30 C
Jakarta
Rabu, 30 September, 2020

Paypal Menggarap Pasar China dengan Membeli Saham Gopay

duniafintech.com – Paypal, perusahaan asal Amerika Serikat (AS) mendapatkan izin dari people’s bank of China (PBoC) untuk menggarap pasar China dengan mengakuisisi 70% saham milik negara di Gopay. Namun Gopay yang dimaksud bukan pembayaran digital milik Gojek, melainkan Guofubao Information Technology Co.Ltd. Dengan Paypal menggarap pasar China akan menjadikan perusahaan ini sebagai platform pembayaran luar negeri pertama yang menyediakan layanan pembayaran online di China.

Perlu diketahui bahwa paypal menggarap pasar China dengan membeli saham China Internasional Commerce Center (CIECC) dan Cofortune Information Technology Co Ltd. Gopay merupakan perusahaan urun dana dengan nama Guofubao Information Technologi Co Ltd. Sedangkan CIECC merupakan pusat perdagangan elektronik (e-commerce) Internasional Tiongkok.

Gopay China memiliki lisensi transaksi online dan seluler serta pembayaran digital untuk e-commerce, perdagangan lintas negara, penerbangan, pariwisata, juga yang lainnya. Dengan kata lain Paypal akan bersaing langsung dengan WeChat Pay dan Alipay pada segmen mobile, namun masih banyak ruang untuk tumbuh yang akan menguntungkan Paypal.

Baca Juga :

Menurut keterangan dari pihak Goufabo yang dilansir dari laman Tech Crunch, Paypal menggarap pasar China melalui saham pengendali anak perusahaan yang berbasis di shanghai, Yinbaobao Information Technologi Co Ltd. Namun perusahaan Gopay tidak mengungkapkan nilai akuisisi secara rinci.

Kehadiran Paypal di China datang saat ketegangan hubungan perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan China meningkat. Tepatnya ketika Gedung Putih mempertimbangkan untuk membatasi beberapa investasi AS di China.

Menurut laporan dari Frost & Sullivan memperkirakan pembayaran segmen mobile akan tumbuh sebesar 21,8 % menjadi US$96,73 triliun dari kurun waktu 2017 ke 2023. Pertumbuhan sebagian besar didorong oleh peningkatan permintaan segmen e-commerce. Pasar juga mengalami peningkatan transaksi lintas batas, khususnya di sektor-sektor e-commerce, perjalanan dan pendidikan luar negeri.

Pada 2016 lalu, transaksi tercatat mencapai US$6,66 triliun. Laporan itu juga memperkirakan jumlah pelanggan pembayaran mobile yang aktif akan mencapai 956 juta pada tahun 2023, naik dari jumlah pelanggan pada 2017 yang sebanyak 562 juta.

-Vidia Hapsari-

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Paris Saint-German Tanda Tangani Kontrak dengan Perusahaan Blockchain Sorare

DuniaFintech.com – Tim sepakbola terkemuka asal Prancis, Paris Saint-Germany (PSG) menjadi klub Eropa terbaru yang menandatangani kesepakatan lisensi dengan perusahaan Blockchain Sorare. Perusahaan...

Hati-Hati Dengan Praktik Fintech Ilegal, Tawarkan Pinjaman Lewat SMS

DuniaFintech.com – Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) menyatakan aktivitas penawaran dari fintech ilegal makin marak di tengah masyarakat. Mereka biasanya menyasar...

BukuWarung Raih Pendanaan Hingga Puluhan Juta Dolar

DuniaFintech.com - Penyelenggara teknologi keuangan (fintech) untuk pembukuan dan kas, BukuWarung disebut meraih pendanaan hingga puluhan juta Dollar Amerika Serikat. Hal ini...

Hikmah Pandemi, Indonesia Punya Moment untuk Penguatan Kedaulatan Digital

Duniafintech.com - Memasuki era digital merupakan sebuah keniscayaan disaat seperti ini. Hampir semua aktivitas manusia sudah bisa dilakukan dengan memanfaatkan teknologi digital....

Walaupun Kredit Macet Industri Fintech Lending Naik, AFPI Pastikan Masin Aman

DuniaFintech.com – Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama (AFPI) menyatakan bahwa industri fintech lending naik. Hal ini terlihat dari adanya peningkatan rasio wanprestasi pengembalian...
LANGUAGE