26.8 C
Jakarta
Selasa, 16 Agustus, 2022

Pasar Kripto Bergejolak, Tapi Masih Cenderung Bergerak Positif

JAKARTA, duniafintech.com – Harga mata uang kripto sepanjang pekan ini cenderung menguat, di tengah masih tingginya gejolak atau ketidakpastian seputar akhir krisis Ukraina sementara kebijakan moneter di Amerika Serikat (AS) memicu kekhawatiran resesi yang menekan kelas aset investasi konvensional.

Tingginya inflasi mendorong bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) menaikkan suku bunga acuan sebesar 75 basis poin (bp) dan diperkirakan mengulanginya pada Juli depan. Akibatnya, resesi diprediksi bakal terjadi.

Melansir laporan CNBC Indonesia, Selasa (28/7/20229, harga Bitwise 10 Crypto Index Fund, reksa dana indeks yang mengacu pada pergerakan 10 mata uang kripto utama di dunia, tercatat anjlok 2,75% pada perdagangan Jumat (24/6/2022) menjadi 12,01.

Namun secara mingguan, posisi tersebut setara dengan reli sebesar 2,65% jika dibandingkan dengan penutupan Jumat akhir pekan lalu, yang berada di level 11,7. Secara tahun berjalan, indeks Bitwise masih terhitung anjlok 68,5%. Kripto terus mengalami gejolak.

Di dalam reksa dana indeks Bitwise, Bitcoin menyumbang 66,4% kapitalisasi pasarnya diikuti Ethereum sebesar 24%. Sisanya berasal dari mata uang kripto lain yakni Cardano, Solana, Polkadot, Avalanche, Litecoin, Polygon, Chainlink dan Bitcoin Cash.

Baca jugaSesuai Standar Kemenag, Inilah Daftar Biaya Umroh 2022 Terbaru

Di antara 10 mata uang kripto berkapitalisasi pasar terbesar yang terdata oleh Coinmarketcap, reli harga terbesar sepanjang 7 hari terakhir ini dibukukan oleh Solana yakni sebesar 41,93% menjadi US$ 41,41 atau Rp 614.090 per keping pada pukul 15:00 WIB.

Sebaliknya, koin Binance USD menjadi mata uang kripto yang berkinerja terburuk, dengan koreksi tipis 0,02% menjadi US$ 1 atau Rp 14.830 per keping. Kapitalisasi pasarnya mencapai US$ 55,9 miliar atau setara dengan Rp 829 triliun.

Di antara 100 mata uang kripto berkapitalisasi pasar terbesar, Compound menjadi jawara reli (top gainer) sepekan, sebesar 90,22% menjadi US$ 53,6/keping. Sebaliknya XDC Network mengalami koreksi terparah, yakni minus 1,25% ke US$ 0,029 atau Rp 430,5 per keping.

Compound adalah fasilitas pinjam-meminjam mata uang kripto berbasis blockchain. Sementara itu, XDC Network diklaim sebagai pengembang blockchain hibrida pertama di dunia yang berbasis sistem terbuka (open source) tetapi siap digunakan untuk korporasi.

Baca juga: Masyarakat Shanghai Gunakan NFT Buat Rekam Masa Lockdown Covid-19

Baca juga: Melek Teknologi, NFT Jadi Metode Lain untuk Populerkan Karya Musisi Tanah Air

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Makin Dilirik, Sandiaga Uno Ajak Jelajahi Keindahan Indonesia Lewat Metaverse

JAKARTA, duniafintech.com - Teknologi Metaverse kini semakin dilirik, Sandiaga Uno mengajak untuk menjelajahi keindahan Indonesia melalui Metaverse.  Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif atau Menparekraf ini...

OneAset, Aplikasi Investasi One Stop Solution Favorit Masa Kini

JAKARTA, duniafintech.com - Saat ini investasi sudah mulai dikenal luas oleh masyarakat, salah satunya karena munculnya berbagai aplikasi yang mendukung, yakni OneAset adalah suatu...

Asuransi Kesehatan Syariah untuk Keluarga, Inilah Produknya

JAKARTA, duniafintech.com – Asuransi kesehatan syariah untuk keluarga penting dimiliki sebagai upaya pertanggungan atas segala risiko yang akan terjadi. Tentu saja, setiap orang ingin memiliki...

10 Game NFT Terbaik, Seru dan Bisa Hasilkan Cuan Lho!

JAKARTA, duniafintech.com - Game NFT atau non-fungible token terbaik sepertinya penting untuk anda ketahui. Selain asyik dan seru, ternyata game non-fungible token terbaik juga...

Ada Sinyal dari Menteri ESDM, Harga Pertalite Bakal Naik?

JAKARTA, duniafintech.com - Harga BBM jenis pertalite diisukan bakal naik. Rencana kenaikan harga ini dilakukan di tengah keputusan Badan Anggaran (Banggar) DPR yang menolak...
LANGUAGE