33 C
Jakarta
Rabu, 8 Juli, 2020

Ovato – Solusi Ekosistem Rewards dan Marketing

duniafintech.com – Seth Kamlet, seorang spesialis startup profesional yang berdomisili di Singapura mencurahkan pengalamannya selama bertahun-tahun ke dalam Ovato.

Platform Ovato berusaha untuk merevolusi industri loyalty rewards, media sosial, dan tujuan amal. Tujuannya adalah untuk mengatasi kesalahan yang melemahkan partisipasi skala penuh dan mengarah pada kebocoran nilai dari ekosistem yang ada dengan menggunakan pendekatan Blockchain.

Berikut petikan wawancara Dunia Fintech dengan CEO yang mengenyam pendidikan di Barklee College of Music dan Concord University of Law ini!

Q: Apa alasan terbesar Anda mendirikan Ovato?

A: Kami adalah investor. Beberapa tahun yang lalu kami sempat berinvestasi di sebuah perusahaan bernama Bitovation. Kami membuat program loyalty rewards untuk sebuah perusahaan dengan menggunakan Bitcoin. Dari sana kami menyimpulkan bahwa tidak hanya Bitcoin aset digital yang dapat dipilih, maka kami memutuskan membuat koin digital sendiri.

Q: Perusahaan yang membuat token sudah banyak. Apa yang membedakan Ovato dengan yang lain?

A: Kami telah menciptakan token yang sempurna. Perbedaan utama kami adalah kami telah memikirkan proyek ini dari perspektif yang sangat berbeda. Kami tidak berusaha membuat token atau ICO. Kami berusaha memecahkan masalah bisnis untuk bisnis yang sudah ada. Kami berpikir dan bertanya pada diri sendiri, apa yang benar-benar diinginkan dan dibutuhkan orang?

Pembeda terbesar adalah bahwa kami memiliki perusahaan terpisah dan distribusi besar yang dimiliki oleh Ovato. Tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan pedagang yang akan menciptakan program loyalitas dengan koin dan menerima Ovato dalam jangka panjang. Ovato akan semakin banyak permintaan namun pasokan akan tetap terbatas.

Q: Apakah saat ini Ovato telah memiliki rekanan di Indonesia dan apakah ada rencana khusus di Indonesia?

A: Kami saat ini tidak memiliki mitra Indonesia tetapi fokus kami adalah seluruh pasar dunia. Kami telah menyebarkan dan menargetkan Asia sebagai pasar jangka panjang terbesar kami dengan Indonesia tepat di jantungnya. Kami terbuka untuk ide dan mitra di Indonesia dan perusahaan kami Bitovation pasti akan mencari perusahaan-perusahaan Indonesia untuk bekerja sama.

Q: Sebagai seseorang yang memiliki pengetahuan mendalam tentang kripto, apa pendapat Anda tentang iklim mata uang virtual di Indonesia?

A: Setiap negara memiliki masalah yang berbeda-beda terkait mata uang virtual ini. Kami percaya, seperti Filipina, Jepang dan negara-negara lain menemukan cara menangani ekonomi digital yang meledak ini, mereka akhirnya harus menerima bahwa cryptocurrency seperti halnya internet atau kartu kredit. Kami lebih dari optimis bahwa kripto adalah sesuatu yang lebih besar dari internet atau apa pun yang pernah kita lihat di masa lalu. Singapura, tempat kami tinggal adalah tetangga dekat. Seiring dengan Malaysia, Singapura adalah pasar dunia terkemuka di Fintech dan kripto. Kami percaya Indonesia pun hanya tinggal menunggu waktu.

Q: Beberapa bulan terakhir, mata uang digital nilainya menurun drastis? Apa ini pertanda masanya sudah berakhir?

A: Arus digital berfluktuasi 10 kali lebih cepat daripada laju fiat konvensional. Bitcoin, misalnya, telah mencapai nilai $ 20,000 USD dan lebih rendah dari $ 7,000 USD dalam 6 bulan terakhir. Kami berharap pasar untuk terus tumbuh dan permintaan untuk meningkatkan nilainya muncul lebih cepat. Kami tidak ragu bahwa pemulihan nilai kripto akan datang lebih cepat dari yang dibayangkan orang.

Q: Mohon berikan semangat pada semua penggiat Fintech di Indonesia!

A: Industri Fintech dan kripto tergabung dan tumbuh dengan cepat. Bagi siapa pun yang tertarik, sekarang adalah waktu terbaik untuk memasuki industri ini. Fintech menjadi ruang menarik bagi siapa pun untuk melihat masa depan yang lebih cerah.

Written by: Dita Safitri

 

3 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Strategi Bisnis Cepat Kaya ala Bob Sadino, Modal Kecil Untung Besar

DuniaFintech.com - Tak sedikit orang yang membatalkan niat membuka usaha karena mengaku tak punya dana. Padahal modal uang bukanlah satu-satunya faktor keberhasilan bisnis yang...

Permudah Transaksi, Paper.id Sediakan Pembayaran via Tokopedia

DuniaFintech.com - Permudah pelaku usaha, Paper.id jadi software invoice pertama yang menyediakan pembayaran via Tokopedia. Dengan mengusung komitmen untuk membantu kemajuan para...

Naik 27% Selama 2020, Bitcoin Kalahkan Emas dan Perak

DuniaFintech.com – Di tengah pandemi yang sedang berlangsung, bitcoin kalahkan emas dan perak dengan berhasil naik 27% selama 2020. Perhatian investor di berbagai...

Pemerintah Afghanistan Manfaatkan Blockchain Deteksi Obat Palsu

DuniaFintech.com - Kementerian Kesehatan Afghanistan mengajak beberapa perusahaan farmasi lokal menggunakan blockchain untuk memerangi peredaran obat-obatan palsu. Pengembang blockchain yang terlibat dalam proyek...

Sejumlah Perusahaan Pinjaman Online Tetap Jaga TKB90 Meski Pandemi

DuniaFintech.com - Ketua Bidang Humas dan Kelembagaan AFPI, Tumbur Pardede mengatakan, bahwa mayoritas perusahaan pinjaman online tetap jaga TKB90. Tidak dapat dipungkiri, pandemic...
LANGUAGE