Bitwise Maju Selangkah Menuju ETF XRP

0

San Francisco, California – Bitwise Asset Management, penyedia dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) cryptocurrency terkemuka, telah mengambil langkah signifikan menuju peluncuran ETF XRP. Perusahaan tersebut baru-baru ini mengajukan amandemen S-1 terhadap Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) untuk memasukkan XRP dalam strategi Bitwise Crypto Innovators ETF mereka.

Menurut Laporan Coindesk, Langkah ini mengikuti kemenangan hukum Ripple Labs terhadap SEC, di mana pengadilan memutuskan bahwa XRP bukanlah sekuritas saat dijual di bursa sekunder. Keputusan ini telah membuka jalan bagi kemungkinan persetujuan ETF XRP di AS.

Bitwise Maju Selangkah Menuju ETF XRP

“Kami percaya bahwa XRP memiliki potensi untuk menjadi aset digital yang penting dalam lanskap keuangan global,” kata Matt Hougan, CIO Bitwise. “Dengan menambahkan XRP ke dalam ETF kami, kami bertujuan untuk memberikan investor akses yang teregulasi dan terdiversifikasi ke aset ini.”

Bitwise Crypto Innovators ETF saat ini berinvestasi dalam berbagai aset kripto, termasuk Bitcoin, Ethereum, dan Solana. Penambahan XRP akan semakin mendiversifikasi portofolio ETF dan memberikan investor eksposur ke salah satu cryptocurrency terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar.

Meskipun pengajuan amandemen S-1 merupakan langkah positif, persetujuan SEC atas ETF XRP masih belum pasti. SEC belum menyetujui ETF spot Bitcoin atau Ethereum, dan mungkin ragu untuk menyetujui ETF XRP mengingat sejarah regulasi aset tersebut.

Namun, banyak analis percaya bahwa kemenangan hukum Ripple dan meningkatnya permintaan institusional untuk XRP dapat membuat SEC menyetujui ETF XRP dalam waktu dekat. Jika disetujui, ETF XRP Bitwise akan menjadi yang pertama dari jenisnya di AS dan dapat membuka jalan bagi peluncuran lebih banyak ETF XRP di masa mendatang.

Persetujuan ETF XRP dapat memiliki beberapa dampak positif pada pasar XRP, termasuk:

  • Peningkatan Likuiditas: ETF akan memberikan cara bagi investor institusional untuk berinvestasi di XRP, yang dapat meningkatkan likuiditas dan volume perdagangan aset tersebut.
  • Peningkatan Validasi: Persetujuan SEC akan memberikan XRP tingkat validasi regulasi, yang dapat meningkatkan kepercayaan investor dan mendorong adopsi yang lebih luas.
  • Akses yang Lebih Mudah: ETF akan memudahkan investor ritel untuk berinvestasi di XRP, tanpa harus melalui proses pembelian dan penyimpanan aset kripto yang rumit.

Pengajuan amandemen S-1 Bitwise merupakan perkembangan positif bagi XRP dan pasar cryptocurrency yang lebih luas. Persetujuan ETF XRP akan menandai tonggak penting dalam adopsi aset digital dan dapat membuka jalan bagi peluncuran lebih banyak produk investasi berbasis kripto di masa mendatang.

Disclaimer: Artikel ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat keuangan.

IHSG Rate Tembus 7.500! Saham Properti dan Barang Baku Jadi Andalan

JAKARTA, 2 Oktober 2024 – Faktor deflasi yang terjadi saat ini menyebabkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) rate berhasil melaju di zona hijau. IHSG saat ini berada di zona hijau dengan penguatan 0,71% dan 53,82 poin ke 7.581,75. Deflasi saat ini menjadi bulan yang kelima lebih dalam dari ekspektasi pasar. Perdagangan Sesi I IHSG menunjukkan adanya pergerakan di zona hijau sejak pembukaan. Saat ini rentang perdagangan terjadi pada area level 7.547,11 sampai dengan tertingginya 7.591,61.

IHSG Rate, BEI Tunjukkan Nilai Perdagangan Capai 5 Triliun

Nilai perdagangan yang berhasil ditunjukkan Bursa Efek Indonesia nyaris menembus Rp5,18 triliun. Perdagangan dari sejumlah 9,89 miliar saham yang berhasil diperjualbelikan. Frekuensi yang terjadi sebanyak 678.586 kali.

