26.9 C
Jakarta
Jumat, 18 Juni, 2021

Penjelasan Atomic Swap, Teknologi Smart Contract dalam Cryptocurrency

Atomic swap merupakan sebuah teknologi smart contract yang memudahkan pertukaran aset kripto dengan aset kripto lainnya. Ini mirip seperti exchanges. 

Sistem ini merupakan salah satu dari ekosistem Decentralized Finance (DeFI) di kripto dan blockchain. Juga merupakan salah satu cara untuk mendapatkan sebuah token atau aset kripto.

Smart contract terjadi tanpa harus menggunakan menggunakan perantara seperti pihak ketiga atau perantara terpusat, seperti platform exchange.

Atomic swap atau atomic cross chain trading, maksudnya yaitu menawarkan cara untuk menukarkan aset kripto kamu secara peer to peer (P2P) dari berbagai blockchain secara langsung.

Saat ini, ada dua jenis atomic swap, yang pertama adalah swap on chain, yaitu pertukaran antara aset kripto dengan aset kripto yang berbeda pada dua blockchain terpisah. Sedangkan yang kedua adalah swap off chain yang merupakan pertukaran di saluran lapisan kedua dari blockchain utama, misalnya seperti Lightning Network.

Baca Juga : Ini Perbedaan Decentralized Finance dan Centralized Finance

Baca Juga : Yield Farming, Strategi Investasi Aset Kripto Biar Dapat Cuan Gede

Pembayaran dari Lightning Network tidak membutuhkan konfirmasi blok atau tidak harus bersaing untuk mendapat ruang dalam blok. Artinya, pembayaran bisa lebih mudah di lingkungan yang mendahulukan kecepatan transaksi lebih instan.

Perkembangan

Gagasan pertukaran aset kripto yang melewati intervensi pihak ketiga, pada mulanya dicanangkan oleh Tier Nolan, yaitu pada 2013. Ketika itu, Nolan meletakkan pondasi dalam membuat trading kripto dengan memakai berbagai teknologi yang ada pada blockchain.

Pada 2017, Bitcoin atau BTC dan Litecoin alias LTC berhasil ditukar secara off chain. Keberhasilan pertukaran kedua koin itu yang mendorong minat banyak orang atas peluang besar dari teknologi baru ini.

Beberapa startup yang bergerak di aset kripto bahkan mulai mencoba menerapkan teknologi atomic swap ini.

Kehadiran atomic swap saat ini telah membuahkan potensi dan mengubah cara pertukaran dan transaksi jual beli yang terjadi pada aset kripto. Sebab platform exchange aset kripto tidak memberikan otoritas yang penuh untuk pengguna dan investornya dalam melakukan kontrol atas walletnya.

Maka dari itulah, ada risiko investasi bagi pengguna pada platform exchange terkait keamanan atas aset kriptonya masing-masing. Gagasan atomic swap ini bisa mengurangi risiko, serta memudahkan penggunanya dengan memberikan lebih banyak fleksibilitas kepada trader. Menariknya lagi, atomic swap juga menawarkan harga atau biaya yang lebih rendah.

Cara Kerjanya Atomic Swap

Pertukaran atom yang menggunakan teknologi Hash TimeLock Contract atau HTLC, yaitu smart contract yang akan mengunci transaksi kedua belah pihak. Untuk membukanya, para pengguna yang terikat harus melakukan verifikasi hingga pertukaran tersebut selesai.

Smart contract dari teknologi HTLC ini memiliki dua fitur keamanan, di antaranya adalah sebagai berikut.

HashLock

Teknologi hashlock akan memungkinkan smart contract terkunci dengan kunci privasi (private key) yang hanya bisa diakses pemilik aset kripto. Aset kripto yang tersimpan hanya bisa dibuka melalui kunci tersebut.

TimeLock

Teknologi keamanan berikutnya adalah timelock. Mekanisme timeLock akan memastikan transaksi yang terjadi dalam jangka waktu tertentu dengan memberi garansi pengembalian dana ke depositor jika transaksi batal.

Artinya, fitur ini memberikan keamanan dalam bentuk batasan waktu. Hal ini akan membuat para pengguna yang ingin bertransaksi secara peer to peer akan merasa lebih aman karena dana atau koinnya akan kembali.

Keunggulan Atomic Swap

Ada beberapa keunggulan dari atomic swap, yaitu sebagai berikut.

1. Atomic swap memiliki sifat yang mudah terdistribusi. Artinya, sistem ini memungkinkan interaksi antar blockchain tanpa membutuhkan pihak ketiga seperti platform exchange lebih mudah.

2. Pengguna bisa senantiasa bertransaksi aset kripto tanpa harus menggunakan pihak perantara. Meski demikian, sistem ini memiliki tingkat keamanan yang tinggi selama melakukan trading.

3. Trading yang bersifat peer to peer bisa mengurangi biaya transaksi secara signifikan daripada pengguna yang melakukan transaksi pada exchange.

Penulis : Kontributor

Editor : Gemal A.N. Panggabean

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Daftar Payment Gateway Terbaik di Indonesia 2021

Buat kamu yang ingin mengetahui daftar payment gateway 2021 terbaik di Indonesia, kamu bisa cek di sini.  Payment Gateway adalah gerbang atau medium transaksi yang...

Payment Gateway: Pengertian, Cara Kerja, dan Keunggulannya

Payment gateway merupakan media pembayaran dari layanan marketplace yang dapat memberikan otorisasi pemrosesan kartu kredit atau pembayaran langsung ke pelanggan dalam transaksi bisnis online. Metode...

Ingin Cuan Gede dalam Investasi Kripto? Gunakan Strategi HODL!

Volatilitas merupakan kondisi saat harga pasar aset kripto mengalami pelonjakan atau bahkan menurun tajam dalam waktu yang terbilang singkat. Sebagai investor, cara paling ampuh...

Danabijak, Perusahaan P2P Lending di Indonesia yang Bisa Kamu Coba

Danabijak adalah platform technology financial peer-to-peer lending (P2P lending) yang dari perusahaan PT Digital Micro Indonesia. Layanan pinjaman online ini bisa kamu dapatkan tanpa agunan...

Cerdas Memilih Platform Crowdfunding

Platform Crowdfunding adalah salah satu pendanaan bisnis yang berasal dari beberapa pemilik modal. Modal yang terkumpul dari beberapa orang tersebut akan tersalur kepada pelaku...
LANGUAGE