29.3 C
Jakarta
Jumat, 23 Februari, 2024

Pasar Modal: Sejarah, Instrumen, hingga Perbedaannya dengan Pasar Crypto

JAKARTA, duniafintech.com – Pasar modal, apa itu? Seperti diketahui juga, dalam beberapa waktu terakhir, aset kripto telah menjadi magnet bagi para investor. Kripto adalah bentuk aset digital yang menggunakan teknologi kriptografi untuk mengamankan transaksi, mengendalikan penciptaan unit baru, dan memverifikasi transfer aset.

Popularitas yang terus meningkat dalam dunia kripto ini disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk potensi peningkatan nilai yang signifikan, tingkat keamanan yang tinggi, dan kemampuan untuk mentransfer uang secara internasional dengan biaya yang rendah dan kecepatan yang luar biasa.

Penting untuk memahami bahwa kripto sekarang juga menjadi bagian dari ekosistem pasar modal (capital market) karena beberapa kripto, seperti Bitcoin dan Ethereum, diperdagangkan di bursa kripto. Pasar modal adalah sistem yang memfasilitasi pembelian dan penjualan aset keuangan seperti saham, obligasi, dan instrumen keuangan lainnya.

Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang apa yang dimaksud dengan pasar modal, sejarahnya, instrumen yang terlibat, manfaatnya, dan bagaimana ia berbeda dari pasar kripto, berikut ini ulasannya.

Pasar Modal adalah

Secara mendasar, capital market adalah sistem yang memfasilitasi perdagangan instrumen keuangan jangka panjang seperti saham, obligasi, dan instrumen keuangan lainnya.

Baca juga: Apa Itu Pasar Modal Syariah? Kenali Perbedaannya dengan Pasar Modal Konvensional

ISFF 2023 INDODAX

Dalam capital market, investor dan perusahaan emiten serta pelaku pasar modal lainnya melakukan transaksi jual beli surat berharga. Di Indonesia, Bursa Efek Indonesia (BEI) merupakan tempat utama bagi pasar modal.

Peran capital market dalam perekonomian sangat penting karena merupakan sumber pendanaan. Pasar modal memberikan kesempatan kepada perusahaan dan pemerintah untuk mendapatkan dana dengan menjual saham atau menerbitkan obligasi.

Selain itu, capital market juga berperan dalam investasi dan pengembangan. Kehadiran pasar modal menciptakan peluang bagi investor untuk berpartisipasi dalam pertumbuhan perusahaan dan ekonomi secara keseluruhan. Pasar modal memainkan peran kunci dalam mendukung ekonomi yang berkelanjutan dan pertumbuhan bisnis.

Sejarah dan Perkembangan Pasar Modal

Pasar modal memiliki sejarah yang panjang dan telah berkembang selama berabad-abad di seluruh dunia. Awal mula capital market dapat ditelusuri hingga abad ke-17, ketika Amsterdam Stock Exchange (Bursa Efek Amsterdam) didirikan pada tahun 1602 oleh East India Company (EIC), menjadikannya bursa saham pertama di dunia yang resmi beroperasi.

Bursa ini menjadi landasan penting bagi perkembangan capital market di masa mendatang. Kemudian, pada tahun 1801, London Stock Exchange didirikan, menandai pertumbuhan pesat pasar modal di berbagai negara Eropa dan Amerika Utara.

Masuk ke abad ke-21, kemajuan teknologi informasi, terutama internet, mengubah paradigma perdagangan. Perdagangan daring (online trading) menjadi populer, membuat capital market global lebih terjangkau dan dapat diakses oleh individu dengan lebih mudah.

Di Indonesia, capital market juga telah mengalami pertumbuhan yang signifikan selama beberapa dekade terakhir. Sejarah pasar modal Indonesia dimulai pada tahun 1912, ketika Pemerintah Hindia Belanda mendirikan Bursa Efek Batavia (kini dikenal sebagai Bursa Efek Indonesia), menjadi bursa saham pertama di Indonesia.

Pada tahun 1952, capital market Indonesia mulai diatur secara resmi dengan diberlakukannya Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1952 tentang Bursa Efek. Pada tahun 1989, pemerintah memperkenalkan program penawaran saham perdana (IPO) untuk perusahaan swasta, yang sebelumnya hanya berlaku untuk perusahaan milik negara.

Pada tahun 2020, Bursa Efek Indonesia (BEI) akhirnya menggabungkan perdagangan saham, obligasi, dan derivatif ke dalam satu sistem perdagangan yang dikenal sebagai Indonesia Trading System (IDX Trading System). Hal ini mencerminkan transformasi capital market Indonesia menuju sistem perdagangan yang lebih efisien dan terintegrasi.

