33.1 C
Jakarta
Minggu, 24 Oktober, 2021

Peraturan Bappebti Terkait Penyelenggara Emas Digital

duniafintech.com – Dengan produk konvensional namun dikemas modern mengikuti era digitalisasi, emas digital kerap menjadi pilihan masyarakat khususnya para milenial untuk berinvestasi. Emas digital itu sendiri merupakan emas yang catatan kepemilikannya dilakukan secara digital. Proses transaksi jual beli emas digital dilakukan melalui platform digital seperti aplikasi atau website. Walaupun transaksi dilakukan secara digital, kepemilikan fisik emas tetap menjadi syarat wajib bagi para pedagangnya.

Baca juga : OJK Tambah 15 Nama Penyelenggara P2P Lending Baru

Melihat hal tersebut, Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) pun mengeluarkan peraturan yang telah ditetapkan untuk para penyelenggara investasi emas. Peraturan nomor 4 Tahun 2019 tersebut berisi tentang Ketentuan Teknis Penyelenggaraan Pasar Fisik Emas Digital di Bursa Berjangka. Peraturan ini akan menjadi landasan operasional penyelenggaraan pasar fisik emas digital yang juga bertujuan untuk memfasilitasi perkembangan industri perdagangan fisik emas digital di Indonesia

Baca juga : Lagi, Bitcoin Digunakan Sebagai Alat Pembayaran Tiket dan Merchandise

Dalam peraturan tersebut Bappebti mengatur bahwa setidaknya ada tiga syarat utama yang harus dipenuhi penyelenggara investasi fisik emas digital untuk mendapatkan izin usaha, yaitu:

  1. Keanggotaan pada bursa berjangka dan lembaga kliring berjangka
  2. Minimal permodalan
  3. Penyimpanan fisik emas di tempat penyimpanan khusus

Ditemui dalam acara Tamasia di GoWork Plaza Indonesia, Jakarta, Kepala Biro Pembinaan dan Pengembangan Pasar Bappebti Sahudi mengungkapkan bahwa, “Peraturan ini memberikan ruang bagi inovasi perdagangan emas secara digital di Indonesia. Investasi lewat platform digital semakin digemari oleh masyarakat karena mudah dan praktis. Oleh sebab itu, pemerintah berkewajiban melindungi dan menjamin keamanan masyarakat dalam kegiatan investasi fisik emas digital.”

Sementara itu, Direktur Utama Bursa Berjangka Jakarta Stephanus Paulus Lumintang menambahkan, “Keberadaan peraturan Bappebti dapat mendukung pembentukan harga di bursa berjangka, memberikan perlindungan nilai baik secara fisik maupun futures, serta menjadi market makers atau penyedia likuiditas di bursa berjangka. Pada akhirnya peraturan ini bertujuan untuk melindungi dua pihak, yaitu pedagang dan konsumen pasar fisik emas digital di Indonesia.”

Dari sisi pedagang, pedagang emas digital harus dipastikan memiliki bentuk fisik emas sebelum melakukan penjualan dan harus disimpan di tempat penyimpanan khusus yang rencananya akan dibangun di Indonesia pada tahun depan. Pedagang juga harus menyetorkan modal minimal dua puluh miliar dengan saldo modal akhir minimal enam belas miliar, atau 2/3 dari nilai pengelolaan emas pelanggan paling lambat 8 Februari 2022. Kemudian, mulai 9 Februari 2022, kepemilikan modal harus mencapai seratus miliar, dengan saldo modal akhir minimal delapan miliar atau 2/3 dari nilai emas milik pelanggan.

Sedangkan dari sisi konsumen atau pelanggan, memilih penyelenggara investasi emas digital yang aman dan terpercaya menjadi hal yang perlu diperhatikan oleh para calon pelanggan. Selain keamanan, beberapa hal yang perlu untuk diperhatikan adalah kemudahan bertransaksi dan harga yang ekonomis.

Di akhir sesi pembicara, Sahudi pun menghimbau agar para penyelenggara investasi emas digital segera mendaftar untuk memenuhi peraturan yang telah ditetapkan tersebut. Pendaftaran pun dapat dilakukan secara Online melalui website Bappebti.

– Dinda Luvita –

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

DIREKTORI LIST

ARTIKEL TERBARU

Panduan Sukuk Terlengkap untuk Investasi Obligasi Syariah

Investasi obligasi belakangan ini kian diminati sehingga panduan sukuk terlengkap sangat penting untuk diketahui. Istilah sukuk yang menjadi lini investasi ini prospeknya dilirik oleh...

Bunga Bank: Hukum, Faktor yang Mempengaruhi, dan Jenisnya

Bunga bank atau bank interest adalah salah satu istilah perbankan terpopuler, yang meski seringkali didengar, tetapi masih banyak orang yang belum begitu dekat dengan...

Kenali 12 Prinsip Asuransi Syariah sesuai Syariat Islam

Sebagaimana diketahui, prinsip asuransi syariah harus sesuai dengan syariat Islam sebab jenis pertanggungan yang satu ini mendasarkan kriterianya sesuai dengan ajaran Islam. Saat ini,...

Keuntungan dan Cara Menjadikan Perusahaan Go Public

Perusahaan go public berarti perusahaan tersebut telah menawarkan sahamnya kepada masyarakat umum sesuai tata cara yang telah diatur oleh UU Pasar Modal dan Peraturan...

Pinjaman AwanTunai, Layanan Cicilan Online tanpa Kartu Kredit

Awantunai adalah pinjaman online tanpa kartu kredit sehingga memberikan kemudahan dan kenyamanan dalam bertransaksi. Aplikasi ini merupakan sebuah aplikasi cicilan tanpa kartu kredit dan...
LANGUAGE