Kurs Rupiah Melemah

Saat ini kurs Rupiah terpantau bergerak melemah. Posisinya berada di angka 0,34% ke kisaran level Rp15.191/US$. Lebih dalam dari ekspektasi pasar, terjadi deflasi mencapai 0,12% secara bulanan. Badan Pusat Statistik mengumumkan data inflasi RI, disebutkan deflasi pada September tercatat 0,12% dibandingkan bulan sebelumnya (month-to-month/mtm). Angka tersebut menunjukkan angka yang kecil dibandingkan dengan Agustus yang juga deflasi sebesar 0,03%. BPS menyebutkan, deflasi lebih dalam dari Agustus dan menjadi deflasi kelima pada 2024 secara bulanan. Hal itu berdasarkan pantauan yang telah dilakukan BPS, jika dibandingkan September tahun lalu (year-on-year/yoy), inflasi berada di 1,84%, lebih rendah, melambat dibandingkan Agustus yang sebesar 2,12% yoy.

Hasilkan Median Proyeksi Inflasi

Ramai diberitakan pada Rabu (2/10/2024) bahwa konsensus pasar menghasilkan median proyeksi inflasi bulanan pada September terjadi deflasi -0,03%. Dengan demikian, inflasi tahunan pada September diperkirakan 2%. Bersamaan dengan itu, tercatat ada penguatan 267 saham, dan sebanyak 257 saham terjadi pelemahan. Sedangkan terdapat sejumlah 263 saham yang stagnan.

Saham-Saham Jadi Pendukung 

Penguatan IHSG didukung oleh sejumlah saham diantaranya saham properti, saham barang baku, dan saham infrastruktur. Dengan adanya sejumlah saham tersebut menjadi faktor utama yang mendukung kenaikan IHSG. Kenaikannya menunjukkan penguatan sebesar 0,98%, 0,98%, dan 0,50%. Setelah ketiga saham tersebut menguat, kemudian menyusul menguat saham transportasi mencapai 0,46%. Sedangkan, saham-saham energi mengalami penguatan 0,34%.

Dorong Kebangkitan IHSG

Kebangkitan sejumlah saham-saham properti disebabkan oleh saham PT Mega Manunggal Property Tbk (MMLP) yang mengalami kenaikan signifikan sebesar 4,44%. Selanjutnya yang turut memberikan dukungan yakni datang dari saham PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) yang turut menguat di angka 3,04%. Kemudian saham PT Intiland Development Tbk (DILD) turut mengalami penguatan sebesar 2,88%. saham yang turut menguat yakni saham barang baku juga dari PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA). Saham PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA) mengalami peningkatan sebesar 6,78%. Saham PT Central Omega Resources Tbk (DKFT) melesat 5,31% dan saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) menguat 3,54%.

Indeks Saham Unggulan Turut Menguat

Tren positif tampaknya akan terus berlanjut bahkan kini indeks saham unggulan turut menjadi bagian yang mengalami penguatan. Penguatannya menjadi 5,42 poin atau 0,56% ke posisi 944,16. Saham LQ45 yang berisikan saham-saham unggulan juga ikut menguat di zona hijau. Berikut ini sejumlah saham unggulan LQ45 yang turut menguat antara lain, , diantaranya:
  1. PT Harum Energy Tbk (HRUM) melesat dengan kenaikan 2,54%,
  2. PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) menguat 2,38%.
  3. PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) terbang 2,38%, dan
  4. PT Vale Indonesia Tbk (INCO) melonjak 2,21%.

Indonesia Makin Ramai! Kunjungan Turis Asing Naik Signifikan Capai 18,30%

0
JAKARTA, 2 Oktober 2024 – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa jumlah kunjungan turis asing naik atau wisatawan mancanegara (Wisman) yang berkunjung ke Indonesia pada Agustus 2024 mencapai 1.339.946 orang. Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 2,23% dibandingkan bulan sebelumnya, dan kenaikan signifikan sebesar 18,30% jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Plt Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menyatakan bahwa kunjungan Wisman melalui pintu masuk utama tercatat sebanyak 1.177.652 orang pada Agustus 2024, sementara Wisman yang masuk melalui pintu perbatasan mencapai 162.294 kunjungan. “Berdasarkan kebangsaan, mayoritas Wisman yang berkunjung berasal dari Malaysia, diikuti oleh Australia dan China,” ungkap Amalia dalam konferensi pers BPS kemarin.

