26.2 C
Jakarta
Jumat, 4 Desember, 2020

Dapat Suntikan Dana, Pintek Siap Demokratisasi Pendidikan

duniafintech.com – Salah satu pengembang teknologi keuangan (fintech) yang berfokus di bidang pendidikan, Pintek menyatakan siap membangun prinsip edukasi yang demokratis. Melalui prinsip ‘cradle through career‘ pengembang tersebut akan menyiapkan pasar pendidikan yang integratif dan mudah diakses.

Prinsip ‘cradle through career‘ diwujudkan melalui integritas antar pihak yang terlibat dalam pendidikan, seperti wali murid, siswa dan juga institusi. Nantinya, Pintek akan memberikan pinjaman yang terjangkau dan fleksibel terhadap pihak-pihak tersebut.

Secara garis besar, Pintek menawarkan layanan kepada siswa dalam menempuh program edukasinya, dimulai dari tingkat dasar, perguruan tinggi hingga sekolah non-formal seperti kursus keterampilan.

Diketahui sebelumnya, pendanaan pra-seri A telah dikucurkan oleh pemodal ventura berbasis Jerman yakni, Global Founders Capital (GFC) beserta pendana sebelumnya, Finch Capital dan Amand Ventures. Ada pun keran pendanaan ini dibuka oleh induk dari Pintek, SoCap.

Pengembang yang mengawali debutnya dengan nama Pinduit akan membangun integritas dengan para pihak yang terlibat dengan pendidikan dan tentunya keuangan. Integritas tersebut dibuat untuk memuluskan fasilitas dari pendidikan dan proses administrasi yang ditawarkan melalui institusi keuangan.

Baca juga:

Pintek Gandeng Pihak Terkait Pendidikan

COO dan Co-Founder dari SoCap dan Pintek, Tommy Yuwono menilai, arah pendidikan berorientasi teknologi yang telah dicanangkan pemerintah sejalan dengan programnya. Pihaknya pun bersedia untuk berkolaborasi dengan pemerintah dalam mewujudkan program pemerintah.

“Kami sangat bersemangat setelah mengetahui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, di bawah pimpinan Pak Nadiem Makarim, menempatkan fokus utama pada pengembangan sumber daya manusia dan teknologi sebagai salah satu prioritas utamanya untuk 5 tahun ke depan,”

“Kami optimis dapat memberi kontribusi dalam meningkatkan mutu pendidikan serta menyelesaikan masalah ‘skill gap‘ di Indonesia”

Tommy melanjutkan, pihaknya tengah mempertimbangkan untuk menekan tingginya suku bunga, bahkan memungkinkan untuk terbebas dari hutang berdasarkan capaian yang telah diselesaikan siswa. Diharapkan, dengan adanya program ini, akan semakin banyak individu yang mendapatkan akses pinjaman untuk menyelesaikan masa pendidikannya.

Selain itu, Tommy beserta pihaknya sedang menunggu respon dari lembaga pemerintah terkait untuk mengembangkan terobosan inovasi dalam sektor pendidikan.

-Fauzan-

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

KoinWorks Siap Dukung Ekonomi Digital untuk UMKM di 2021

DuniaFintech.com - Penyelenggara layanan keuangan digital, KoinWorks ​menyatakan akan mendukung pemanfaatan ekonomi digital pada industri UMKM Indonesia. Dalam Webinar bertajuk '#BangunResolusi Talks: Digitalisasi Keuangan...

Persiapkan Digital Hub untuk Indonesia, Telkomsigma Rilis Flou Cloud

Duniafintech.com - Perusahaan information communication & technology (ICT) solutions, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) melalui anak usahanya Telkomsigma rilis Flou Cloud untuk mendukung pemerintah...

Facebook Membeli Startup Kustomer? Ternyata Ini Alasannya

DuniaFintech.com - Facebook membeli startup Kustomer? Kira-kira untuk apa ya? Startup Kustomer sendiri merupakan customer service startup. Startup ini mengintegrasikan layanan pelanggan online di...

Perusahaan Fintech STACS dan Bursa Malaysia Manfaatkan Blockchain untuk Pasar Obligasi

DuniaFintech.com - Perusahaan fintech STACS mengumumkan bahwa mereka telah menyelesaikan ikatan blockchain proof-of-concept ("POC") dengan Bursa Efek Nasional Malaysia, Bursa Malaysia. Kerja sama ini dilakukan...

Pinjam Duit Cepat Hingga 100 Juta Tanpa Jaminan Kini Bisa Lewat Fintech

Duniafintech.com - Kini layanan keuangan berbasis online bernama financial technology (fintech), sudah mulai banyak bermunculan. Hal ini dikarenakan banyaknya masyarakat yang membutuhkan layanan finansial...
LANGUAGE