25 C
Jakarta
Selasa, 19 Oktober, 2021

Cara Menerapkan Prinsip 80/20 Pareto dalam Kehidupan Finansial Sehari-hari

Istilah Prinsip 80/20 Pareto atau Pareto Principle secara umum merupakan konsep yang paling membantu untuk kehidupan dan manajemen waktu. Strategi ini akan membantu seseorang untuk fokus kepada hal-hal penting sehingga ia dapat memperoleh hasil yang maksimal.

Di dalam prinsip ini dinyatakan bahwa 80% hasil berasal hanya dari 20% usaha yang dilakukan. Prinsip Prinsip 80/20 Pareto ini pun dapat diaplikasikan di mana pun dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari bisnis, urusan bekerja, sampai kepada mengatur finansial atau keuangan.

Berhubungan dengan finansial, prinsip ini dapat digunakan untuk mengatur keuanganmu secara sederhana ketimbang cara lainnya. Di bawah ini akan dijabarkan mengenai cara menerapkan prinsip Prinsip 80/20 Pareto dalam kehidupan finansial sehari-hari.

Cara Menerapkan Prinsip 80/20 Pareto dalam Kehidupan Finansial Sehari-hari

  1. Alokasikan secara Konsisten

Kunci dalam penerapan menerapkan prinsip 80/20 Pareto ini, yaitu hanya perlu mengalokasikan 20% dari penghasilan untuk disimpan dan menggunakan 80% atau sisanya untuk keperluan lain. Dalam hal ini, penerapannya bisa dimulai dengan menggunakan fitur auto-debit yang umumnya tersedia di bank, kemudian mengaturnya untuk menarik dana ke akun tabungan setiap kali menerima penghasilan.

Namun, apabila tidak bisa dengan cara itu, seseorang haruslah secara konsisten menyimpan langsung secara manual 20% dari penghasilannya ke rekening tabungan sehingga sisanya dapat digunakan untuk keperluan lain. Karena itu, sangat direkomendasikan untuk mempunyai dua rekening untuk kebutuhan sehari-hari dan tabungan sehingga investasi pun menjadi lebih mudah dilakukan.

Di sisi lain, pilihlah rekening tabungan yang memiliki biaya administrasi rendah atau gratis agar tidak perlu mengeluarkan uang lagi setiap kali melakukan transfer. Meski jumlah sedikit, tetapi pengeluaran saat transfer tentu bakal menjadi biaya yang lumayan apabila dilakukan secara rutin alias terus-menerus.

  1. Simpan 20% Dana dengan Tepat

Sudah tahu langkah berinvestasi dengan prinsip 80/20 Pareto? Sekarang, bagilah kembali 20% dana yang disisihkan, dengan rincian 10% untuk investasi dan 10% lagi buat menabung. Setidaknya, seseorang harus memiliki sumber dana ini, yang keduanya pun diketahui memiliki tujuan keuangan berbeda.

Adapun menabung berarti menyimpan uang yang dimiliki, yang nantinya dapat digunakan sebagai dana darurat. Karena itu ketika terjadi keadaan tidak terduga, hal itu tidak akan mengganggu arus kas finansial dan tidak perlu pula untuk berutang sana-sini guna memenuhinya.

Sementara itu, investasi artinya mengembangkan aset yang dimiliki, yang dalam hal ini berupa uang. Dengan berinvestasi, seseorang bakal memperoleh imbal hasil atau keuntungan sehingga aset yang dimilikinya tidak akan tergerus oleh inflasi pada suatu masa nantinya.

Terdapat dua investasi yang dapat kamu dipilih berdasarkan waktu, yakni investasi jangka pendek dan investasi jangka panjang. Keduanya diketahui punya kelebihan dan kekurangan masing-masing yang dapat kamu pilih sesuai kebutuhan. Investasi jangka pendek sendiri biasanya cocok dilakukan apabila seseorang mengetahui bahwa dirinya membutuhkan dana nominal tertentu pada waktu tertentu, misalnya untuk membeli kendaraan baru.

