27.3 C
Jakarta
Kamis, 4 Juni, 2020

Seberapa Penting Regulatory Sandbox Bagi Penyelenggara Fintech Di Indonesia?

duniafintech.com – Pengaturan fintech kini menjadi tuntutan global bagi industri keuangan, terlebih lagi industri fintech di Indonesia kian berkembang pesat. Indonesia seperti banyak negara lain telah menerapkan model pengaturan yang dikenal dengan regulatory sandbox.

Regulatory sandbox merupakan sebuah program atau masa uji coba perusahaan fintech yang dipelopori oleh negara Inggris. Masa uji coba tersebut berlangsung selama kurang lebih 6 sampai 12 bulan, dimana perusahaan fintech akan didampingi oleh pemerintah secara administrasi hukum dan operasional sistem, untuk menghindari adanya pelanggaran yang dilakukan oleh perusahaan fintech tersebut.

Baca juga : Empowering Blockchain Summit Matangkan Revolusi Industri 4.0

Selama pelaksanaan masa uji coba tersebut, penyelenggara fintech memiliki kewajiban untuk memastikan diterapkannya prinsip perlindungan konsumen, manajemen risiko dan kehati-hatian yang memadai, kebenaran dan keakuratan data, informasi, serta dokumen yang disampaikan.

“Regulatory sandbox diberlakukan agar pelaku fintech, yang kebanyakan adalah perusahaan startup dengan skala kecil, mendapatkan kesempatan untuk mematangkan konsep dan berkembang dengan sehat serta pada waktunya mampu menyediakan layanan finansial yang aman kepada masyarakat”

– Bank Indonesia

Regulatory sandbox di Indonesia sendiri berkiblat pada kebijakan Financial Conduct Authority (FCA) Inggris. Metode pengaturan ini diterapkan sebagai upaya yang lebih demokratis untuk harmonisasi peraturan yang akomodatif dari pemerintah terhadap perkembangan inovasi fintech di Indonesia.

Secara garis besar, regulatory sandbox berpotensi untuk menjadi wadah yang dapat memberikan insentif bagi penyelenggara fintech, salah satunya berupa akses terhadap data, seperti data kependudukan, data informasi kredit, dan/ atau data telekomunikasi, serta partisipasi dalam program nasional seperti penyaluran Kredit Usaha Rakyat, bantuan sosial non tunai, dan sebagainya.

Baca juga : Perancis Meminta Adanya Regulasi Kripto untuk Seluruh Uni Eropa

— Dinda Luvita —

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Cara Aman Ajukan Pinjaman Online Agar Terhindar dari Penipuan

DuniaFintech.com - Pertumbuhan pinjaman online sangat luar biasa dalam beberapa tahun terakhir. Fintech pinjaman bertambah beberapa kali lipat hanya dalam waktu singkat....

Rangkuman Kabar Startup Jelang Kuartal 2 Tahun 2020

DuniaFintech.com - Memasuki penghujung kuartal 2 tahun 2020, industri usaha rintisan (startup) mengalami gejolak, beberapa di antaranya harus menghentikan sementara aktivitasnya, bahkan...

Penetrasi Fintech di Indonesia Berpotensi Meningkat! Ini Alasannya

DuniaFintech.com - Penetrasi fintech sebagai inovasi pada layanan keuangan disebut-sebut akan terus meningkat seiring dengan stabilnya pertumbuhan industri tersebut. Laporan teranyar e-Conomy...

Memanfaatkan Artificial Intelligence, Grab dan Google Hadirkan Layanan Ini

DuniaFintech.com - Grab bekerja sama dengan Google meluncurkan sebuah fitur dengan memanfaatkan teknologi artificial intelligence. Layanan yang memanfaatkan teknologi artificial intelligence ini diberi nama Grab...

Sejumlah Perusahaan Pinjaman Online ini Dulang Keuntungan Ditengah Pandemi

DuniaFintech.com - Pandemi corona berdampak terhadap banyak sektor, termasuk ekonomi. Namun, transaksi di aplikasi pinjaman online baik pembayaran maupun pinjaman (lending) melonjak...
LANGUAGE