25 C
Jakarta
Minggu, 27 November, 2022

PANTAU EKONOMI DIGITAL, BI PERKUAT SISTEM BIG DATA

duniafintech.com – Pemantauan ekonomi digital, dapat dibutuhkan untuk pencarian informasi ataupun melihat pergerakan dari perilaku masyarakat, apakah konsumtif atau sebaliknya. Contohnya, ketika masyarakat sebagai pengguna, melakukan transaksi pembayaran pada saat berbelanja online. Hal tersebut, tercatat sebagai aktivitas ekonomi digital yang dapat diketahui dengan adanya Big Data.

Dilansir dari laman Viva, Bank Indonesia berencana memutakhirkan sistem penghimpunan dan inventarisasi data atau Big Data. Sistem ini nantinya akan menjadi salah satu indikator bank sentral dalam mengambil keputusan. Sebab, dalam sistem Big Data, BI pun akan memanfaatkan data Fintech maupun e-commerce.

“Yang sekarang ini kami bekerja sama dengan delapan portal, dan kami bisa manfaatkan informasi dari masing-masing portal itu, dan itu melengkapi sistem big data kami,” ujar Agus Martowardojo, Gubernur Bank Indonesia (BI).

Alasan untuk melakukan pemantauan ini, dikarenakan kegiatan ekonomi dengan transaksi online masih kurang terekam komprehensif. Oleh karena itu, BI akan menggaet beberapa perusahaan daring besar agar dapat menyusun secara berkelompok kegiatan ekonomi melalui transaksi digital.

“Sekarang sudah jalan. Kami sudah tanda tangan, antara kami dengan e-commerce untuk mengirimkan data secara rutin,” kata Yati Kurniati, Kepala Departemen Statistik BI.

Diperkirakan sekitar minimal 60 persen data dari seluruh transaksi e-commerce di seluruh Indonesia, bisa diraih dan ini menjadi targetnya.Dengan begitu, dapat memantapkan pengambilan keputusan pada sektor Pasar Keuangan, Moneter, Stabilitas Sistem Keuangan, Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah (SP-PUR).

Pada laman Viva juga menuliskan, Yati Kurniati, mengatakan, pemanfaatan data Fintech maupun e-commerce akan digunakan untuk mengidentifikasi perilaku konsumsi masyarakat, yang saat ini mengalami pergeseran dari konvensional ke non-konvensional. Selain itu, data itu akan digunakan untuk monitoring harga.

Kami melihat manfaat untuk BI lakukan kajian sebelum kami keluarkan kebijakan di sektor moneter, sistem pembayaran dan stabilitas sistem keuangan … Bank Indonesia perlu meperkuat sistem Big Data untuk mencapai nilai ekonomi digital Indonesia yang diproyeksikan sebesar USD150 miliar atau sekitar Rp2.040 triliun pada 2025.” Terang Agus.

Melalui diperkuatnya sistem Big Data, akan memudahkan pencatatan dan pemantauan transaksi ekonomi digital. Dengan begitu, hal – hal yang ingin diperbaiki bisa diketahui dengan cepat, sehingga dapat lekas ditangani.

Source :

  • metronews.com
  • viva.co.id

Written by Fenni Wardhiati

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Cara Menghitung Obligasi pada Harga Diskonto dan Lainnya

JAKARTA, duniafintech.com – Cara menghitung obligasi perlu dipahami oleh mereka yang memilih menggunakan instrumen investasi yang satu ini. Tujuannya adalah agar para investor, khususnya pemula,...

Cara Berinvestasi di Bank dan Beberapa Keuntungannya

JAKARTA, duniafintech.com – Cara berinvestasi di bank tentu saja akan sangat penting diketahui oleh masyarakat secara luas sekarang ini. Investasi di bank sendiri menjadi solusi...

Tipe Kemitraan Shopee Affiliate: Cashback hingga Mitra Lainnya

JAKARTA, duniafintech.com – Tipe kemitraan Shopee Affiliate penting dipahami saat kamu akan mengisi formulir pendaftaran Shopee affiliate. Seperti diketahui, banyak orang yang tertarik dengan kemitraan...

Surat Berharga Negara: Jenis-jenis hingga Cara Kerjanya

JAKARTA, duniafintech.com – Surat Berharga Negara (SBN) masih menjadi salah satu pilihan instrumen investasi yang bisa dipertimbangkan. Bagi para pemula, SBN pun layak untuk dimiliki....

Indonesia Krisis Beras dan Pemerintah Harus Impor?

JAKARTA, duniafintech.com - Indonesia saat ini harus dihadapi dengan adanya ancaman bahaya pangan, stok beras beras nasional sedang berada titik terendah atau krisis. Hal semacam...
LANGUAGE