25 C
Jakarta
Jumat, 7 Oktober, 2022

Perkembangan, Potensi dan Iklim Fintech di Laos

duniafintech.com – Dibanding negara-negara lain di Asia Tenggara, pertumbuhan sektor teknologi finansial alias fintech di Laos bisa dibilang masih kurang berkembang. Bersama-sama dengan Myanmar, Laos menempati posisi terbawah dari segi jumlah fintech accelerator, inkubator dan inovasi. Bagaimana sebenarnya potensi dan perkembangan iklim fintech di Laos hingga saat ini?

Baca juga: Goldman Sachs Bertaruh Besar di Industri Fintech

Iklim Startup di Laos

Laos berada pada tahap yang sangat awal karena negara ini kekurangan banyak hal untuk membangun ekosistem startup yang baik. Sementara anak-anak muda bersemangat dengan ide-ide inovatif dan antusiasme kewirausahaan, negara ini kekurangan akselerator, inkubator, angel investor, pemodal ventura, dan peraturan yang mendukung inisiatif startup.

Meskipun ada tantangan, anak-anak muda mencoba mengeksekusi ide dengan meluncurkan perusahaan online untuk mengatasi masalah lokal dan beberapa dari mereka telah mencapai keberhasilan yang signifikan juga. Beberapa perusahaan startup ini adalah Foxpress, Hin Sai online, Book Delivery, dll.

Foxpress menawarkan layanan kurir online dengan bantuan pengemudi sepeda motor. Mereka membantu mengirimkan berbagai jenis barang mulai dari dokumen pribadi hingga file resmi bahkan makanan, minuman, dan hadiah ulang tahun ke mana saja di ibu kota Vientiane. Book Delivery melayani kebutuhan membaca masyarakat Vientiane. Hin Sai online menerima permintaan online untuk mengirimkan material konstruksi seperti batu bata, pasir, balok semen, batu, tanah, dll.

Dengan kemunculan startup, pemodal ventura, dan angel investor telah mulai menunjukkan minat mereka pada aktivitas kewirausahaan di Laos.

Baca juga: Sumbangan Restorasi Katedral Notre-Dame Dihadiahkan oleh BlockShow

Sebesar Apa Peluang Iklim Fintech di Laos?

Dengan semakin banyaknya layanan keuangan berbasis teknologi digital yang meliputi tabungan, kredit, asuransi dan fasilitas pembayaran melalui perangkat elektronik, Laos benar-benar masih berada di tahap awal. Saat ini, pembayaran mobile dengan sistem top up dan tagihan utilitas melalui rekening bank formal atau internet atau ponsel adalah satu-satunya kegiatan keuangan digital yang lazim di Laos. Nyaris tidak ada startup fintech oleh pengusaha perorangan yang dapat menimbulkan ancaman bagi lembaga keuangan formal di Laos.

Banque Pour Le Commeree Exterieur Lao (BCEL) – salah satu bank komersial milik negara terbesar yang didirikan pada tahun 1975, sudah mengembangkan aplikasi mobile, BCEL One, untuk memfasilitasi pembayaran pemegang kartu dan permintaan transaksi melalui ponsel atau internet. Aplikasi ini dapat diinstal melalui smartphone atau komputer pribadi.

Bahkan, lembaga keuangan itu sendiri sedang mengujicobakan proyek untuk menilai kesiapan bisnis di Laos dalam mengadopsi layanan keuangan digital.

Bank Sentral Laos, yang mengatur kebijakan moneter, baru-baru ini mengambil inisiatif untuk meluncurkan perbankan tanpa cabang dengan dukungan dari Australian Aid dan UNCDF. Bank komersial, BCEL, dan operator jaringan seluler, UNITEL, bekerja untuk memulai operasi uang seluler di mana orang dapat menyetor uang ke jaringan agen UNITEL yang akan mengubahnya menjadi e-money dan mengirimkannya ke tempat yang jauh.

Dengan hanya 20% populasi penduduk yang memiliki akses ke layanan internet, para ahli mengatakan startup termasuk teknologi finansial harus terus digalakkan di negara ini. Karena mayoritas populasi tidak memiliki akses ke ponsel cerdas atau layanan internet, startup berbasis web atau aplikasi apa pun mungkin tidak berhasil di negara tersebut saat ini. Internet yang lebih murah dan lebih cepat dianggap sebagai salah satu jalan menumbuhkan teknologi termasuk penggunaan fintech di negara ini.

picture: pixabay.com

-Dita Safitri-

 

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Ancaman Resesi Ekonomi Global 2023, Tetap Yakin Ingin Cicil Rumah?

JAKARTA, duniafintech.com - Ekonomi global diprediksi akan menghadapi resesi ekonomi global. Hal itu terlihat dari beberapa kebijakan bank-bank sentral di berbagai negara dengan mengeluarkan...

Pinjol Cepat Cair 2022 Limit Besar Resmi, Ini Rekomendasinya

JAKARTA, duniafintech.com – Pinjol cepat cair adalah pinjaman yang diajukan via aplikasi di smartphone, dengan proses pencairan dana cepat. Saat ini, pinjol yang berizin Otoritas...

Berita Kripto Hari Ini: Apa Kabar Bursa Kripto Indonesia?

JAKARTA, duniafintech.com – Berita kripto hari ini akan mengulas soal perkembangan bursa kripto Indonesia yang masih belum diluncurkan. Adapun sebelumnya, bursa kripto pun sempat molor—sebagai...

Berita Bitcoin Hari Ini: Sempat Menguat, Bitcoin Melemah!

JAKARTA, duniafintech.com – Berita Bitcoin hari ini akan mengulas soal harga Bitcoin dan kripto teratas lainnya dengan pergerakan yang beragam. Pada perdagangan pagi ini, mayoritas...

Kerangka Kerja Inklusi Keuangan Fokus Digitalisasi dalam Presidensi G20 Indonesia

JAKARTA, duniafintech.com - Presidensi G20 Indonesia menyusun Kerangka Kerja Inklusi Keuangan sebagai panduan bagi setiap negara untuk mendorong digitalisasi guna menciptakan ekonomi yang inklusif...
LANGUAGE