26.6 C
Jakarta
Senin, 26 Juli, 2021

Pemerintah India Semakin Positif Menanggapi Kripto dan ICO

duniafintech.com – Sebuah laporan baru menyebutkan bahwa pemerintah India sudah memandang kripto aset dan seluruh mekanisme di belakangnya termasuk ICO sebagai sesuatu yang positif. Mereka menyebut bahwa teknologi baru ini merupakan revolusi global di ranah teknologi finansial. Laporan tersebut juga mendiskusikan bagaimana nantinya pemerintah akan meregulasi koin dan token nantinya.

Kementerian Keuangan India mengumumkan pada hari Senin bahwa Komite Pengarah pada Masalah Terkait Fintech telah menyerahkan laporan terakhirnya kepada menteri keuangan. Komite tersebut dibentuk oleh Departemen Urusan Ekonomi (Department of Economic Affairs/DEA) di bawah kepemimpinan Subhash Chandra Garg yang merupakan Sekretaris DEA pada saat itu. Sejak itu ia telah dipindahkan ke Kementerian Tenaga. Laporan 150 halaman termasuk bagian tentang mata uang digital dan token.

Baca juga: AI Startup Pitch Jadi Incaran Para Penggiat Startup AI

Komite menjelaskan dalam laporannya bahwa penggunaan token digital dapat menyelesaikan masalah beberapa mata uang, meningkatkan likuiditas dan biaya kepatuhan modal, memungkinkan untuk pembayaran mikro dan mempercepat proses pembayaran, yang selanjutnya menghilangkan risiko likuiditas.

“Mekanisme seputar cryptocurrency, khususnya Blockchain dan penawaran koin awal (Initial Coin Offerings/ICO), sedang merevolusi lanskap fintech global,” ungkap perwakilan pemerintah.

Laporan tersebut juga merinci bagaimana ICO bekerja dan menekankan bahwa penerbitan token telah muncul sebagai cara inovatif peningkatan modal oleh bisnis fintech.  Hal ini terbukti dengan 790 ICO yang telah dikeluarkan pada 25 September 2018 yang terlah berhasil mengumpulkan total $ 20 miliar. Tahun ini, jumlah total dana yang dihimpun secara global di ICOs sejauh ini adalah lebih dari $ 346 juta, menurut situs web pelacakan penjualan token, ICOdata.

Mandat komite ini adalah untuk mencatat perkembangan di ruang fintech secara global dan di India, mempelajari iklim pengaturan di berbagai kondisi demografis, mengidentifikasi area aplikasi dan menggunakan kasus-kasus dalam tata kelola dan jasa keuangan, menyarankan peningkatan pengaturan kelembagaan yang memungkinkan inovasi fintech.

Baca juga: Xiaomi Kembali Jalin Kerjasama dengan Samsung

Berita ini masih termasuk permulaan mengenai semakin besarnya perhatian pemerintah India terhadap kripto aset. Banyak pihak menantikan bagaimana finalisasi dari permintaan komite nantinya. Namun tampaknya banyak orang berharap akan segera ada titik terang untuk penggunakan kripto aset dan ICO di India.

-Dita Safitri-

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

DIREKTORI LIST

ARTIKEL TERBARU

Qoala Insurtech Ungkap Strategi Digital Marketing Tahun 2021

DuniaFintech.com - Pandemi Covid-19 memberikan banyak perubahan di berbagai aspek bisnis, termasuk gaya pemasaran di setiap industri. Namun, pandemi justru memberi peluang bagi perusahaan...

Fintech Santara, Investasi di Bisnis UMKM dengan Sistem Equity Crowdfunding

DuniaFintech.com - Fintech Santara merupakan platform equity crowdfunding yang berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan. Equity crowdfunding itu sendiri adalah istilah untuk layanan urun...

Jenis-jenis Produk Pinjaman Bank Syariah Indonesia

Sebagaimana bank-bank lainnya, Bank Syariah Indonesia atau BSI juga memiliki produk pinjaman bagi nasabahnya. Apa saja jenis pinjaman bank syariah? Perlu diketahui, Bank Syariah...

PasarPolis, Perusahaan Asuransi dengan User Experience Terbaik

PasarPolis merupakan perusahaan asuransi yang telah hadir sejak tahun 2015 untuk merevolusi industri asuransi yang selama ini cenderung sulit. Dengan memanfaatkan teknologi terbaru, PasarPolis...

Bareksa, Marketplace Investasi Digital Pertama di Indonesia

Bareksa merupakan marketplace investasi reksadana digital terintegrasi pertama di Indonesia. Startup financial technology (fintech) ini milik PT Bareksa Portal Investasi yang berdiri pada 17...
LANGUAGE