31 C
Jakarta
Selasa, 28 Juni, 2022

PREDIKSI AJI SULEIMAN TERKAIT TREN KOLABORASI FINTECH

duniafintech.com – Euforia Fintech begitu menggema di mana-mana. Berbagai seminar, conference, dan bahkan share artikel di media sosial sekarang ramai membahas tentang inovasi ini. Perusahaan-perusahaan Fintech belomba-lomba menciptakan inovasi, salah satunya dengan melakukan kolaborasi. Aji Suleiman  selaku Direktur kebijakan Publik Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech) , memastikan tahun ini akan ada 3 tren model kolaborasi perusahaan Fintech di 2018. Kolaborasi tersebut ialah, kolaborasi co-sharing, co-marketing serta co-lending portofolio.

Baca juga : http://ticket.duniafintech.com/

Saat ini sudah ada sekitar 7 perusahaan Fintech dalam Aftech yang melakukan kolaborasi tersebut, salah satunya melalui perbankan.

Paling tidak 3 hal ini yang kolaborasinya sedang terlihat. Dari anggota asosiasi kita ya baru sekitar 6 sampai 7 perusahaan. Memang skalanya sih masih belum besar”, ujar Aji, di Virtual Office Contennial Tower, yang dilansir dari cnbcindonesia.com., Jumat (23/2/2018).

Baca juga : https://blockchainapac.fintecnet.com/brochure.html?utm_source=Dunia&utm_medium=Banners

Aji menambahkan, kolaborasi co-lending dan co-marketing yang paling banyak dilakukan oleh perusahaan Fintech dengan perbankan. Kolaborasi tersebut diantaranya kerjasama dengan perbankan, untuk mendapatkan konsumen bagi perusahaan Fintech yang tidak dapat diserap oleh perbankan dalam pembiayaan kredit.

Baca juga : duniafintech.com/dukung-startup-fintech-melalui-media/

Sementara hal yang paling menarik, ialah kolaborasi co-sharing portofolio. Dalam kolaborasi ini, perusahaan Fintech bekerja sama dengan perbankan untuk melatih konsumen yang tidak layak di perbankan, untuk diujicobakan di layanan Fintech. Sehingga saat konsumen tersebut dinilai layak, perbankan akan meneruskan konsumen tersebut untuk mendapatkan pembiayaan dari perbankan.

Menurut Aji, Co-sharing portofolio itu paling menarik, ini karena perusahaan peer to peer (P2P) lending ini kan menyasar yang unbankable yang kurang layak. Secara on paper mereka tidak layak mendapatkan pinjaman, maka dari itu perlu untuk pelatihan terlebih dahulu..

Aji melihat bahwa 3 tren kolaborasi terutama co-sharing portofolio tersebut akan terus meningkat di tahun ini. Mengingat sifat digital ekonomi yang selalu diikuti oleh berbagai pihak karena dinilai sangat menarik.

Kan ini seperti ujicoba model kalau berhasil ngikutlah. Kayak P2P Lending kan dulu baru 3 perusahaan, sekarang udah 33 perusahaan ngikutkan, itu udah terbukti,” ungkapnya.

Written by : Dinda Luvita

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Contoh Polis Asuransi Mobil? Simak Ulasannya di Sini

JAKARTA, duniafintech.com – Contoh polis asuransi mobil dan contoh perjanjian asuransi mobil penting diketahui sebelum memutuskan membeli asuransi mobil. Sebagaimana jamak diketahui, banyak orang mengira...

P2P Lending Syariah Terdaftar OJK, Catat Ya!

JAKARTA, duniafintech.com - P2P lending syariah yang terdaftar oleh OJK ada apa saja?. Keberadaan fintech di tengah masyarakat kini kebutuhan akan pengelolaan keuangan semakin...

Bayar Pajak Mobil Tanpa BPKB? Begini Caranya

JAKARTA, duniafintech.com – Di beberapa daerah di Indonesia saat ini para pemilik kendaraan sudah bisa bayar pajak mobil tanpa BPKB. Misalnya, ketika BPKB (Buku Pemilik...

Komisi VI DPR Setuju, Waskita Karya Dapat ‘Dana Segar’ Rp 3 Triliun pada 2022

JAKARTA, duniafintech.com - Komisi VI DPR RI menyetujui kucuran penyertaan modal negara atau PMN untuk PT Waskita Karya (Persero) Tbk senilai Rp 3 triliun...

Ford Ecosport — Harga hingga Besaran Pajaknya

JAKARTA, duniafintech.com – Mobil Ford Ecosport merupakan salah satu contoh mobil SUV yang mempunyai harga yang terjangkau.  Seperti diketahui, mobil SUV selama ini selalu dijual...
LANGUAGE