29.3 C
Jakarta
Jumat, 23 Februari, 2024

Perbedaan BPJS dengan Asuransi Swasta ini Dia!

JAKARTA, duniafintech.com – Masih banyak dari kalangan masyarakat di Indonesia yang belum mengetahui perbedaan BPJS dan Asuransi Kesehatan Swasta. Karena itu, banyak orang yang menganggap BPJS tidak ada bedanya dengan asuransi perusahaan swasta.

Namun, terdapat perbedaan besar di antara keduanya. Tidak hanya itu, perbedaan mencolok lainnya berkaitan dengan manajemen.

BPJS Kesehatan merupakan asuransi yang dikelola langsung oleh pemerintah, sedangkan asuransi swasta dapat dikelola secara perseorangan atau oleh otoritas tertentu yang berwenang. Lalu apakah ada perbedaan lainnya? Apa kelebihan dan kekurangan produk asuransi swasta? Yuk simak di bawah ini.

Perbedaan BPJS Kesehatan dan Asuransi Swasta

Sebelum membahas perbedaan asuransi kesehatan swasta dan BPJS, ada baiknya kita membahas asuransi swasta terlebih dahulu.

Perlu diketahui bahwa asuransi swasta adalah layanan asuransi yang diselenggarakan oleh perorangan atau lembaga yang tidak berada di bawah pemerintah. Secara umum BPJS dan asuransi swasta mempunyai kesamaan, yakni sama-sama merupakan lembaga yang memberikan layanan khusus untuk jaminan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.

Baca jugaAsuransi Kesehatan untuk Lansia Begini Tips Memilihnya!

Perbedaan BPJS dengan Asuransi Swasta

Baca jugaAsuransi Kesehatan untuk Lansia: Manfaat, Rekomendasi Produk, Tips Memilih

Apa perbedaan antara BPJS dengan Asuransi Swasta? Lihat penjelasan berikut ini:

  1. Limit Asuransi

Perbedaan kebijakan dan BPJS Kesehatan yang pertama terletak pada limit asuransinya.

Batasan plafon asuransinya bervariasi sehingga peserta dapat memilih sesuai dengan kebutuhannya.

Pastikan untuk memperhatikan prosedur dan ketentuan untuk menghindari masalah. Pada saat yang sama, BPJS Kesehatan menanggung seluruh biaya pengobatan Anda dengan BPJS Kesehatan tanpa batas.

  1. Biaya Premi

Seperti diketahui setiap asuransi pasti ada premi yaitu nominal yang harus dibayar peserta setiap bulannya sesuai dengan layanan yang dipilih.

Pada asuransi non kesehatan, harga premi asuransi swasta tergantung pada jenis asuransi yang dipilih, seperti asuransi hari tua, kecelakaan kerja dan asuransi lainnya.

Sedangkan iuran BPJS kesehatan dibagi dalam kategori yaitu 1 hingga 3.

  1. Pemilihan Rumah Sakit

Perbedaan antara asuransi dan BPJS Kesehatan cukup signifikan.

Asuransi kesehatan swasta memiliki manfaat lebih dibandingkan BPJS Kesehatan.

Sebab, peserta BPJS Kesehatan hanya berobat di rumah sakit mitra BPJS.

Oleh karena itu, banyak orang yang sering merasa layanan tersebut tidak sesuai dengan kebutuhannya. Berbeda dengan asuransi swasta yang memberikan keleluasaan kepada pesertanya untuk memilih rumah sakit sendiri dan ditanggung oleh perusahaan asuransi. Diketahui, beberapa di antaranya tidak hanya menjangkau tanah air, tapi juga luar negeri.

  1. Manfaat

Perbedaan BPJS Kesehatan dengan asuransi kesehatan swasta juga terlihat pada pemberian manfaat peserta.

Berbeda dengan peserta BPJS Kesehatan, manfaat yang ditawarkan asuransi swasta banyak. Kalau pelayanan BPJS Kesehatan biasanya berupa pengobatan rawat jalan, perawatan kehamilan, perawatan gigi, rawat inap dan juga pembedahan.

Perusahaan asuransi swasta biasanya menawarkan layanan tambahan berupa perawatan darurat, obat-obatan dan dokter.

  1. Pelayanan

Perbedaan asuransi BPJS kesehatan dengan asuransi swasta juga terlihat pada jenis layanannya.

