30.5 C
Jakarta
Sabtu, 24 Oktober, 2020

Pengamat Sebut UMKM ‘Benang Merah’ Fintech dan Perbankan

duniafintech.com – Pandangan umum soal persaingan dan konfrontasi antara perbankan dengan fintech sebagai inovasi layanan keuangan, selalu menjadi perhatian bagi setiap pihak terkait. Namun, pandangan tersebut telah menemukan ‘titik terang.

Dianta Sebayang selaku Dewan Pakar Institute of Social Economic and Digital (ISED) mengatakan kolaborasi antara fintech dan perbankan justru mampu berperan membantu Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

“Penyaluran dana lewat fintech sangat cepat dan efisien. Peluang kolaborasi antara fintech dan perbankan sangat besar,”

“Namun yang perlu ditingkatkan adalah pengawasan pelaksanaan regulasi,”

Dianta menilai peluang kolaborasi kedua jenis jasa keuangan tersebut juga harus dibarengi dengan meningkatnya literasi keuangan dan perangkat digital. Ia menambahkan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan regulasi kerja sama fintech dengan multifinance dalam urusan pembiayaan. Hal ini juga memperkuat alasan untuk terciptanya peluang kolaborasi.

Baca juga:

Kolaborasi Fintech dan Perbankan Solusi UMKM

Dianta menegaskan untuk setiap individu serta pemangku kepentingan untuk bahu membahu meningkatkan literasi soal teknologi dan manfaat dari jasa keuangan, serta menciptakan ekosistem yang nyaman untuk pelaku UMKM.

“Literasi Keuangan digital belum maksimal, khususnya untuk UMKM. Soal syarat dan ketentuan antara peminjam dan pendana juga belum tersosialisasi secara jelas,”

Dianta melanjutkan, untuk saat ini kolaborasi antar fintech dan perbankan juga masih menyasar di daerah perkotaan. Ia menilai literasi keuangan digital di perkotaan masih memiliki ‘pekerjaan rumah’ dan hal ini juga harus dibarengi dengan sosialisasi dan ekspansi ke rural areas.

Soal kolaborasi dengan bank di daerah/provinsi, Dianta mengatakan bahwa bank daerah belum sepenuhnya mendapatkan manfaat. Ia beralasan, teknologi keuangan bersifat borderless atau tidak memiliki ruang batas wilayah.

Sampai sejauh ini, beberapa penyelenggara fintech telah mengikat kerja sama dengan beberapa perbankan konvensional. Salah satunya KoinWorks, sebagai penyedia jasa keuangan untuk usaha, penyelenggara ini telah menjalin kerja sama dengan PT Mandiri dalam urusan pendanaan UMKM.

Sementara itu, laporan data pada 2019 menyebutkan, dari 60 juta UMKM yang terdata di Indonesia, Hanya sekitar 9 juta pengusaha yang tersentuh digitalisasi sebagai alat untuk menjalankan perekonomian. Sebagai penyumbang Produk Domestik Bruto (PDB) terbesar, tata kelola UMKM masih memiliki ‘pekerjaan rumah’ yang besar untuk disikapi para pihak terkait beserta pemangku kepentingan.

DuniaFintech

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

UMKM Bisa Ajukan Pinjaman dengan Bunga Rendah di Fintech Ini, Di Cek Yuk!

Duniafintech.com - Pinjaman dengan bunga rendah untuk Modal Usaha ditawarkan Fintech P2P Lending untuk pengusaha kecil yang menghadapi kesulitan modal dan tidak...

Mau Beli Mobil Tanpa Keuangan Terganggu? Ikuti Cara Ini

DuniaFintech.com - Beberapa orang mungkin berpikir, bahwa membeli mobil dapat membantu mengurangi biaya transportasi. Namun ternyata belum tentu loh, bisa saja justru...

Pilihan Pekerjaan Online Tanpa Menggunakan Modal dengan Penghasilan Fantastis

Duniafintech.com - Ketika penghasilan tetap masih tidak bisa mencukup kebutuhan utama, tentu kerja sampingan adalah solusinya. Tetapi, Anda pasti lebih memilih pekerjaan...

Harga Emas Digital per Jumat 23 Oktober 2020 Masih Murah!

DuniaFintech.com - Harga emas di layanan digital per Jumat 23 Oktober terpantau masih berada di angka yang rendah. Jika melihat dari layanan...

Pembiayaan 30 Miliar untuk Pembudidaya Ikan di Indonesia, Kolaborasi P2P Lending dan Agritech

DuniaFintech.com – Pionir marketplace lending, Investree, menandatangani perjanjian kerja  sama dengan perusahaan rintisan agriculture technology (agritech), eFishery, untuk mendistribusikan pembiayaan 30 miliar...
LANGUAGE