Kunjungan Turis Asing Naik, Dibanjiri Warga Malaysia

Amalia juga menjelaskan bahwa kunjungan Wisman dari Malaysia mengalami peningkatan sebesar 6,21% dibandingkan bulan sebelumnya, dan naik 7,99% secara tahunan. Wisman asal Malaysia paling banyak memasuki Indonesia melalui Bandara Soekarno-Hatta, begitu pula Wisman dari China. Sementara itu, wisatawan asal Australia umumnya masuk melalui Bandara Ngurah Rai. Pada Agustus 2024, rata-rata lama kunjungan Wisman, termasuk pelintas batas, mencapai 8,27 malam di Indonesia. “Secara kumulatif, dari Januari hingga Agustus 2024, total kunjungan Wisman mencapai 9.092.856 orang, meningkat 20,83% dibandingkan periode yang sama pada 2023,” tambah Amalia.

Kunjungan Turis Asing Naik Namun Masih Rendah

Meski jumlah ini merupakan yang tertinggi sejak 2020, Amalia menyebutkan bahwa jika dibandingkan dengan periode yang sama sebelum pandemi Covid-19, angka kunjungan Wisman masih relatif lebih rendah.

Kinerja Rupiah Berhasil Berada di Posisi Ketiga Valuta Asia Terkuat

JAKARTA, 2 Oktober 2024 – Rupiah kembali menunjukkan keperkasaannya dengan menempatkan posisi sebagai valuta Asia terkuat urutan ketiga. Capaian tersebut merupakan hasil kinerja selama September sehingga mampu berada di belakang ringgit Malaysia dan baht Thailand. Penguatan rupiah selama September mencapai 2% dibanding level penutupan Agustus, kinerja bulanan terbaik dalam hampir setahun terakhir. Dengan demikian, maka nilai rupiah sudah mencetak penguatan 1,7%. Keperkasaan rupiah sepanjang tahun ini berada diperingkat keempat terbesar di Asia, setelah dolar Singapura (2,7%), baht (6,1%) dan ringgit (11,4%). Sedangkan selama September saja, rupiah menjadi yang ketiga terbaik di Asia, di belakang ringgit yang menguat 4,7% dan baht 5,2%.

Kinerja Rupiah Cemerlang 

Saat ini kinerja rupiah tengah cemerlang dengan melanjutkan capaian positif yang sudah dimulai sejak Juli lalu. Saat itu rupiah membukukan penguatan bulanan 0,7%, berlanjut pada Agustus yang mencapai 5,2% dan September 2%. Penyebab rupiah mampu menguat disebabkan karena selama kuartal III hingga detik ini adalah terutama karena dimulainya siklus penurunan bunga acuan global yang sudah ditunggu-tunggu sekian lama.

Dampak Keputusan Federal Reserve

Pemangkasan bunga di angka jumbo, 50 bps yang dilakukan Federal Reserve, bank sentral AS memberikan pengaruh besar pada rupiah. Diketahui, pada 18 September lalu, membuka pintu bagi berbaliknya dana asing yang sempat tersedot ke pasar AS balik ke emerging market, termasuk Indonesia. Berdasarkan data Bank Indonesia, selama kuartal III sampai data 13 September lalu, disebutkan nilai aliran modal asing yang masuk ke pasar keuangan domestik mencapai US$10,1 miliar atau sekitar Rp154,98 triliun. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dari asing yang turut membanjiri saham Indonesia telah berulang memperbarui rekor tertinggi. Teerakhir pada 19 September di level 7.905,39. Begitu juga harga obligasi negara yang berlari kencang pasca BI mendahului The Fed memangkas bunga acuan. Yield SBN tenor 10Y yang sempat menyentuh 7,21% pada akhir April, level tertinggi Oktober 2023, pada 20 September lalu merosot ke posisi terendah di 6,42%. Begitu juga yield SBN tenor 2Y yang pernah menyentuh level tertinggi di 7,16% pada April, kini sudah melandai 6,11%.

