24.7 C
Jakarta
Kamis, 5 Agustus, 2021

Penetrasi Teknologi Blockchain Menjamur di Asia, Eropa, Hingga Afrika

duniafintech.com – Tak diragukan lagi, penetrasi Teknologi Blockchain memang terbukti berpotensi menambah kemajuan masa depan dunia.

Teknologi ini memiliki konsep media penyimpanan data secara sederhana namun diimbangi dengan tingkat keamanan yang tinggi melalui jaringan peer-to-peer, sehingga semakin dipercaya oleh negara-negara besar di dunia sebagai teknologi yang bisa dimanfaatkan dalam berbagai sektor, seperti sektor keuangan, pendidikan, industri, kesehatan, pariwisata, dan lain-lain.

Teknologi yang juga menjadi tulang punggung dari teknologi mata uang digital seperti Bitcoin, dewasa ini semakin dilirik oleh negara-negara besar untuk diteliti lebih lanjut dan di aplikasikan ke dalam berbagai proses transaksi keuangan. Hal itu sesuai dengan pernyataan dari Royal Bank Of Canada (RBC) yang kini menerbitkan sebuah aplikasi yang memungkinkan pemrosesan transaksi pembayaran elektronik terhubung langsung dengan buku besar transparan seperti Blockhain. Aplikasi dompet digital dan perangkat Points-of-Sale yang dikembangkan oleh bank ini membuat merchant yang menggunakannya dapat melakukan transaksi pembayaran dalam berbagai jenis mata uang, termasuk mata uang digital, seperti Bitcoin.

Terkait perkembangan teknologi Blockchain, Lesetja Kganyago, Gubernur dari South African Reserve Bank (SARB) juga mengemukakan bahwa: “Teknologi Blockchain berpotensi membantu jutaan orang yang tidak mapan di bidang ekonomi, dan meningkatkan pelayanan pemerintah menjadi jauh lebih efisien.” Ia juga tertarik untuk mempertimbangkan manfaat Blockchain lebih lanjut untuk Afrika Selatan.

Senada dengan Afrika Selatan yang mendapatkan angin segar dari pemerintah di negaranya, industri Blockchain di Nigeria juga menerima dukungan penuh dari pemerintahnya untuk berkolaborasi dengan Cryptography Development Initiative of Nigeria (CDIN) dalam program pendidikan dan implementasi teknologi. CDIN merupakan sebuah organisasi Non-Pemerintah yang bertujuan mengatasi kesenjangan dalam perkembangan kriptografi demi kepentingan bersama. CDIN berharap bisa membuat instansi pemerintah, investor, konsumen dan pemangku kepentingan lainnya secara serentak tersadar dan tertarik dengan teknologi Blockchain untuk digunakan sebagai alat untuk mencegah kejahatan, melindungi konsumen, membuka lapangan kerja baru, serta memperbesar peluang bisnis di Nigeria.

Adeolu Fadele, Presiden CDIN, menambahkan bahwa :

Blockchain Nigeria 2017 akan menjadi konferensi Blockchain Internasional pertama di Afrika Barat, dengan tema menarik yaitu pengaplikasian teknologi Blockchain sebagai alat efektif untuk menjalankan program Anti-Korupsi dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi.”

Tak hanya di Afrika, di Switzerland baru-baru ini mengumumkan tentang persetujuan negara tersebut atas beroperasinya perusahaan Xapo secara sah dari Swiss Financial Market Supervisory Authority (FINMA). Xapo adalah sebuah perusahaan penyedia dompet Bitcoin. Persetujuan FINMA ini memiliki kedudukan yang sama dengan lisensi BitLicense yang diberikan ke bursa-bursa Bitcoin di New York. Perusahaan Xapo bersedia untuk terlibat dalam pasar keuangan Swiss dalam rangka memberikan pelayanan keuangan di negara tersebut. Hal yang paling penting dari persetujuan ini adalah lisensi yang diberikan pada Bitcoin Startups agar bisa memberikan pelayanan kepada pengguna mata uang digital. Lisensi ini menjadi bukti bahwa perusahaan tersebut tunduk pada peraturan yang ketat sesuai dengan kebijakan negara yang berlaku, seperti regulasi Know Your Customer (KYC) dan Anti-Money Laundering.

Fakta unik lain menyangkut semakin menjamurnya teknologi Blockchain datang dari negara China. Dimana People’s Bank of China (PBoC) di negara tersebut meluncurkan sebuah lembaga penelitian khusus untuk meneliti mata uang digital seperti Bitcoin. Pada sebuah wawancara, Li Wei selaku Direktur Departemen Teknologi mengungkapkan rencana PBoC untuk secara aktif meneliti dan mengeksplorasi teknologi Blockchain, yang merupakan teknologi canggih di balik popularitas mata uang digital. Bank Sentral China tertarik dengan kemampuan Blockchain dalam mengkonfirmasi transaksi keuangan secara cepat, efisien dan murah menggunakan jaringan peer-to-peer. Li Wei menambahkan bahwa PBoC membangun lembaga riset tersebut untuk memastikan bahwa potensi teknologi Blockchain bisa dimanfaatkan sepenuhnya ketika diaplikasikan di sektor keuangan negara itu.

Source : 

  • coindesk.com
  • cointelegraph.com

-Sintha Rosse-

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

DIREKTORI LIST

ARTIKEL TERBARU

Harga Bitcoin Hari Ini : Masih di Rp550 Jutaan, Uruguay Susun RUU Bitcoin

Harga Bitcoin hari ini masih menyentuh Rp550 juta. Ini adalah masa sideways dimana Bitcoin sempat rally selama lebih dari satu pekan di akhir Juli...

Like It, Dorong Literasi Keuangan Perkuat Ekonomi Nasional

Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) bekerja sama dalam Forum Koordinasi Pembiayaan Pembangunan melalui Pasar...

Sebanyak 66% Konsumen di Asia Tenggara Tertarik dengan Bank Digital

Survey Visa menungkapkan bahwa 66% konsumen di Asia Tenggara tertarik pada bank digital. Dua negara tertinggi adalah Thailand 83% dan Filipina 81%. Laporan dari...

Survey Visa : 85% Konsumen di Asia Tenggara Cashless, Indonesia Bagaimana?

Survey Visa mengungkapkan bahwa sebanyak 85% konsumen di Asia Tenggara mengadopsi pembayaran tanpa uang tunai atau cashless. Dari hasil survey Singapura (98%), Malaysia (96%)...

FinAccel, Perusahaan Induk Kredivo Siap Melantai di Bursa Nasdaq

FinAccel, perusahaan induk dari platform fintect P2P Lending Kredivo, berencana untuk go public di bursa saham Nasdaq, Amerika Serikat. FinAccel akan akuisisi dengan...
LANGUAGE