28.3 C
Jakarta
Minggu, 14 Juli, 2024

Pemilik Platform Bursa Kripto Mati Misterius, Duit Investor Rp 5,7 Miliar Raib

JAKARTA, duniafintech.com – Nasib apes dialami seorang pria bernama Tong Zou. Dia terpaksa harus merelakan uang 500 ribu dolar Kanada atau Rp 5,7 miliar dalam aset kripto hilang begitu saja. Ini terjadi setelah pendiri bursa kripto tempat dia menaruh uang, Gerald Cotten meninggal secara misterius.

Dilansir dari CNBC Indonesia, cerita Tong Zou ini merupakan salah satu kisah yang dibagikan dalam film dokumenter Netflix teranyar, Trust No One: The Hunt for The Crypto King.

Tong Zou meletakkan seluruh uangnya itu dalam sebuah bursa kripto terbesar di Kanada, Quadriga CX.

Sayang, Gerald Cotten dikabarkan meninggal saat sedang di India dan membuat semua uang puluhan ribu investor termasuk milik Tong Zou tak bisa diakses kembali.

“Itu hanya membuat saya lebih tertekan tentang hal itu. Saya bisa menginvestasikannya di real estat. Saya bisa memasukannya ke dalam saham,” kata Tong Zou kepada Sky News, dikutip Jumat (1/4/2022).

“Sejauh ini tidak ada yang ditemukan. Menyebalkan”.

Dia mengatakan jika banyak yang menyalahkannya atas kejadian ini. Serta juga menambahkan memang seharusnya melakukan banyak penelitian.

Tong Zou memiliki utang besar setelah pinjaman US$80 ribu (Rp 1,1 miliar) untuk membeli Bitcoin, sebelum harga kripto anjlok. Akhirnya dia memutuskan untuk menjual apartemennya di San Fransisco untuk melunasi hutangnya dan berencana pindah ke Vancouver.

Perlu untuk mentransfer US$400 ribu ke rekening di Kanada, dia memikirkan cara untuk menghindari biaya komisi bank. Karena itulah dia menggunakan Quadriga, dengan alasan juga pernah menggunakan bursa kripto lain dan banyak temannya yang menggunakan Quadriga.

Akhirnya, Tong Zou membeli Bitcoin dengan uangnya sebelum menjual cryptocurrency di Quadriga dengan harapan seluruh uangnya bisa ditransfer ke rekening bank Kanada miliknya. Namun lewat tiga bulan, tak ada uang yang masuk ke sana.

Kematian Gerald Cotten yang misterius pun menimbulkan spekulasi jika dia masih hidup. Belakangan diketahui sebelum kematiannya, pria tersebut menggunakan skema Ponzi dan penyidik menyebutnya sebagai ‘penipuan kuno yang dibungkus dengan teknologi modern’.

Sebagai informasi 76 ribu investor secara kolektif dikabarkan kehilangan setidaknya 169 juta dolar Kanada (Rp 1,9 triliun) karena masalah Quadriga CX.

 

 

 

 

Penulis: kontributor/Panji A Syuhada

Iklan

mau tayang di media lain juga

ARTIKEL TERBARU