Animo Asing Tinggi

September lalu, saat animo asing tengah tinggi menjadikan berhasil mencatatkan rekor baru dalam nilai belanja. Pada 13 September, asing mendahului belanja besar-besaran di pasar saham sebelum ‘gong’ penurunan bunga The Fed ditabuh dengan nilai pembelian sehari mencapai Rp17,95 triliun. Nilai terbesar sejak April 2022. Sementara di pasar surat utang, asing mencetak nilai belanja terbesar sehari pada 19 September lalu senilai US$629,84 juta atau setara Rp9,56 triliun. Angka tersebut merupakan angka tertinggi sejak Juli 2019 menurut data Bloomberg yang diikuti pada Rabu (2/10/2024). Bila menghitung selama September saja (month-to-date), nilai capital inflows ke pasar keuangan RI mencapai US$1,41 miliar. Angka tersebut menjadi yang terbesar urutan kedua di Asia setelah inflows ke pasar India yang mencapai US$6,71 miliar. Kemudian, selama kuartal III-2024, aliran modal asing masuk ke Indonesia tercatat sebesar US$3,67 miliar quarter-to-date hingga 30 September. Total dana tersebut menjadikan RI sebagai negara dengan aliran modal global terbesar di Asia peringkat ketiga setelah India US$11,45 miliar dan Korea Selatan US$10,56 miliar pada periode yang sama. Akan tetapi, memasuki kuartal akhir tahun ini, banjir modal asing ke pasar domestik mungkin akan cenderung terjegal faktor China. Gejala itu sudah terlihat pada pekan terakhir September. Diketahui, asing membukukan nilai jual bersih senilai US$204,6 juta pada pekan terakhir bulan lalu sampai data 30 September (week-to-date). Akibatnya, IHSG saat itu sempat ambles menyentuh level 7.500 lagi dan nilai rupiah tak mampu menembus penguatan di bawah Rp15.000/US$.

Rupiah Hadapi Krisis

Rupiah menghadapi risiko tekanan bila berbaliknya dana dari pasar portfolio domestik ke pasar China, berlanjut pada Oktober ini. Para pemodal global terindikasi mulai merotasi penempatan investasi, dari semula banyak menyerbu pasar ASEAN karena kelesuan China yang berlanjut, kini berbalik tersedot ke daratan Tiongkok pasca pengumuman paket stimulus besar-besaran pekan lalu. Otoritas moneter China, People Bank of China (PBoC) mengumumkan berbagai paket stimulus termasuk guyuran likuiditas segar, pemberian fasilitas swap untuk memantik peningkatan transaksi di saham, hingga penurunan bunga acuan dan bunga pinjaman konsumsi. Kesemuanya untuk mendongkrak perekonomian yang telah terbekap lesu bahkan ketika pandemi Covid-19 telah lama mereda. Kebijakan otoritas Tiongkok itu dipastikan akan memaksa para investor global memikirkan kembali alokasi dana ke China, menurut Manajer Investasi Allianz Global Investors di Hong Kong Kevin You, dilansir dari Bloomberg. “Isu kunci ada pada perbaikan prospek laba perusahaan. Kami berharap itu akan terjadi seiring waktu terutama ketika tekanan di sektor properti China mulai mereda,” kata You. Berlayarnya dana global ke China terlihat jelas kemarin ketika IHSG ditutup anjlok 2,2%, pada saat yang sama indeks saham China melompat naik sampai lebih dari 10%. Namun, ada sedikit harapan bahwa tersedotnya dana global ke China itu tidak sepenuhnya akan ‘mengeringkan’ duit asing di pasar domestik. Indonesia bagaimanapun adalah mitra dagang utama China. Artinya, ketika perekonomian China mampu bangkit karena dukungan stimulus, pada akhirnya dampak positif juga bisa diharapkan muncul dinikmati Indonesia.

