Editor: Anju Mahendra

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Perusahaan Asuransi Indonesia Terdaftar BEI, Ini Daftarnya

JAKARTA, duniafintech.com – Perusahaan asuransi Indonesia yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tentunya dapat menjadi pilihan untuk investasi. Di samping memiliki produknya, kamu pun...

Cara Bayar Kredivo Lewat Alfamart, Ini Panduan Mudahnya

JAKARTA, duniafintech.com – Cara bayar Kredivo lewat Alfamart sebenarnya sangat mudah dan bisa dilakukan oleh siapa saja. Kredivo sendiri menjadi salah satu layanan kredit online...

Daftar Fintech Berizin OJK Jadi 102, Ini Rinciannya

JAKARTA, duniafintech.com – Daftar fintech berizin kembali dirilis oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 22 April 2022 lalu. Dalam catatan OJK, total jumlah penyelenggara fintech...

Cara Investasi Emas untuk Pemula, Gampang Banget!

JAKARTA, duniafintech.com – Cara investasi emas untuk pemula, apakah susah? Tentu saja tidak. Bahkan, caranya gampang sekali. Seperti diketahui, emas memang bukan hanya populer sebagai...

Secara Analisis Teknikal, Penurunan Harga Bitcoin Saat Ini Masih Wajar

JAKARTA, duniafintech.com - Penurunan harga Bitcoin yang saat ini berada pada level sekitar Rp300 jutaan masih dalam batas wajar jika ditinjau dari analisis teknikal....
LANGUAGE