25.7 C
Jakarta
Minggu, 27 September, 2020

Paypal Menggarap Pasar China dengan Membeli Saham Gopay

duniafintech.com – Paypal, perusahaan asal Amerika Serikat (AS) mendapatkan izin dari people’s bank of China (PBoC) untuk menggarap pasar China dengan mengakuisisi 70% saham milik negara di Gopay. Namun Gopay yang dimaksud bukan pembayaran digital milik Gojek, melainkan Guofubao Information Technology Co.Ltd. Dengan Paypal menggarap pasar China akan menjadikan perusahaan ini sebagai platform pembayaran luar negeri pertama yang menyediakan layanan pembayaran online di China.

Perlu diketahui bahwa paypal menggarap pasar China dengan membeli saham China Internasional Commerce Center (CIECC) dan Cofortune Information Technology Co Ltd. Gopay merupakan perusahaan urun dana dengan nama Guofubao Information Technologi Co Ltd. Sedangkan CIECC merupakan pusat perdagangan elektronik (e-commerce) Internasional Tiongkok.

Gopay China memiliki lisensi transaksi online dan seluler serta pembayaran digital untuk e-commerce, perdagangan lintas negara, penerbangan, pariwisata, juga yang lainnya. Dengan kata lain Paypal akan bersaing langsung dengan WeChat Pay dan Alipay pada segmen mobile, namun masih banyak ruang untuk tumbuh yang akan menguntungkan Paypal.

Baca Juga :

Menurut keterangan dari pihak Goufabo yang dilansir dari laman Tech Crunch, Paypal menggarap pasar China melalui saham pengendali anak perusahaan yang berbasis di shanghai, Yinbaobao Information Technologi Co Ltd. Namun perusahaan Gopay tidak mengungkapkan nilai akuisisi secara rinci.

Kehadiran Paypal di China datang saat ketegangan hubungan perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan China meningkat. Tepatnya ketika Gedung Putih mempertimbangkan untuk membatasi beberapa investasi AS di China.

Menurut laporan dari Frost & Sullivan memperkirakan pembayaran segmen mobile akan tumbuh sebesar 21,8 % menjadi US$96,73 triliun dari kurun waktu 2017 ke 2023. Pertumbuhan sebagian besar didorong oleh peningkatan permintaan segmen e-commerce. Pasar juga mengalami peningkatan transaksi lintas batas, khususnya di sektor-sektor e-commerce, perjalanan dan pendidikan luar negeri.

Pada 2016 lalu, transaksi tercatat mencapai US$6,66 triliun. Laporan itu juga memperkirakan jumlah pelanggan pembayaran mobile yang aktif akan mencapai 956 juta pada tahun 2023, naik dari jumlah pelanggan pada 2017 yang sebanyak 562 juta.

-Vidia Hapsari-

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Kabar Baik untuk Pelaku UMKM, Tiru Cara Ini untuk Menaikan Omset Penjualan Online

Duniafintech.com - Saat ini pemerintah tengah menggenjot UMKM sebagai upaya untuk memperbaiki perekonomian. UMKM pun diutamakan untuk mendapatkan modal kerja agar segera...

Sempat Plin-Plan Soal Tiktok, Trump Akhirnya Berikan Restu Asal Terima Mahar 5 Miliar Dolar

Duniafintech.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump akhirnya berikan restu dan menyetujui kesepakatan yang akan memungkinkan aplikasi berbagi video pendek asal China...

Inilah 5 Pinjaman Online Terbaik 2020 yang Terdaftar di OJK untuk Kebutuhan Anda

Duniafintech.com - Anda tentu sudah tidak asing lagi dengan perusahaan Financial Technology (Fintech) atau yang biasa kita kenal juga dengan pinjaman online....

Mau Pasang Iklan Berjalan? Kenalan Dulu Yuk dengan 5 Startup Indonesia Ini

Duniafintech.com - Implementasi ide bisnis advertising atau pasang iklan berjalan di bodi kendaraan sudah dahulu muncul di Amerika Serikat lima tahun lalu....

Dua Startup Asuransi Digital Ini Peroleh Modal! Tren Insurtech Positif?

DuniaFintech.com - Qoala dan PasarPolis menjadi dua startup layanan asuransi berbasis digital yang mendapatkan suntikan dana di tahun 2020. Qoala mendapatkan pendanaan...
LANGUAGE