Instrumen di Pasar Modal

Pasar modal, sering disebut sebagai bursa efek, menawarkan berbagai macam instrumen keuangan yang diperdagangkan setiap hari. Berikut adalah beberapa jenis instrumen capital market yang penting untuk dipahami:

1.  Saham

Saham merupakan bukti kepemilikan atas suatu perusahaan. Para investor yang memiliki saham dalam suatu perusahaan berhak mendapatkan dividen, yaitu pembagian laba perusahaan.

2. Reksadana

Reksadana adalah wadah bagi penghimpunan dan pengelolaan dana dari banyak investor. Dana tersebut dikelola oleh manajer investasi dan diinvestasikan dalam berbagai instrumen keuangan seperti pasar uang, saham, efek, atau obligasi.

3. Surat Utang atau Obligasi

Surat utang atau obligasi adalah instrumen yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk menerima bunga dan pelunasan utang pada waktu yang telah ditentukan. Surat utang ini dapat dipindahtangankan kepemilikannya.

4. Exchange Traded Fund (ETF)

ETF, mirip dengan reksadana, merupakan sekuritas yang diperdagangkan di bursa efek dan mengikuti indeks tertentu. Dibandingkan dengan reksadana, ETF dapat diperdagangkan seperti saham di bursa efek.

5. Derivatif

Derivatif adalah instrumen keuangan turunan dari saham. Di capital market Indonesia, derivatif terbagi menjadi dua jenis, yaitu warrant dan right.

6. Aset Kripto

Aset kripto adalah bentuk digital dari mata uang yang menggunakan teknologi kriptografi untuk keamanan dan mengontrol penciptaan serta transfernya. Beberapa contoh aset kripto yang populer termasuk Bitcoin, Ethereum, Ripple, dan Litecoin.

Pemahaman mendalam tentang instrumen-instrumen ini penting bagi investor karena masing-masing memiliki karakteristik dan risiko yang berbeda. Memilih instrumen yang sesuai dengan tujuan investasi dan profil risiko merupakan langkah penting dalam berinvestasi di capital market.

Manfaat Pasar Modal

Setelah memahami definisi dan instrumennya, penting untuk mengetahui manfaat yang dapat diperoleh dari capital market. Pasar modal memberikan manfaat signifikan baik bagi emiten, yaitu pihak yang menerbitkan saham atau efek kepada publik sesuai dengan peraturan yang berlaku, maupun bagi para investor. Berikut adalah penjelasan mengenai manfaat tersebut:

  1. Manfaat untuk Emiten
  • Pengumpulan Dana Besar: Emiten dapat mengumpulkan dana dalam jumlah besar melalui capital market.
  • Pencairan Dana Secara Cepat: Dana yang terkumpul dapat diterima secara cepat setelah penawaran perdana.
  • Kemudahan Pengelolaan Dana: Tanpa ketentuan-ketentuan yang ketat, manajemen memiliki fleksibilitas lebih dalam mengelola dana dan operasional perusahaan.
  • Meningkatkan Solvabilitas dan Citra Perusahaan: Partisipasi di capital market meningkatkan solvabilitas perusahaan dan menciptakan citra positif di mata investor dan publik.
  • Kemandirian Finansial: Emiten memiliki ketergantungan yang lebih rendah terhadap lembaga keuangan seperti bank.
  1. Manfaat untuk Investor
  • Peluang Keuntungan yang Menguntungkan: Investor memiliki peluang investasi dengan potensi keuntungan yang menarik.
  • Diversifikasi Portofolio: Capital market memungkinkan investor untuk mendiversifikasi portofolio mereka, mengurangi risiko investasi dan meningkatkan potensi imbal hasil.

Perbedaan antara Pasar Modal dan Pasar Crypto

Pasar modal dan pasar kripto adalah dua entitas keuangan yang berbeda secara mendasar. Perbedaan antara keduanya meliputi sejumlah karakteristik dan kelebihan serta kekurangan yang perlu dipertimbangkan:

Pasar Modal

  • Instrumen Keuangan Jangka Panjang: Pasar modal adalah tempat perdagangan berbagai jenis instrumen keuangan jangka panjang, seperti saham, obligasi, reksa dana, dan lainnya.
  • Lembaga Keuangan Terlisensi: Perdagangan instrumen keuangan di capital market biasanya dilakukan melalui lembaga keuangan yang terlisensi.
  • Regulasi oleh Otoritas Keuangan: Capital market diatur oleh otoritas keuangan dan pemerintah, menciptakan kerangka kerja hukum yang ketat.
  • Likuiditas dan Transparansi Tinggi: Capital market umumnya memiliki tingkat likuiditas yang baik dan tingkat transparansi yang tinggi.