Sektor Komoditas Diprediksi Kembali Terangkat

Prediksi pada sektor komoditas diperkirakan bakal kembali terangkat. Hal itu akan terjadi apabila permintaan dari Tiongkok kembali bangkit. Namun, hal itu sepertinya akan memakan waktu lebih lama karena perlu dipastikan lebih dulu apakah stimulus yang digelontorkan mampu menolong ekonomi China yang lesu. Dalam jangka pendek, sepertinya faktor China akan cenderung menekan terutama di pasar ekuitas. Sedangkan di pasar surat utang, sentimen dari arah bunga The Fed ke depan akan mendominasi. Yang terjadi terakhir, pernyataan hawkish Jerome Powell, bos The Fed, tadi malam, telah membuat yield Treasury kembali naik dan menekan pula harga obligasi domestik. Jika ditinjau dari segi lanskap akan sedikit kesulitan. Sebab rupiah bisa bergegas menguat ke bawah level Rp15.000/US$ dalam waktu dekat. Rupiah kemungkinan bisa bertahan stabil di antara Rp15.100-Rp15.300/US$ di tengah volatilitas yang mungkin akan meningkat karena gabungan berbagai faktor eksternal. Sedangkan dari domestik, inflasi yang makin rendah mungkin akan membuka pintu penurunan BI rate lebih lebar dengan catatan arus modal asing masih stabil masuk.

Open Interest in XRP Melonjak ke $1 Miliar Saat Ripple Menguji Stablecoin RLUSD

Jakarta, 2 Oktober 2024 – Open interest dalam XRP telah melonjak melewati angka $1 miliar di tengah meningkatnya antusiasme terhadap stablecoin RLUSD Ripple yang akan datang, yang saat ini sedang dalam pengujian beta pribadi di XRP Ledger dan blockchain Ethereum.

Dilansir dari laporan coindesk.com, Taruhan pada future XRP tumbuh hingga lebih dari $1 miliar selama akhir pekan, level yang terakhir terlihat pada bulan Maret dan Juni tahun lalu. Data open interest yang dilacak oleh Coinglass menunjukkan bahwa bursa kripto Binance dan Bybit menyumbang hampir setengah dari total taruhan yang ditempatkan.

Peningkatan minat ini terjadi ketika Ripple terus mengembangkan stablecoin RLUSD-nya. Stablecoin ini dirancang untuk memberikan cara yang stabil dan efisien untuk bertransaksi di XRP Ledger, dan diharapkan dapat memainkan peran kunci dalam mendorong adopsi XRP secara lebih luas.

Meskipun RLUSD masih dalam tahap awal pengembangan, potensi dampaknya terhadap ekosistem XRP sangatlah signifikan. Jika stablecoin ini berhasil, ia dapat membantu memposisikan XRP sebagai pemain utama dalam pasar stablecoin yang berkembang pesat.

Beberapa poin penting:

  • Open interest dalam future XRP telah melampaui $1 miliar.
  • Binance dan Bybit menyumbang hampir setengah dari total taruhan yang ditempatkan.
  • Peningkatan minat ini didorong oleh antisipasi terhadap stablecoin RLUSD Ripple.
  • RLUSD diharapkan dapat mendorong adopsi XRP dan memperkuat posisinya di pasar stablecoin.

Analisis lebih lanjut Mengenai Open Interest

Lonjakan open interest ini menunjukkan bahwa investor semakin optimis terhadap masa depan XRP. Keberhasilan pengujian RLUSD dan peluncurannya dapat menjadi katalis utama untuk pertumbuhan XRP lebih lanjut.

Namun, penting untuk dicatat bahwa pasar kripto sangatlah fluktuatif. Investor harus melakukan riset sendiri dan berhati-hati sebelum melakukan investasi dalam XRP atau aset kripto lainnya.

Open interest XRP yang melonjak ke $1 miliar merupakan perkembangan yang menarik bagi ekosistem XRP. Stablecoin RLUSD memiliki potensi untuk mendorong adopsi XRP dan memperkuat posisinya di pasar. Investor dan penggemar XRP akan terus memantau perkembangan RLUSD dengan cermat.

Kripto Catat Inflow yang Tak Terbendung Rp18,2 Triliun, Bitcoin Mendominasi?

JAKARTA, 2 Oktober 2024 – Data terbaru dari CoinShares mengungkapkan bahwa produk investasi kripto catat inflow atau telah mencatat arus masuk dana positif selama tiga minggu berturut-turut, dengan total arus masuk pada pekan lalu mencapai US$1,2 miliar atau sekitar Rp18,2 triliun. Menurut laporan CoinShares, lonjakan arus dana yang terjadi selama periode perdagangan 22 hingga 27 September ini terutama dipengaruhi oleh ekspektasi terhadap kebijakan moneter yang lebih longgar di Amerika Serikat dan tren harga kripto yang menguat. Total aset yang dikelola (Assets Under Management atau AUM) tercatat meningkat sebesar 6,2% selama pekan tersebut. Selain itu, CoinShares juga menyebutkan bahwa antisipasi terhadap persetujuan perdagangan opsi pada ETF kripto turut mendorong minat investor. Namun, volume perdagangan mengalami sedikit penurunan, yaitu sebesar 3,1%.

