31.8 C
Jakarta
Sabtu, 2 Juli, 2022

Perbedaan Startup Unicorn, Decacorn dan Hectocorn

JAKARTA, duniafintech.comSelama satu dekade terakhir, perusahaan rintisan atau Startup semakin berkembang pesat di Indonesia. Menurut situs Startup Ranking, Indonesia telah memiliki lebih dari 2.000 perusahaan startup. Jumlah itu kemungkinan akan terus bertambah seiring dengan berkembangnya ekonomi digital di Indonesia.

Dalam dunia startup, ada tiga kategori perusahaan dengan level yang berbeda. Level paling rendah yaitu Unicorn, di kategori tengah ada Decacorn, dan yang paling tinggi yaitu Hectocorn. Ketiga kategori tersebut bisa dijadikan ukuran tingkat kesuksesan sebuah perusahaan startup.

Perbedaan Startup Unicorn, Decacorn, dan Hectocorn

Tiga istilah ini sebenarnya sudah lama menjadi perbincangan di masyarakat. Namun, ternyata masih banyak yang belum memahami perbedaan Startup Unicorn, Decacorn, dan Hectocorn. Lantas, apa saja perbedaan dari Startup Unicorn, Decacorn, dan Hectocorn ?

Unicorn

Istilah Unicorn pertama kali dipopulerkan oleh Aileen Lee pada tahun 2013. Aileen Lee merupakan seorang investor modal ventura asal Amerika Serikat dan pendiri perusahaan Cowboy Ventures. Unicorn menjadi salah satu perbincangan masyarakat saat ini. Sebenarnya, apa sih yang dimaksud dengan Unicorn ?

Onicorn adalah gelar yang diberikan kepada perusahaan startup apabila nilai valuasi yang dimiliki perusahaan tersebut sebesar USD 1 miliar atau sekitar Rp 14,1 triliun.

Di Indonesia sendiri sudah ada 9 perusahaan yang telah menjadi bagian dari Unicorn usai nilai valuasinya mencapai USD 1 miliar. Adapun 9 perusahaan tersebut yaitu, Gojek (2016), Tokopedia (2017), Traveloka (2017), Bukalapak (2018), Ovo (2019), J&T Express (2021), Xendit (2021), Ajaib (2021), dan Kopi Kenangan (2021).

Namun, ketika perusahaan startup Unicorn ini mampu mengalami perkembangan dan pertumbuhan, sehingga mampu mencapai valuasi perusahaan hingga USD 10 miliar, maka perusahaan unicorn ini bisa naik level menjadi Decacorn.

Decacorn

Decacorn, merupakan istilah yang digunakan untuk startup di tingkat selanjutnya setelah Unicorn. Istilah Decacorn ini dipopulerkan oleh bloomberg.com tahun 2015. Decacorn merupakan sebutan untuk startup dengan nilai valuasi perusahaan di atas US$ 10 miliar atau Rp 140 triliun.

Menurut laporan dari CB Insights, ada dua startup Indonesia yang memiliki status Decacorn, yakni Gojek dan J&T Express. Kedua perusahaan ini telah naik kelas, dari Unicorn menjadi Decacorn. Adapun perusahaan startup lain yang menyandang status Decacorn, yaitu Toutiao (Bytedance), DJI Innovations, Grab, WeWork, Airbnb, Pinterest, Snapchat, Uber, Xiaomi, dan SpaceX.

Startup Decacorn ini memiliki peluang untuk naik kelas yang lebih tinggi lagi. Apabila mampu mengalami perkembangan dan pertumbuhan, sehingga mampu meraih valuasi perusahaan hingga USD 100 miliar atau sekitar Rp 1,410 triliun.

Hectocorn

Hectocorn menduduki level paling tinggi dari Unicorn dan Decacorn. Adapun gelar ini bisa didapatkan oleh perusahaan startup yang memiliki nilai valuasi perusahaan sudah mencapai US$100 miliar atau Rp 1,400 triliun. Ada begitu banyak perusahaan yang memiliki nilai valuasi melebihi US$ 100 miliar. Sayangnya, gelar Hectocorn tidak bisa didapatkan karena gelar ini hanya bisa diberikan kepada perusahaan rintisan atau startup dalam tahap pengembangan.

Hingga saat ini, belum ada perusahaan startup Indonesia yang mampu berada di tingkat Hectocorn. Beberapa perusahaan teknologi di dunia masuk dalam kategori hectocorn, di antaranya Apple, Google, Facebook, Microsoft, Oracle, dan Cisco.

Meski demikian, pemerintah melalui Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate terus memberikan dukungan dengan mendorong agar bisa mencetak startup dengan skala US$ 100 miliar. Sehingga bisa menjadi startup pertama dari Indonesia yang mendapatkan gelar sebagai Startup Hectocorn.  Ia juga akan mendorong lahirnya startup-startup berstatus unicorn dan decacorn dalam kurun waktu lima tahun ke depan. Menurut Johnny, dengan berkembangnya startup dapat mempercepat kesempatan ekonomi digital di Indonesia.

Kesimpulan

Perbedaan antara Startup Unicorn, Decacorn dan Hectocorn bisa dilihat dari nilai valuasi perusahaan. Dimulai dari nilai valuasi paling rendah yakni USD 1 miliar atau sekitar Rp 14,1 triliun, sudah bisa mendapatkan gelar sebagai startup Unicorn. Untuk bisa naik kelas, nilai valuasi perusahaan harus naik minimal 10 kali lipat dari sebelumnya. Bagaimana, apakah kamu sudah memahami perbedaan dari Startup Unicorn, Decacorn dan Hectocorn?

 

Penulis: Kontributor / Achmad Ghifari

Editor: Anju Mahendra

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Tak Konsisten, Rusia Batalkan Rencana Pembayaran Ekspor Minyak Pakai Bitcoin

JAKARTA, duniafintech.com - Pemerintah Rusia membatalkan rencana sebelumnya untuk menerima pembayaran Bitcoin untuk ekspor minyak. Kementerian keuangan negara itu menganggap bitcoin sebagai opsi pembayaran...

Dijuluki Ratu Kripto, Ternyata Perempuan Ini Tipu Investor Sampai Rp60 Triliun

JAKARTA, duniafintech.com - FBI menambahkan Dr. Ruja Ignatova, yang memproklamirkan diri sebagai 'Cryptoqueen' atau ratu kripto ke dalam daftar Sepuluh buronan Paling Dicari. Bahkan lembaga...

Menyasar Timur Indonesia, Pemerintah Tambah Kuota Ekspor Produsen Minyak Goreng 

JAKARTA, duniafintech.com - Pemerintah akan memberikan insentif berupa penambahan kuota ekspor bahan baku minyak goreng bagi produsen yang memasok minyak goreng ke wilayah Indonesia...

Asuransi Mobil Bekas, Segini Besaran Preminya

JAKARTA, duniafintech.com – Kehadiran asuransi mobil bekas tentunya akan memberikan proteksi sekaligus kenyamanan bagi pemilik kendaraan. Bukan hanya untuk mobil baru, asuransi mobil memang sangat...

HFIS BPJS Kesehatan, Begini Cara Menggunakannya

JAKARTA, duniafintech.com – Aplikasi HFIS BPJS Kesehatan merupakan aplikasi yang digunakan untuk menghimpun data milik fasilitas kesehatan mitra BPJS. Aplikasi ini adalah akronim dari Health...
LANGUAGE