27.2 C
Jakarta
Minggu, 5 Juli, 2020

Pertumbuhan Transaksi Layanan Fintech Melampaui Perbankan

duniafintech.com – Transaksi keuangan melalui smartphone terus mengalami pertumbuhan pesat di indonesia. Hal ini membuat pertumbuhan transaksi layanan fintech melampaui perbankan. Salah satunya terlihat dari penggunaan aplikasi keuangan digital yang semakin masif sepanjang tahun 2019 lalu.

Hingga semester pertama tahun 2019, Bank Indonesia mencatat volume transaksi pembayaran digital sudah mencapai Rp2.7 miliar dengan nilai transaksi sebesar Rp69 triliun atau telah melampaui nilai transaksi uang elektronik perbankan sepanjang 2018.

Sementara riset Morgan Stanley yang dipublikasikan Februari lalu menunjukkan pertumbuhan transaksi layanan fintech serta besarnya jumlah pengguna dan transaksi pembayaran digital di Indonesia. Hasil survei terhadap 1.582 responden, 20% di antaranya memilih menggunakan layanan pembayaran digital dari perusahaan fintech dibanding milik bank, perusahaan telekomunikasi, atau e-commerce.

Perusahaan teknologi finansial (fintech) pembayaran semula diprediksi akan menggerus bisnis perbankan. Namun, rata-rata perbankan nasional tidak menganggap perusahaan ini sebagai pesaing. Mereka sudah menyiapkan strategi khusus dalam menghadapi persaingan ini untuk tetap bertahan.

Baca Juga:

Riset terbaru dari Accenture mengatakan, bisnis pembayaran global tahun ini akan mencapai US$ 1,5 triliun dan meningkat menjadi US$ 2 triliun pada 2025. Sekitar 14% atau US$ 280 miliar dari nilai tersebut akan dikuasai oleh fintech pembayaran.

Laporan itu menyebutkan, perbankan dunia menghadapi persaingan dengan fintech seperti perusahaan asal Sillicon Valley, Stripe dan Square, serta platform teknologi PayPal. Ada juga TransferWise dari Inggris yang menawarkan jasa pembayaran valuta asing kepada pelanggan retail dan usaha kecil menengah (UKM) dengan biaya lebih rendah.

Pertumbuhan transaksi layanan fintech ini sejalan dengan program Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) yang telah dicanangkan Pemerintah sejak 2014. Masyarakat kini sudah cukup familiar dengan berbagai bentuk produk keuangan digital dari perbankan maupun fintech, banyaknya promosi dalam bentuk diskonmaupun cashback mendorong penetrasi penggunaan aplikasi keuangan digital terutama di kaum urban dan milenial.

Kehadiran pembayaran instan bisa mengurangi kebutuhan akan kartu kredit dan kartu debet. Padahal, kedua jenis kartu tersebut menjadi sumber penghasilan bank. Dengan teknologi digital sistem pembayaran berbasis server yang ditawarkan fintech, pengguna bisa bertransaksi secara langsung dengan mitra bisnisnya.

(DuniaFintech/VidiaHapsari)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

3 Keterampilan untuk Menghasilkan Uang Hingga Jutaan Rupiah

DuniaFintech.com - Tidak hanya strategi yang tepat, keterampilan untuk menghasilkan uang pun sangat dibutuhkan dalam menjalankan bisnis apapun. Setiap orang mempunyai keterampilan...

Tren Belanja di E-commerce dengan Sistem Aman ala Bitcoin?

DuniaFintech.com - Selama pandemi COVID-19 kegiatan berbelanja di e-commerce semakin meningkat. Namun pernahkah terbersit tentang alternatif menggunakan sistem transaksi terdesentralisasi di e-commerce...

Umur 1 Tahun, LinkAja Terus Berinovasi untuk Sejahterakan Masyarakat

DuniaFintech.com - Tepat satu tahun LinkAja hadir di Indonesia. Tidak hanya sekadar uang elektronik, LinkAja yang menyasar seluruh lapisan masyarakat terutama segmen...

Pinjaman Online Cepat dan Mudah Khusus Karyawan, Cek Disini!

DuniaFintech.com - Tak dapat dipungkiri, semakin hari kebutuhan semakin meningkat. Sayangnya, peningkatan ini tidak diimbangi dengan kenaikan pendapatan bulanan alias gaji di...

SEA Insights: Digitalisasi UMKM Meningkat Selama Pandemi

DuniaFintech.com - SEA Insights, badan penelitian yang memiliki fokus untuk kebijakan publik dan pemanfaatan ekonomi digital di kawasan Asia Tenggara dan Taiwan...
LANGUAGE