29.5 C
Jakarta
Minggu, 29 Mei, 2022

Pemerintah: Digitalisasi Desa dan Industri Pertanian Bisa Atasi Resesi Ekonomi

DuniaFintech.com – Koperasi Satelit Desa Indonesia (KSDI) menyebutkan Indonesia memiliki peluang untuk mengatasi resesi ekonomi akibat pandemi Covid-19. Salah satunya dengan memanfaatkan digitalisasi desa dan sektor pertanian. Apalagi hampir 75 persen seluruh wilayah Indonesia terdiri dari pedesaan.

Budiman Sudjatmiko selaku Ketua Dewan Pengawas KSDI menyebutkan, “memang pandemi ini menghantam sektor-sektor bisnis tapi pedesaan dan pertanian masih positif sehingga negara-negara yang mempunyai tanah yang luas pertanian masih bagus dan memiliki peluang lebih baik untuk segera bangkit dari krisis.”

Indonesia pernah menghadapi resesi ekonomi saat reformasi 98 lalu, tapi saat itu desa tidak terdampak. Tapi di masa pandemi Corona ini, desa terdampak dan menjadi benteng terakhir. Banyak orang kota lebih baik pulang ke desa asal bisa makan. Hal inilah yang dikatakannya perlu agar terus bisa menjadi benteng terakhir melawan krisis akibat pandemi ini. Perlunya strategi khusus guna membangun desa yang harus diakselerasi agar mendukung pertumbuhan ekonomi, mengingat penduduk miskin lebih banyak berada di pedesaan.

Baca Juga:

Saat ini, Indonesia masuk era digital, dan inilah yang bisa mengentaskan kemiskinan. Pemerintah sedang gencar memikirkan agar saluran logistik bisa diubah dengan memanfaatkan teknologi digital. Jika quantum communication dan digitalisasi desa terwujud, orang desa bisa menjual harga yang lebih baik dan kesenjangan desa-kota tidak akan ada lagi.

Budiman menambahkan saat ini pemerintahan Jokowi telah menyediakan Palapa Ring yang menjadi jalan tol komunikasi dari Sabang sampai Merauke. Namun ‘jalan kampung’ dan sekitarnya belum di aspal. Inilah yang kini akan dikolaborasikan. Bumdes akan sambungkan dengan perusahaan-perusahaan penyedia jasa internet untuk membuat kolaborasi digital agar tujuan digitalisasi desa dapat terwujud secepatnya.

Tahun depan, pengalokasian dana desa akan fokus pada tiga aspek yakni ketahanan pangan, digitalisasi desa, dan pengembangan perekonomian desa dengan memperkuat program padat karya tunai. Mengutip laman resmi DitjenPK Kementerian Keuangan (Kemenkeu), kebijakan pengalokasian dana desa juga mempertimbangkan karakteristik desa dan kinerja desa. Misallkan, difokuskan pada penguatan pengembangan usaha pertanian, perikanan, dan peternakan.

(DuniaFintech/VidiaHapsari)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Pembatalan Polis Asuransi Mobil: Prosedur dan Risikonya

JAKARTA, duniafintech.com – Pada dasarnya, pembatalan polis asuransi mobil merupakan cara menyelesaikan polis asuransi mobil yang masih dalam masa pertanggungan. Dalam arti, belum satu...

Baik Online Maupun Offline, Begini Cara Bayar Mandiri Virtual Account

JAKARTA, duniafintech.com – Pengertian Mandiri virtual account adalah metode pembayaran dari Bank Mandiri untuk bertransaksi di e-commerce atau aplikasi belanja online dengan menggunakan nomor...

2.290 Calon Jemaah Haji Riau Siap Berangkat ke Tanah Suci Awal Juni 2022

JAKARTA, duniafintech.com - Sebanyak 2.290 orang calon jemaah haji dari Provinsi Riau siap berangkat ke Tanah Suci. Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama Provinsi Riau...

Investasi Bodong Minyak Goreng, Emak Asal Ponorogo ini Masuk Penjara 4 Tahun

JAKARTA, duniafintech.com - EV (30) warga Desa Munggung, Kecamatan Pulung, Ponorogo, diamankan Satreskrim Polres Ponorogo usai melakukan penipuan investasi bodong, dengan kedok jual minyak...

Indonesia Masuk Jebakan Utang dari China?, Ini Jawaban Luhut..

JAKARTA, duniafintech.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marinves) Luhut Binsar Pandjaitan buka suara terkait anggapan bahwa Indonesia telah terperangkap jebakan utang...
LANGUAGE