Kripto Catat Inflow, Dominasi Produk Investasi Bitcoin

Di antara berbagai produk investasi kripto, ETF Bitcoin tetap mendominasi dengan arus masuk dana mencapai US$1 miliar. Peningkatan ini terjadi seiring dengan stabilnya harga Bitcoin yang bertahan di sekitar US$64.000. Data dari SoSoValue menunjukkan bahwa iShares Bitcoin Trust (IBIT) milik BlackRock mencatat arus masuk bersih tertinggi, mendekati US$500 juta pada pekan lalu. Selain itu, Fidelity Wise Origin Bitcoin Fund (FBTC) juga mencatat arus masuk signifikan sebesar US$206 juta pada periode yang sama. Sementara itu, Ethereum berhasil menghentikan tren arus keluar selama lima minggu berturut-turut dengan mencatat arus masuk sebesar US$87 juta, yang merupakan kenaikan pertama sejak awal Agustus. Menurut data dari SoSoValue, BlackRock iShares ETF Ethereum Trust (ETHA) memimpin dengan arus masuk sebesar US$94,9 juta, diikuti oleh Fidelity Ethereum Fund (FETH) yang mencatatkan US$64,9 juta. Namun, Grayscale Ethereum Trust (ETHE) mengalami arus keluar sebesar US$127 juta, yang mengindikasikan adanya perpindahan modal dari investor menuju ETF yang lebih baru.

Sentimen Beragam pada Altcoin

Pergerakan pada altcoin bervariasi, dengan Litecoin dan XRP masing-masing mencatat arus masuk sebesar US$2 juta dan US$0,8 juta, sementara Solana mengalami arus keluar sebesar US$4,8 juta. Secara regional, Amerika Serikat dan Swiss mencatat arus masuk dana tertinggi, masing-masing sebesar US$1,2 miliar dan US$84 juta, dengan Swiss mencatatkan arus masuk terbesar sejak pertengahan 2022. Sebaliknya, Jerman dan Brasil mencatat arus keluar masing-masing sebesar US$21 juta dan US$3 juta.

Metaplanet Tambah Stok Bitcoin Setelah Investasi ¥1 Miliar

0

Tokyo, Jepang 2 Oktober 2024 – Perusahaan investasi Jepang, Metaplanet, kembali menunjukkan komitmennya terhadap Bitcoin dengan menambah kepemilikan aset kripto tersebut setelah investasi sebesar ¥1 miliar (sekitar US$6,9 juta). Pembelian ini dilakukan di tengah gejolak ekonomi global dan pelemahan yen Jepang.

Metaplanet mengumumkan telah mengakuisisi 107,913 Bitcoin dengan harga rata-rata ¥9,26 juta (sekitar US$64.160) per BTC. Dengan tambahan ini, total kepemilikan Bitcoin mencapai 506,745 BTC, dibeli dengan harga rata-rata ¥9,37 juta (sekitar US$64.900) per BTC. Secara total, telah menginvestasikan sekitar ¥4,75 miliar (sekitar US$32,88 juta) untuk mengakumulasi Bitcoin.

Metaplanet Tambah Stok Bitcoin Setelah Investasi ¥1 Miliar

Meskipun harga beli Bitcoin lebih tinggi dari harga pasar saat ini, perusahaan tetap yakin dengan strategi investasinya dalam menghadapi tekanan ekonomi. Metaplanet melihat Bitcoin sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakpastian ekonomi, terutama dengan melemahnya yen Jepang.

“Kami percaya Bitcoin adalah aset yang berharga dan akan terus menjadi bagian penting dari strategi investasi kami,” ujar perwakilan Metaplanet.

Langkah ini sejalan dengan tren perusahaan-perusahaan di seluruh dunia yang mengadopsi Bitcoin sebagai aset cadangan. MicroStrategy, perusahaan perangkat lunak asal Amerika Serikat, adalah salah satu contoh perusahaan yang secara agresif mengakumulasi Bitcoin.

