26.1 C
Jakarta
Jumat, 10 Juli, 2020

Dapat Suntikan Dana, Pintek Siap Demokratisasi Pendidikan

duniafintech.com – Salah satu pengembang teknologi keuangan (fintech) yang berfokus di bidang pendidikan, Pintek menyatakan siap membangun prinsip edukasi yang demokratis. Melalui prinsip ‘cradle through career‘ pengembang tersebut akan menyiapkan pasar pendidikan yang integratif dan mudah diakses.

Prinsip ‘cradle through career‘ diwujudkan melalui integritas antar pihak yang terlibat dalam pendidikan, seperti wali murid, siswa dan juga institusi. Nantinya, Pintek akan memberikan pinjaman yang terjangkau dan fleksibel terhadap pihak-pihak tersebut.

Secara garis besar, Pintek menawarkan layanan kepada siswa dalam menempuh program edukasinya, dimulai dari tingkat dasar, perguruan tinggi hingga sekolah non-formal seperti kursus keterampilan.

Diketahui sebelumnya, pendanaan pra-seri A telah dikucurkan oleh pemodal ventura berbasis Jerman yakni, Global Founders Capital (GFC) beserta pendana sebelumnya, Finch Capital dan Amand Ventures. Ada pun keran pendanaan ini dibuka oleh induk dari Pintek, SoCap.

Pengembang yang mengawali debutnya dengan nama Pinduit akan membangun integritas dengan para pihak yang terlibat dengan pendidikan dan tentunya keuangan. Integritas tersebut dibuat untuk memuluskan fasilitas dari pendidikan dan proses administrasi yang ditawarkan melalui institusi keuangan.

Baca juga:

Pintek Gandeng Pihak Terkait Pendidikan

COO dan Co-Founder dari SoCap dan Pintek, Tommy Yuwono menilai, arah pendidikan berorientasi teknologi yang telah dicanangkan pemerintah sejalan dengan programnya. Pihaknya pun bersedia untuk berkolaborasi dengan pemerintah dalam mewujudkan program pemerintah.

“Kami sangat bersemangat setelah mengetahui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, di bawah pimpinan Pak Nadiem Makarim, menempatkan fokus utama pada pengembangan sumber daya manusia dan teknologi sebagai salah satu prioritas utamanya untuk 5 tahun ke depan,”

“Kami optimis dapat memberi kontribusi dalam meningkatkan mutu pendidikan serta menyelesaikan masalah ‘skill gap‘ di Indonesia”

Tommy melanjutkan, pihaknya tengah mempertimbangkan untuk menekan tingginya suku bunga, bahkan memungkinkan untuk terbebas dari hutang berdasarkan capaian yang telah diselesaikan siswa. Diharapkan, dengan adanya program ini, akan semakin banyak individu yang mendapatkan akses pinjaman untuk menyelesaikan masa pendidikannya.

Selain itu, Tommy beserta pihaknya sedang menunggu respon dari lembaga pemerintah terkait untuk mengembangkan terobosan inovasi dalam sektor pendidikan.

-Fauzan-

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

PNM Mekaar Berbasis Digital Luncur, Mudahkan Pencairan Pembiayaan Nasabah

DuniaFintech.com – PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM berkolaborasi dengan LinkAja meluncurkan pilot project PNM Mekaar berbasis digital di Pasar Minggu,...

Hal-hal yang Harus Dipersiapkan Sebelum Mencapai Masa Pensiun

DuniaFintech.com - Mencapai masa pensiun kadang terasa melegakan karena mengucapkan selamat tinggal kepada pekerjaan menumpuk, di sisi lain juga menjadi beban bagi...

Layanan TokoCabang di Tokopedia Bantu Pengusaha di Tengah Pandemi

DuniaFintech.com - E-commerce Tokopedia mengungkapkan adanya peningkatan pemanfaatan fitur TokoCabang, sebuah layanan untuk ketersediaan pasokan hingga pemenuhan permintaan selama masa pandemi COVID-19....

Mau Dapat Beasiswa? Kunjungi Beberapa Situs Ini

DuniaFintech.com - Siapa yang tidak mau dapat beasiswa? Rasanya, hampir setiap orang punya impian untuk meneruskan studi ke jenjang lebih tinggi, bukan?...

Pandemi Covid-19 Jadi Ajang Menuju Reformasi Memanfaatkan Teknologi

DuniaFintech.com - Pemerintah memandang masa krisis yang terjadi hingga saat ini adalah waktu yang tepat untuk melakukan reformasi memanfaatkan teknologi. Inilah hikmah...
LANGUAGE