32.1 C
Jakarta
Minggu, 21 Juli, 2024

OJK: Pengakses Fintech Pinjaman di Indonesia Mencapai 25 Juta

DuniaFintech.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merilis data statistik penyelenggara teknologi keuangan (fintech) untuk pinjaman personal. Pada statistik tersebut, dijelaskan sebanyak 25,7 juta pengguna di Indonesia telah mengajukan permohonan kepada fintech pinjaman per Juni 2020.

Jumlah tersebut tentunya sudah dikalkulasikan dengan penambahan 158 fintech P2P lending berstatus memiliki izin dan diawasi oleh OJK.

Peningkatan jumlah peminjam tersebut sudah terjadi sejak awal tahun 2020, dengan persentase mencapai 164,4%. Pada tahun sebelumnya di periode yang sama, jumlah pengajuan fintech pinjaman di Indonesia mencapai 9,74 juta.

Pada data tersebut juga dijelaskan asal wilayah para pengakses pinjaman. Wilayah Jawa Barat menjadi jumlah terbanyak, yakni sebanyak 7,4 juta pengakses. Sementara, DKI Jakarta memiliki sebanyak 5,9 juta pengakses, Jawa Timur sebanyak 3,02 juta, dan Banten sebanyak 2,3 juta.

Tercatat, akumulasi dana pinjaman sebanyak Rp 113,4 triliun telah tersalurkan sejak awal tahun. Secara persentase, jumlah tersebut mengalami kenaikan 153% jika dilihat year on year (yoy) per Juni 2019 dengan penyaluran sebanyak Rp 44,8 triliun.

Baca juga:

Pendana Fintech Pinjaman Juga Meningkat

Di sisi lain, para pendana (lender) pada layanan fintech pinjaman juga meningkat. Sebanyak 659.186 nasabah menyalurkan dananya kepada penyelenggara. Jumlah tersebut diketahui meningkat sebanyak 32,15% secara year on year. Di tahun sebelumnya, di periode yang sama, jumlah lender diketahui berjumlah 498.824.

Meningkatnya pengakses fintech pinjaman menghadirkan di masa pandemi juga menyebabkan outstanding (kredit belum dilunasi) mengalami perlambatan. Atas hal tersebut, penurunan jumlah penyaluran berkurang sebanyak Rp 1 triliun, terhitung Maret 2020 dengan jumlah Rp 14,7 triliun.

Selain itu, Tingkat Keberhasilan Pengembalian Pinjaman di hari ke-90 (TKB90) menurun sejak Februari 2020 sebesar 96,08% menjadi 95,78% per Maret 2020. Sementara pada Maret ke April, penurunan tetjadi sebanyak 95,07%.

DuniaFintech/Fauzan

Iklan

mau tayang di media lain juga

ARTIKEL TERBARU