Sebelumnya telah menerbitkan surat utang senilai ¥1 miliar untuk mendanai pembelian Bitcoin. Perusahaan juga berencana untuk mengumpulkan ¥10 miliar (sekitar US$69,13 juta) untuk ekspansi bisnis, dengan sebagian besar dana akan dialokasikan untuk investasi Bitcoin.

Meskipun pasar kripto mengalami volatilitas, Metaplanet tetap optimis dengan prospek jangka panjang Bitcoin. Langkah perusahaan ini menunjukkan keyakinan yang semakin meningkat terhadap aset kripto sebagai instrumen investasi dan lindung nilai di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Tren Positif Kredit Perbankan Naik Mencapai Rp7.508 Triliun

JAKARTA, 2 Oktober 2024 – Kinerja kredit perbankan naik per Agustus 2024 sehingga masih menunjukkan pertumbuhan tren positif dengan profil risiko yang terjaga. Berdasarkan catatan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pertumbuhan kredit hingga bulan kedelapan tahun ini masih melanjutkan catatan dobel digit sebesar 11,40% secara tahunan (year-on-year/yoy). Nilai pertumbuhannya mencapai Rp7.508 triliun. Menurut Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae dana pihak ketiga atau DPK perbankan tercatat tumbuh sebesar 7,01% year-on-year. Catatan pada bulan Juli lalu menunjukkan pertumbuhan sebesar 7,72%. “Giro menjadi kontributor pertumbuhan tersebut dengan pertumbuhan terbesar,” kata Dian Ediana Rae.

Kredit Perbankan Naik, Likuiditas Industri Perbankan Memadai

Dian Ediana Rae saat menghadiri konferensi pers Rapat Dewan Komisioner (RDK) OJK bulanan, mengatakan, likuiditas industri perbankan pada Agustus 2024 masih sangat memadai meskipun termoderasi. Menurut Dian, saat ini rasio Alat Likuid/Non Core Deposit (AL/NCD) tercatat sebesar 112,92%. Sementara, Alat Likuid/Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) sebesar 25,37%. Angka tersebut kata Dian, berada jauh di atas threshold masing-masing sebesar 50% dan 10%. Dengan demikian, tingkat profitabilitas bank atau return on asset (ROA) tercatat pada level 2,69% pada bulan kedelapan tahun ini. “Sama dengan angka pada bulan sebelumnya,” paparnya. Dian mengungkapkan, saat ini rasio permodalan atau capital adequacy ratio (CAR) per Agustus 2024 tercatat pada level 26,78%. Jika dibandingkan dengan periode lalu, maka angkanya masih setara di posisi 26,56% pada Juli 2024.

Rasio NPL Gross Menurun

Dian menilai, kualitas kredit, rasio NPL gross pada Agustus 2024 menunjukkan tren penurunan. Angkanya tercatat sebesar 2,26% dan NPL net sebesar 0,78%. Sehingga, rasio kredit berisiko atau loan at risk (LaR) menjadi sebesar 10,17% per Agustus 2024, dibanding angka 10,27% pada bulan lalu.

Tingkat Bunga Dipertahankan

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) telah memutuskan untuk mempertahankan tingkat bunga penjaminan. Hal itu diputuskan pasca Bank Indonesia (BI) menurunkan suku bunga acuan BI Rate pada RDG sebesar 25 bps dari 6,25% menjadi 6,00%. Menurut Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa, keputusan untuk mempertahankan tingkat bunga berdasarkan sejumlah pertimbangan.

Keputusan Disebabkan Beberapa Faktor

Dalam memutuskan tingkat bunga penjaminan kata Purbaya, terutama pada periode September 2024, LPS mempertimbangkan beberapa hal. Adapun pertimbangannya diantaranya timelag response penurunan suku bunga simpanan atas kebijakan bunga acuan bank sentral yang masih terbatas. Pertimbangan selanjutnya yakni coverage simpanan yang masih memadai (nominal dan rekening). Kemudian pertimbangan berikutnya yakni memberikan ruang lanjutan perbankan dalam pengelolaan likuiditas suku bunga. Maka sambung Purbaya, tingkat Bunga Penjaminan yang berlaku saat ini dipertahankan. Menurut LPS, tingkat bunga penjaminan pada periode Mei 2024 ditetapkan sebesar 4,25%.

