26.7 C
Jakarta
Minggu, 26 Juni, 2022

Ekonom: Fintech Lending Bisa Bantu Ekonomi RI di Tengah Wabah Corona

duniafintech.com – Sejumlah perusahaan fintech peer to peer lending optimistis menghadapi situasi merebaknya wabah virus Covid-19. Fintech lending bisa bantu ekonomi RI dengan menjadi solusi bagi mereka yang ingin mendapatkan akses pendanaan tanpa perlu bertatap muka, sehingga bisa membantu perputaran roda perekonomian Indonesia di tengah krisis.

Menurut keterangan tertulis Direktur Eksekutif Institute For Development of Economics and Finance (INDEF) Tauhid Ahmad selaku ekonom Indonesia, fintech lending bisa bantu ekonomi RI di tengah wabah corona ini karena memiliki ssstem yang dibutuhkan saat ini yakni proses yang seluruhnya secara digital, dapat memproses pinjaman dengan cepat tanpa bertele-tele, dan yang terpenting adalah transparansi.

Tauhid menambahkan di berbagai negara, suku bunga pinjaman di tengah situasi virus ini menjadi rendah sekali, bahkan tingkat suku bunga yang dikeluarkan beberapa department keuangan hingga nol persen. Jika suku bunga tinggi, potensi non-performing loan (NPL) semakin meningkat. Dengan demikian, hal Ini bisa menjadi pukulan balik untuk industri fintech lending ke depannya.

Baca Juga: 

Selain itu, sebagai layanan keuangan yang terbilang baru di Indonesia, para Ekonom percaya bahwa industri pinjaman uang berbasis digital optimis fintech lending bisa bantu ekonomi RI dan menghadapi situasi merebaknya wabah COVID-19.  Industri fintech lending melihat situasi ini sebagai kesempatan yang baik untuk memperkenalkan lagi industri yang masih baru di Indonesia. Cara lainnya misalnya perusahaan dapat membuat fasilitas tambahan seperti mengadakan program diskon atau hal menarik lainnya.

Situasi saat ini menjadi tantangan tersendiri bagi para penyelenggara fintech lending. Untuk itu diperlukan inovasi produk serta layanan yang dapat mencakup kebutuhan masyarakat saat ini. Hal ini bukan cara yang mudah tapi perlu dilakukan agar industri terus berkembang di tengah situasi yang tidak menentu.

Dengan kebijakan pemerintah meminta masyarakat mengurangi interaksi sosial karena wabah virus tersebut, fintech lending dapat menjadi solusi bagi mereka yang ingin mendapatkan akses pendanaan tanpa perlu bertatap muka, sehingga bisa membantu roda ekonomi Indonesia.

(DuniaFintech/VidiaHapsari)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Bursa Kripto Masih Belum Terealisasi, Langkah Mendag Zulkifli Hasan Ditunggu

JAKARTA, duniafintech.com - Keberadaan bursa kripto sebagai bagian dari ekosistem perdagangan legal aset kripto di Indonesia hingga kini belum berujung atau terealisasi.  Meski pucuk pimpinan...

Segera Siapkan Regulasi Investasi Kripto, Zulkifli Hasan Bilang Biar Lebih Aman

JAKARTA, duniafintech.com - Investasi aset kripto saat ini banyak digandrungi masyarakat Indonesia. Kementerian Perdagangan (Kemendag) terus beradaptasi dengan tren ekosistem ekonomi digital itu. Hal itu...

Harga Volkswagen Polo hingga Daftar Dealernya

JAKARTA, duniafintech.com – Volkswagen Polo hingga kini masih menjadi salah satu mobil asal Jerman yang paling banyak diminati oleh masyarakat. Baik di Indonesia maupun di...

Estimasi Biaya Laparoskopi, Mahal Enggak Ya?

JAKARTA, duniafintech.com – Estimasi biaya laparoskopi di rumah sakit memang terbilang cukup menguras kantong, bahkan bisa mencapai puluhan juta. Laparoskopi sendiri adalah tindakan medis berupa...

Sesuai Syariat Islam, Begini Prinsip P2P Lending Syariah

JAKARTA, duniafintech.com - Pastinya P2P lending sudah tidak asing lagi di telinga, bukan? Seiring perkembangan zaman dan teknologi, dunia fintech syariah terus mengalami peningkatan....
LANGUAGE