Untuk investasi jangka panjang, biasanya memiliki tenor atau jangka waktu lebih lama, tetapi dengan imbal hasil yang dihasilkan akan lebih konsisten. Jenis investasi ini cocok bagi mereka dengan kebutuhan jangka panjang, seperti biaya menikah, dana pensiun, dan tabungan pendidikan anak.

Terkait investasi mana yang lebih menguntungkan, kedua jenis investasi ini sejatinya sama, tetapi hanya jangka waktunya yang berbeda. Bahkan, bisa juga untuk melakukan investasi jangka panjang dan pendek secara bersamaan. Caranya dengan memilih beberapa instrumen berbeda, seperti saham (jangka panjang) atau reksa dana pasar uang (jangka pendek).

  1. Menghemat 80% Dana yang Dikeluarkan

Berikutnya, cara menerapkan prinsip 80/20 adalah fokus dengan 80% dana yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan. Persentase 80% dana itu biasanya akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan, mulai dari yang pokok sampai sekunder. Cara untuk menghemat pengeluaran itu, antara lain:

  • Cari cara lebih murah untuk mendapatkan hal yang diinginkan.
  • Hindari transaksi dengan debit atau kartu kredit apabila tidak dapat mengontrolnya.
  • Cari teman yang bisa diajak untuk ngekos/tinggal bersama sehingga biaya dapat dibagi dua.
  • Membawa bekal dari rumah ketimbang makan di luar.
  • Jika memang harus makan di luar, bawalah air minum sendiri dalam botol. Di samping lebih sehat, hal itu juga dapat mengurangi pengeluaran makan siang.
  1. Jangan Berhenti di 80/20

Adapun aturan 80/20 ini merupakan batas minimum sehingga setelah nantinya seseorang berhasil melakukan prinsip 80/20 Pareto secara konsisten, ia tidak boleh berhenti di situ. Dalam arti, ia harus mencoba untuk menambahkan porsi yang dialokasikannya untuk tabungan. Karena itu, usahakan untuk menerapkan aturan 70/30 atau 60/40.

Pasalnya, makin banyak dana yang disisihkan, kian besar juga kesempatan untuk memiliki dana lebih banyak pada masa depan. Peruntukan dana ini pun bisa macam-macam, misalnya dana pensiun, mengembangkan portofolio aset lebih besar, modal bisnis, ataupun membeli barang-barang yang diinginkan.

 

Penulis: Kontributor
Editor: Anju Mahendra

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

DIREKTORI LIST

ARTIKEL TERBARU

OJK Dorong Pertumbuhan Teknologi Finansial Urun Dana

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong peran industri teknologi finansial urun dana atau securities crowdfunding (SCF) untuk meningkatkan skala bisnis pelaku UMKM di Indonesia. Pasalnya,...

Regulatory Sandbox: Strategi Jitu Tangkal Kealpaan Regulasi Fintech

Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) menilai, penggunaan regulatory sandbox atau ruang uji coba terbatas bagi para perusahaan rintisan di bidang finansial teknologi atau...

Kesenjangan Akses Keuangan antara Kota dan Desa, Ini Kata OJK

Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen, Tirta Segara mengungkapkan bahwa masih tercipta gap atau kesenjangan yang cukup lebar...

Disinggung OJK, AFPI Putus Keanggotaan Penagih Utang PT ITN

Kantor milik PT Indo Tekno Nusantara (ITN) digerebek kepolisian pada Kamis, (14/10) lalu. ITN merupakan perusahaan penagih utang yang mengoperasikan 13 perusahaan pinjol, di...

Tentang Waktu dan Petunjuk Cara Ikut Lelang Pegadaian

Lelang Pegadaian adalah penjualan barang gadai oleh Pegadaian dengan cara dilelang kepada khalayak masyarakat. Mengingat debitur tidak sanggup melunasi pinjamannya, Pegadaian pun berhak untuk...
LANGUAGE