Angka Fantastis! Penghimpunan Dana Pasar Modal Indonesia Capai Rp137,5 Triliun, Investasi Makin Menggeliat?

JAKARTA, 2 Oktober 2024 – Penghimpunan dana pasar modal Indonesia melalui penawaran umum telah mencapai Rp 137,5 triliun, dengan penawaran saham perdana menyumbang Rp 4,39 triliun. “Penggalangan dana melalui SCF hingga 26 September 2024 telah melibatkan 17 penyelenggara yang mendapat izin, dengan 625 penerbit efek. Terdapat 163 ribu pemodal yang berpartisipasi, dan total dana SCF yang dikelola mencapai Rp 1,22 triliun,” kata Inarno Djajadi, Anggota Dewan Komisioner OJK.

Dana Pasar Modal Indonesia

Selain itu, pasar karbon yang baru saja diluncurkan juga menunjukkan perkembangan yang menjanjikan. Sejak diluncurkan, sebanyak 81 pengguna jasa telah memperoleh izin untuk memperdagangkan emisi karbon. Hingga saat ini, transaksi karbon tercatat mencapai 613,8 ribu ton CO2 dengan nilai total Rp 37,06 miliar. Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, juga menyoroti tingginya ketidakpastian global meskipun banyak bank sentral telah melonggarkan kebijakan moneter. Meskipun penurunan suku bunga memberikan dampak positif, Mahendra menekankan bahwa ketegangan global masih akan memengaruhi pasar keuangan.

Pasar Global jadi Sorotan

Terkait inflasi global yang kini mulai terkendali, Federal Reserve AS, yang menjadi acuan utama dunia, telah memangkas suku bunga sebesar 50 basis poin (bps). Meski demikian, ia optimistis bahwa pasar modal Indonesia akan terus berkembang dengan didukung oleh stabilitas ekonomi domestik serta peningkatan minat investasi di sektor-sektor strategis. Pasar modal Indonesia diharapkan terus menjadi salah satu pilar penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, serta menjadi sarana bagi perusahaan dan masyarakat untuk mendapatkan akses pendanaan yang lebih luas.

European Blockchain Sandbox Gaet 41 Regulator di Kohort Kedua

0

Jakarta, 2 Oktober 2024 – Inisiatif European Blockchain Sandbox (EBSI) terus berkembang dengan menambahkan 41 regulator dan otoritas dari 22 negara ke dalam kohort keduanya. Langkah ini diharapkan dapat mendorong inovasi blockchain dan kolaborasi regulasi di seluruh Eropa.

Komisi Eropa mengumumkan daftar regulator yang bergabung pada 30 September lalu. EBSI didesain untuk memfasilitasi dialog antara regulator dengan pengembang proyek blockchain.

“Dengan melibatkan regulator sejak dini, EBSI bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang mendukung inovasi yang bertanggung jawab di bidang teknologi blockchain,” kata seorang juru bicara Komisi Eropa.

European Blockchain Sandbox Gaet 41 Regulator di Kohort Kedua

Kohort kedua ini mencakup berbagai badan pengatur, termasuk Bank Sentral Eropa, Otoritas Pasar Keuangan Prancis, dan Badan Perlindungan Data Spanyol. Mereka akan bekerja sama dengan 20 proyek blockchain yang telah terpilih pada awal musim panas.

Proyek-proyek tersebut mencakup berbagai sektor, mulai dari rantai pasokan dan identitas digital hingga layanan keuangan dan energi.

Partisipasi regulator dalam sandbox ini diharapkan dapat memberikan panduan yang jelas bagi pengembang blockchain, sehingga mereka dapat memastikan bahwa proyek mereka sesuai dengan persyaratan hukum dan regulasi yang berlaku.

EBSI diluncurkan pada tahun 2020 dan telah berhasil menyelenggarakan kohort pertamanya dengan partisipasi dari 27 regulator dan 19 proyek blockchain.

Dengan bertambahnya jumlah regulator dan proyek yang berpartisipasi, EBSI diharapkan dapat memainkan peran yang semakin penting dalam mengembangkan ekosistem blockchain yang dinamis dan berkelanjutan di