Pasar Crypto

  • Aset Kripto: Pasar kripto terdiri dari berbagai aset kripto, seperti Bitcoin dan Ethereum, yang merupakan bentuk digital dari mata uang.
  • Perdagangan Desentralisasi: Perdagangan aset kripto dilakukan secara desentralisasi melalui berbagai platform perdagangan kripto di seluruh dunia, tanpa pengawasan lembaga keuangan konvensional atau otoritas pemerintah.
  • Volatilitas Tinggi: Pasar kripto dikenal karena volatilitas tinggi, di mana harga aset kripto dapat berfluktuasi secara signifikan dalam waktu singkat.
  • Ketidakpastian Regulasi dan Risiko Keamanan: Pasar kripto sering menghadapi ketidakpastian regulasi dan risiko terkait keamanan dan penipuan.

Baca juga: Lembaga Penunjang Pasar Modal di Indonesia: Jenis dan Keuntungan

Pasar Modal

Dalam konteks investasi, baik capital market maupun pasar kripto memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, yaitu:

Pasar Modal

  • Kelebihan: Instrumen keuangan di pasar modal cenderung lebih stabil dan lebih dipahami oleh investor. Regulasi ketat dan pengawasan oleh otoritas membantu melindungi investor dan memberikan transparansi dalam perdagangan instrumen keuangan.
  • Kekurangan: Potensi keuntungan terbatas dibandingkan dengan pasar kripto. Likuiditas mungkin tidak selalu tinggi, terutama di pasar saham dengan kapitalisasi pasar kecil.

Pasar Crypto

  • Kelebihan: Potensi keuntungan tinggi karena volatilitas harga yang besar pada aset kripto tertentu. Tingkat likuiditas tinggi dan aksesibilitas pasar global karena pasar kripto dapat diakses oleh siapa pun dengan koneksi internet.
  • Kekurangan: Tingkat risiko tinggi karena fluktuasi harga yang besar dan ketidakstabilan pasar. Ketidakpastian regulasi dan risiko terkait keamanan dan penipuan menjadi perhatian.

Pelaku di Pasar Modal

Sudah paham dengan manfaat capital market dan perbedaannya dengan pasar crypto, bukan? Sekarang, mari kenali pelaku-pelaku di pasar modal yang memainkan peran penting dalam menjaga kelancaran kegiatan di dalamnya. Berikut adalah beberapa pelaku capital market yang perlu kita ketahui:

  1. Emiten

Emiten adalah pihak pertama yang terlibat dalam pasar modal. Mereka adalah pemilik surat berharga atau portofolio efek yang diterbitkan di capital market untuk mendapatkan modal dari investor. Emiten mengelola dana yang diperoleh dari investor untuk memajukan bisnisnya, dan imbal hasil dari pengelolaan tersebut berupa dividen yang diterima oleh investor.

  1. Investor

Investor adalah elemen kunci dalam capital market. Keberlangsungan pasar modal bergantung pada investasi dana yang dilakukan oleh investor dalam berbagai produk capital market. Mereka menyuntikkan modal dan melakukan transaksi atas efek-efek tersebut dengan harapan meraih keuntungan.

  1. Penjamin Emisi

Penjamin emisi adalah pihak yang melakukan perjanjian kontrak dengan perusahaan emiten untuk menawarkan sisa efek yang belum terjual. Tugas mereka adalah menjamin kelangsungan kegiatan emiten di pasar modal dengan memastikan semua efek terjual.

  1. Agen Perantara

Agen perantara memiliki peran mencari investor yang bersedia menginvestasikan dana mereka dalam instrumen capital market tertentu. Mereka bertindak sebagai perantara dan memperoleh kompensasi berupa honorarium ketika berhasil menarik investor untuk melakukan transaksi efek.

  1. Pialang (Broker)

Pialang atau broker adalah perantara antara penjual dan pembeli saham di capital market. Mereka membantu dalam menjalankan transaksi dan menyediakan layanan serta saran kepada investor. Untuk menjadi pialang, mereka harus melewati ujian kelulusan Wakil Perantara Pedagang Efek (WPPE) dan mendapat sertifikasi Certified Financial Analyst (CFA).

Baca juga: Jenis-jenis Pasar Modal, Apa Saja? Cari Tahu Yuk di Sini!

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Iklan

ARTIKEL TERBARU

LANGUAGE