26.9 C
Jakarta
Selasa, 16 April, 2024

Pertumbuhan Inklusi Keuangan bisa Terwujud dari Transformasi Digital?

JAKARTA, duniafintech.com – Pemerintah berharap pemanfaatan transformasi digital tidak sebatas dari sisi peningkatan akses kredit tetapi harus ada pemberdayaan secara holistic kepada perempuan, kaum muda dan UMKM untuk mewujudkan pertumbuhan inklusi keuangan sebagai upaya mendorong pemulihan ekonomi.

Pusat Kebijakan Sektor Keuangan (PKSK) Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Yani Farida Aryani mengungkapkan dalam perhelatan kegiatan G20 Global Partnership for Inclusion (GPFI) merupakan momentum bagi Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) untuk berkolaborasi memperkenalkan peran Fintech Pendanaan Bersama yang dapat menjadi alternatif solusi modal maupun pendanaan bagi pengusaha dan pelaku UMKM di Indonesia.

“Pemulihan ekonomi tidak bisa dilakukan sendiri namun perlu kolaborasi dan sinergi semua pihak yaitu Pemerintah, pelaku usaha industri, akademisi, dan regulator karena together become stronger. Hal ini sejalan dengan tema yang diusung Indonesia pada Presidensi G20 yaitu Recover Together, Recover Stronger,” kata Yani.

Baca juga: Pemerintah Sambut Dukungan Stakeholder Dalam Tingkatkan Inklusi Keuangan

Sekretaris Jenderal AFPI sekaligus CEO Dompet Kilat Sunu Widyatmoko mengatakan kegiatan ini digelar sebagai bentuk partisipasi AFPI dan antusiasme para penyelenggara Fintech Pendanaan Bersama untuk memacu peningkatan literasi dan pertumbuhan inklusi keuangan bagi UMKM yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat Yogyakarta, sehingga turut membantu percepatan pemulihan ekonomi nasional.

“Industri Fintech Pendanaan Bersama terus tumbuh dan berkembang menjadi solusi bagi masyarakat sektor informal yang belum terlayani dan tersentuh layanan keuangan konvensional. Semoga kegiatan ini dapat menjembatani para pelaku UMKM dalam mendapatkan alternatif pendanaan untuk meningkatkan daya saingnya dan berkontribusi pada pertumbuhan perekonomian di Yogyakarta,” ujar Sunu.

Melalui Business Matching & Exploration Session ini, AFPI dan para anggotanya akan memberikan informasi terkait produk Fintech Pendanaan Bersama produktif yang dapat digunakan UMKM dalam pengembangan usaha.

Selain itu, UMKM juga diedukasi mengenai persyaratan dalam pengajuan pinjaman. Serta memahami tentang status legalitas perusahaan Fintech Pendanaan Bersama yang berizin, legal dan aman untuk dijadikan mitra.

Baca juga: OJK Jadikan UMKM Jembatan Pacu Literasi & Inklusi Keuangan

pertumbuhan inklusi keuangan

Pertumbuhan Inklusi Keuangan Pacu Perkembangan Ekonomi Indonesia

Ketua Forum Kewirausahaan Pemuda (FKP) Yogyakarta Muhammad Helmi Rakhman mengatakan pihaknya menyambut baik inisiasi pertumbuhan inklusi keuangan, yang dilakukan oleh AFPI untuk melibatkan komunitas UMKM di Yogyakarta khususnya anggota FKP.

“Sebagai seorang wirausaha, konsistensi dan keberanian melangkah adalah hal yang harus dimiliki. Akses pembiayaan dari Fintech Pendanaan Bersama akan sangat membantu kami menjalakan usaha dalam melakukan produksi, meningkatkan omzet, serta membuka lapangan kerja,” kata Helmi.

Seperti diketahui, UMKM mempunyai peranan yang penting dalam menggerakkan perekonomian nasional, dengan memacu pertumbuhan inklusi keuangan.

Untuk Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), UMKM telah berkontribusi sebesar 79,6% dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di mana jumlah unit usaha UMKM pertahunnya tumbuh rata- rata 8,45%, dengan jumlah omzet tumbuh rata-rata 1,37% per tahun.

Terhadap penyerapan tenaga kerja di DIY, UMKM mempunyai andil sebesar 23-25% dalam menyerap angkatan kerja. Dikutip dari Layanan Data Koperasi dan UMKM (LADAKU) milik Dinas Koperasi dan UKM DI Yogyakarta, total UMKM DIY tercatat sebanyak 341 ribu pelaku UMKM.

Sehingga dengan menerapkan transformasi digital diharapkan terwujud pertumbuhan inklusi keuangan, demi mencapai pemulihan ekonomi di Indonesia.

Baca jugaBerita Fintech Indonesia: Fintech Mainkan Peran Penting Dalam Inklusi Keuangan

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Iklan

ARTIKEL TERBARU

LANGUAGE