24.5 C
Jakarta
Jumat, 27 Mei, 2022

Pasar Saham Melemah Karena Corona? Lirik Fintech Ini Aja!

duniafintech.com – Dampak dari wabah penyakit COVID-19 yang disebabkan oleh virus corona terbaru telah dirasakan di berbagai sisi kehidupan, salah satunya adalah pasar saham melemah. Pasar saham melemah karena corona membuat investor melakukan panic selling. Akibatnya, harga pun terus terpuruk.

Pasar Saham Melemah Karena Corona

Tidak hanya meregang banyak nyawa, imbas corona juga dirasakan di lantai bursa. IHSG belakangan ini terus-menerus dihantam dan turun hingga ke level 3.937,63 pada penutupan perdagangan di Selasa (24/03/2020).

Dilihat dari data statistik yang dikutip dari laman resmi Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG sudah terjun bebas 13,44% sejak 1 Januari-28 Februari 2020 (year to date). Pelemahan IHSG terjadi akibat penyebaran virus corona yang terjadi di 65 negara di dunia, termasuk Indonesia.

Baca juga :

Sikapi Pasar Saham Melemah Karena Corona, Tumbuhkan Aset Anda dengan P2P Lending

Tak perlu khawatir pasar saham melemah karena corona karena investor sejati tentunya tidak akan tinggal diam. Para investor pun mulai mencari pilihan instrumen lainnya untuk menumbuhkan aset mereka. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir risiko dan menghindari kerugian lebih besar.

Salah satu pilihan populer yang mulai dilirik sebagai sarana penumbuh aset yaitu peer-to-peer (P2P) lending. Pasalnya, P2P lending menawarkan potensi imbal hasil yang cukup menarik, lebih besar dari kebanyakan produk obligasi maupun deposito bank.

Yang lebih penting, tingkat imbal hasil yang ditawarkan oleh P2P lending bebas dari spekulasi pasar dan tidak dipengaruhi oleh fluktuasi harga di pasar investasi. Untuk memulai menumbuhkan aset melalui platform P2P lending pun sangat mudah karena semua prosesnya dapat dilakukan secara online.

Salah satu platform P2P lending yang populer di Indonesia, MEKAR.memberi kesempatan kepada institusi atau individu untuk memberikan pinjaman usaha kepada pelaku UMKM Indonesia secara online dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi.

Lender di MEKAR telah mendanai lebih dari 64.000 pinjaman usaha kecil di 146 kota/kabupaten dan 21 provinsi di Indonesia. Untuk menjangkau peminjam di desa-desa dan pelosok Indonesia, MEKAR menggandeng koperasi-koperasi simpan pinjam di berbagai daerah di tanah air sebagai Mitra Penyalur Pinjaman.

Sejak awal 2017 saat platform ini pertama kali diluncurkan, MEKAR berhasil menjaga angka kegagalan bayar kepada lender di level 0%, artinya hingga hari ini, seluruh lender yang memberikan pinjaman melalui platform ini selalu mendapatkan pembayaran kembali atas pinjaman yang mereka danai.

MEKAR juga memberikan perlindungan ganda atas dana yang dikucurkan oleh lendernya, yaitu dengan mewajibkan koperasi yang menjadi mitranya untuk memberikan jaminan perlindungan atas dana lender. Sehingga, apabila terdapat peminjam yang mengalami gagal bayar, koperasi yang menyalurkan pinjaman tersebut tetap harus membayarkan kembali pokok pinjaman kepada lender. Inilah lapisan perlindungan pertama terhadap dana lender.

Lapisan perlindungan kedua yang disediakan MEKAR berupa fasilitas asuransi kredit yang melindungi hingga 80% dari dana lender. Fasilitas ini diberikan secara cuma-cuma tanpa adanya tambahan biaya premi yang dibebankan kepada lender.

(DuniaFintech/ Dinda Luvita)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Harga Kripto 27 Mei 2022 Masih Loyo, Bitcoin Cs Bertengger di Zona Merah

JAKARTA, duniafintech.com - Harga Kripto masih lesu. Bitcoin dan kripto jajaran teratas terpantau kembali mengalami pergerakan harga yang kompak pada Jumat (27/5/2022) pagi. Mayoritas...

Ganti Kulit! Kripto Terra LUNA Jenis Baru Meluncur Jumat Ini, Dipastikan Tanpa UST

JAKARTA, duniafintech.com - Proposal untuk meluncurkan blockchain baru kripto Terra LUNA Terra 2.0 tanpa stablecoin algoritmis telah lolos. 65,5 persen peserta memilih mendukung proposal...

Peringatan Keras dari Jokowi, APBN dan APBD Tak Boleh Beli Barang Impor! 

JAKARTA, duniafintech.com - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mewanti-wanti kementerian/lembaga hingga kepala daerah tidak membelanjakan APBN sebesar Rp 2.714,2 triliun dan APBD sebesar Rp...

Mantap, Perusahaan Properti Mulai Terima Bitcoin Sebagai Alat Bayar Jual Beli Apartemen

JAKARTA, duniafintech.com - Salah satu pengembang properti di Brazil, Livecoin secara resmi mengumumkan mereka menerima pembayaran dalam bentuk Bitcoin untuk pembelian apartemen mereka. Tidak hanya...

Luhut Punya Strategi Jitu Guna Mengurai Polemik Harga Minyak Goreng

JAKARTA, duniafintech.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan strategi agar pasokan dan harga minyak goreng kembali normal. Luhut...
LANGUAGE