Sebelum dirujuk ke RS utama, peserta BPJS Kesehatan harus menjalani 1 kali pemeriksaan di Puskesmas. Selain itu, bila tidak bisa diobati maka dilakukan rujukan ke fasilitas pengobatan tingkat 2 atau 3. Berbeda dengan asuransi tradisional, pengurusannya tidak ribet, karena peserta langsung mendapat layanan sesuai jenis asuransi yang dipilih.

Oleh karena itu, kesehatan atau kesejahteraan anggotanya terjamin dengan respon yang cepat. Selain itu, daftar tunggu BPJS biasanya lebih lama dibandingkan asuransi kesehatan swasta.

  1. Proses Klaim

Selain itu, perbedaan asuransi BPJS kesehatan dengan asuransi kesehatan juga terlihat pada formulir pengajuannya.

Banyak orang yang menganggap sistem kompensasi BPJS biasanya membosankan dan memakan waktu lama.

Hal inilah yang sering dirasakan oleh anggota BPJS Kesehatan.

Karena mereka harus melakukan tindakan untuk mendapatkan pelayanan dasar. Sementara itu, dengan adanya asuransi kesehatan swasta, pengguna asuransi swasta umumnya mendapatkan layanan kesehatan yang memadai karena pengaduan dapat segera ditangani. Sistem kompensasi dirancang untuk memudahkan peserta ketika mereka membutuhkannya.

  1. Pengajuan

Keanggotaan BPJS Kesehatan pada dasarnya bersifat wajib bagi kelompok tertentu untuk menyamakan kedudukan di bidang kesehatan masyarakat.

Untuk jenis pekerjaan di BPJS ini biasanya merupakan ruangan yang disediakan kantor untuk para pegawainya. Untuk asuransi jenis umum, perlu dilakukan pemeriksaan kesehatan khusus dan langkah-langkah yang ada terkait dengan pelayanan kesehatan. Selain asuransi kesehatan, asuransi juga hadir dalam jenis lain, antara lain asuransi jiwa, pendidikan, dan hari tua.

  1. Cakupan Mitra

BPJS Kesehatan memiliki cakupan mitra yang cukup terbatas tergantung di mana Anda tinggal, kecuali pada beberapa kasus yang jarang terjadi.

Namun pada asuransi kesehatan swasta, cakupannya sedikit lebih luas dan jaringannya bahkan bisa menjangkau hingga ke luar negeri.

Berbeda dengan asuransi kesehatan swasta, peserta BPJS Kesehatan yang ingin berobat ke luar kota memerlukan prosedur yang panjang agar dapat ditanggung oleh BPJS. Pertama, pasien harus mengunjungi fasilitas BPJS kesehatan terdekat untuk meminta surat pengantar mengunjungi Pusat Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. BPJS Apakah ada asuransi jiwa?

Program yang dikelola pemerintah ini dibagi menjadi dua bagian, yaitu. BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan.

Keduanya mempunyai kecenderungan tertentu yang membuatnya berbeda. BPJS Kesehatan merupakan program yang dirancang khusus untuk mengatasi berbagai permasalahan kesehatan masyarakat untuk menjamin kesehatan seluruh warga negara Indonesia. Pada saat yang sama, bekerja merupakan jaminan sosial yang menjamin kesejahteraan pekerja.

Apakah BPJS memiliki asuransi jiwa? Banyak orang menanyakan pertanyaan ini.

Untuk menyikapinya, perlu diketahui bahwa BPJS Ketenagakerjaan memiliki polis asuransi jiwa yang diberikan kepada ahli waris peserta yang meninggal dunia.

Syaratnya, penyebab kematiannya bukan karena kecelakaan kerja. Manfaat Meninggal Dunia BPJS Ketenagakerjaan hanya dapat diperoleh jika peserta terdaftar dalam program JKM BPJS Ketenagakerjaan dan melakukan pembayaran rutin setiap bulannya.

Besaran pembayaran bulanan disesuaikan dengan kriteria peserta. Manfaat BPJS kematian karyawan total Rp 42 juta dengan rincian manfaat sebagai berikut:

Santunan langsungnya sebesar Rp 20 juta. Santunan yang dibayarkan secara berkala selama 24 bulan adalah sebesar Rp12 juta. Biaya pemakaman Rp 10 juta. Berdasarkan jumlah di atas, maka total santunan yang akan diterima sebesar Rp42 juta.

Selain itu, berbagai keuntungan lainnya juga tersedia sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku.

Baca jugaKriteria Asuransi untuk Lansia? Temukan Jawabannya di Sini!

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Iklan

ARTIKEL TERBARU

LANGUAGE