24.5 C
Jakarta
Jumat, 1 Juli, 2022

P2P LENDING AMARTHA KINI RESMI TERDAFTAR DI OJK

duniafintech.com – Sebuah Star up peer to peer lending atau layanan pinjaman keuangan berbasis teknologi PT. Amartha, kini secara resmi telah terdaftar di Direktorat Kelembagaan dan Produk IKNB (Industri Keuangan non Bank) Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Sebelumnya, perusahaan yang berdiri pada tahun 2010 ini selalu aktif berkomunikasi dan bertukar pikiran dengan pihak OJK dalam menyusun POJK Nomor 77/01-2016 tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi pada Desember 2016 lalu. Sehingga sumbangsih pemikiran tersebut dirasa sangat bermanfaat bagi keberlangsungan P2P Lending di Indonesia.

Berkembang pesatnya dunia finansial teknologi khususnya platform P2P Lending, diyakini dapat memajukan pertumbuhan UKM di Indonesia. Bagi Amartha, sebuah legalitas berharap dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap platform dalam berinvestasi.

Amartha mengklaim, hingga saat ini pihaknya telah berhasil membiayai lebih dari 34.000 usaha mikro di beberapa wilayah di Indonesia dari 10.000 investor yang terdaftar, dengan total dana didistribusikan ke 87 miliar rupiah (USD $ 6,5 juta).

Sebagai layanan pinjaman keuangan berbasis teknologi, Amartha telah memenuhi persyaratan peraturan dalam hal sistem tata kelola teknologi elektronik, mitigasi risiko, pendidikan dan perlindungan pengguna untuk dipinjam atau dipinjamkan. Ini termasuk transparansi sistem penilaian kredit mereka yang mencerminkan profil risiko calon peminjam yang dipresentasikan kepada kreditur.

“Amartha secara resmi terdaftar sebagai layanan Fintech dan sekarang langsung diawasi oleh OJK. Dengan persetujuan ini kami berharap dapat meningkatkan kepuasan pelanggan dan kepercayaan konsumen baik dari peminjam, usaha kecil dan usaha mikro, maupun investor kami” kata Andi Taufan Garuda Putra, CEO dan pendiri Amartha.

Taufan mengatakan, Amartha akan terus mendukung terciptanya usaha mikro dan UKM di Indonesia sebagai pendorong perekonomian nasional. Akses keuangan bagi masyarakat yang tidak terjangkau oleh bank dibuka seluas-luasnya. Sehingga tidak ada lagi masyarakat yang tidak dapat mengembangkan modal usahnya bahkan hingga gulung tikar ketika membangun usaha mikro.

Source : Kompas.com

Written by : Andriani Supri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Wow! Tarif Listrik Pelanggan 3.500 VA ke Atas Naik Mulai 1 Juli Ini

JAKARTA, duniafintech.com - Pemerintah melalui Kementerian ESDM akan menaikkan tarif dasar listrik (TDL) untuk pelanggan 3.500 VA ke atas mulai 1 Juli 2022 atau...

Makin Berkembang, 3.765 Token Baru Muncul di Tengah Kondisi Pasar yang Loyo

JAKARTA, duniafintech.com - Pasar kripto telah kehilangan nilainya lebih dari 50 persen pada 2022. Namun, menurut Finbold, jumlah token baru atau mata uang digital...

Dear Ibu-ibu, Harga Minyak Goreng Kemasan Turun Nih! Cek Harganya di Sini

JAKARTA, duniafintech.com - Harga minyak goreng kemasan di Alfamart dan Indomaret terpantau turun mulai Rabu (29/6/2022) kemarin.  Sebagaimana diketahui perkembangan minyak goreng terus menjadi fokus...

Apa Itu NFT? Begini Penjelasan Lengkap dan Cara Kerjanya 

JAKARTA, duniafintech.com - Apa itu NFT? Aset investasi ini merupakan akronim dari Non Fungible Token yang merupakan salah satu aset investasi yang termasuk ke...

Pemerintah Optimis Aset Kripto Punya Masa Depan Gemilang, Transaksi Tembus Rp 859 Triliun 

JAKARTA, duniafintech.com - Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga memproyeksikan aset kripto di Indonesia punya masa depan gemilang. Salah satu indikatornya adalah meningkatnya jumlah...
LANGUAGE