25 C
Jakarta
Minggu, 27 November, 2022

PROGRAM BARU DBS ACCELERATOR UNTUK STARTUP FINTECH

duniafintech.com – Program DBS Accelerator hasil kolaborasi DBS Bank HongKong dengan Nest, menambah dorongan untuk para pelaku usaha rintisan. Dengan format program ‘Always On’ yang baru, para startup di bidang fintech dapat memantapkan perjalanan transformasi bank, yang akan dipandu oleh DBS Accelerator.

Dilansir dari laman Berita Satu, DBS Accelerator bertujuan untuk menerapkan teknologi finansial  (Fintech) lebih baik di dalam ekosistem bank dengan menciptakan peluang bagi para inovator dari seluruh Asia dan dunia untuk bertransformasi ke arah digital. Kini di tahun ketiga, program ini telah menjadi go-to hub utama di Hong Kong bagi para startups dengan visi dan potensi untuk membangun masa depan keuangan dengan solusi FinTech yang inovatif.

Banyak manfaat yang dapat diraih oleh para startup, seperti :

  • Mentoring, untuk dukungan dan bimbingan yang didapatkan pelaku startup dari ahli dan pakar industri perbankan, teknologi, dan startups.
  • Pendanaan, dimana akan diperkenalkan kepada para investor global berkualitas dengan track record yang sudah terbukti dan kesempatan untuk pitch pada demo day.
  • Disesuaikan kuliah yang pengembangannya akan disampaikan oleh Profesor atas kewirausahaan dan influencer.
  • Sumber daya, untuk penggunaan teknologi dan layanan untuk membantu sistematis dan merampingkan bisnis.
  • Jaringan, startup mendapatkan akses ke inovasi DBS dan sarang ekosistem untuk bertemu komunitas dan membangun jaringan yang dapat membantu pengguna membuat sesuatu terjadi.

Kami sangat antusias dan berkomitmen untuk mendorong kemajuan masa depan tekfin,” kata Sebastian Paredes, CEO DBS Bank HongKong.

Masih ditulis di laman Berita Satu, Startups gelombang pertama akan diarahkan pada berbagai cara yang memiliki dampak dalam meningkatkan customer’s digital journey, pengelolaan risiko bank, serta cryptocurrency, blockchain dan cybersecurity. Program Accelerator “always-on” diselenggarakan di “The Vault”, sebuah area kerja seluas 5.000 kaki persegi di jantung kota Wan Chai.

Di Nest, kami percaya bahwa inovasi dan kolaborasi yang terbuka akan membuka peluang sekaligus memberdayakan perusahaan dan startup FinTech untuk tidak hanya mengatasi kebutuhan konsumen yang terus berubah namun dapat mengatasinya secara lebih cepat dengan dampak yang lebih berarti,” ujar Lawrence Morgan selaku CEO Nest.

Dukungan pun juga mengalir dari berbagai perusahaan, seperti Amazon Web Services, HKUST Business School, dan lain- ain. Meski batch pertama telah ditutup pada akhir Juli lalu, startup yang ingin mengikuti program ini, bisa mengunjungi portal DBS Accelerator, karena pendaftaran selalu dibuka dan dapat mengikuti untuk gelombang berikutnya.

Source :

  • dbs-accelerator.com
  • sindonews.com
  • bisnis.com

Written by : Fenni Wardhiati

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Cara Menghitung Obligasi pada Harga Diskonto dan Lainnya

JAKARTA, duniafintech.com – Cara menghitung obligasi perlu dipahami oleh mereka yang memilih menggunakan instrumen investasi yang satu ini. Tujuannya adalah agar para investor, khususnya pemula,...

Cara Berinvestasi di Bank dan Beberapa Keuntungannya

JAKARTA, duniafintech.com – Cara berinvestasi di bank tentu saja akan sangat penting diketahui oleh masyarakat secara luas sekarang ini. Investasi di bank sendiri menjadi solusi...

Tipe Kemitraan Shopee Affiliate: Cashback hingga Mitra Lainnya

JAKARTA, duniafintech.com – Tipe kemitraan Shopee Affiliate penting dipahami saat kamu akan mengisi formulir pendaftaran Shopee affiliate. Seperti diketahui, banyak orang yang tertarik dengan kemitraan...

Surat Berharga Negara: Jenis-jenis hingga Cara Kerjanya

JAKARTA, duniafintech.com – Surat Berharga Negara (SBN) masih menjadi salah satu pilihan instrumen investasi yang bisa dipertimbangkan. Bagi para pemula, SBN pun layak untuk dimiliki....

Indonesia Krisis Beras dan Pemerintah Harus Impor?

JAKARTA, duniafintech.com - Indonesia saat ini harus dihadapi dengan adanya ancaman bahaya pangan, stok beras beras nasional sedang berada titik terendah atau krisis. Hal semacam...
LANGUAGE