25.6 C
Jakarta
Senin, 15 April, 2024

Realisasi Pembiayaan Ultra Mikro PNM Capai Rp19,12 Triliun Kuartal I-2022

JAKARTA, duniafintech.com – PT Permodalan Nasional Madani atau PNM telah mencatat hingga kuartal pertama tahun 2022, jumlah total penyaluran pembiayaan untuk para pelaku usaha segmen ultra mikro telah terealisasi yakni sebesar Rp19,12 triliun.

Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani, Arief Mulyadi menyampaikan total nasabah aktif hingga kuartal pertama tahun 2022 yaitu mencapai 11,7 juta nasabah dengan pencapaian tersebut dengan outstanding sebesar Rp30 triliun.

Baca juga: Ingin Pelaku UMKM Terlindungi, Wapres Dorong Usahawan Terdaftar Kekayaan Intelektual

Permodalan Nasional Madani dalam hal ini optimis penyaluran pembiayaan untuk segmen ultra mikro masih akan meningkat tinggi ke depan, tercermin dari jumlah penyaluran pembiayaan yang meningkat signifikan sejak 2019, meski ekonomi tengah dihadapkan pada tantangan pandemi Covid-19.

“Tahun lalu, Permodalan Nasional Madani mencatat penyaluran pembiayaan khusus segmen ultra mikro mencapai lebih dari Rp105 triliun melalui program Permodalan Nasional Madani Mekaar,” katanya dalam video conference, Senin (9/5).

Dia menjelaskan, pihaknya akan terus mendorong segmen ultra mikro agar tetap dapat bertumbuh di situasi dan kondisi perekonomian yang mulai pulih ini. Meskipun masih dibayangi oleh dampak pandemi Covid-19.

Baca juga: Kolaborasi Bareng DANA, Kementerian Investasi Terus Dorong Pelaku UMKM Naik Kelas

Untuk mendorong pengembangan segmen ultra mikro, pemerintah bersama dengan stakeholder lainnya perlu memberikan stimulus yang tepat untuk segmen ini.

Pasalnya, kenaikan aktivitas segmen usaha ultra mikro diyakini akan berdampak pada kenaikan daya beli serta mendorong pertumbuhan ekonomi, baik di yang ada di kawasan daerah maupun mencakup wilayah secara nasional.

Di samping itu, Permodalan Nasional Madani juga telah menyalurkan pembiayaan khusus untuk segmen ultra mikro yaitu sebesar Rp105 triliun melalui program PNM Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) pada tahun 2021 lalu.

Saat ini, Permodalan Nasional Madani masih memiliki 3.673 kantor layanan di seluruh Indonesia yang melayani usaha mikro dan kecil atau UMK di 34 provinsi, 443 kabupaten dan kota, serta 5.006 kecamatan.

Baca juga: Luhut Ingatkan Pemerintah Daerah Mesti Terus Beri Pendampingan UMKM

 

Penulis: Nanda Aria

Editor: Rahmat Fitranto

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Iklan

ARTIKEL TERBARU

LANGUAGE