26 C
Jakarta
Senin, 5 Desember, 2022

REMITANSI DUKUNG KENAIKAN FEE BASED INCOME, BNI CATAT LABA BERSIH RP 13,62 TRILIUN

duniafintech.com – Bank Negara Indonesia (BNI) di awal tahun 2018 melaporkan laba bersih sebesar Rp 13,62 triliun sepanjang tahun 2017 kemarin. Pencapaian ini tumbuh 20,1 persen secara tahunan dibandingkan pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 11,34 triliun.

Baca juga : duniafintech.com/kenapa-pengiriman-uang-lewat-remittance-membantu-masyarakat/

Achmad Baiquni menyebut, pencatatan laba bersih tersebut didorong kinerja segmen business banking dan consumer banking. Selain itu, laba bersih juga didorong perbaikan kualitas aset.

Dengan perkembangan bisnis tersebut, BNI mampu membukukan pertumbuhan laba bersih yang lebih besar daripada industri perbankan yang pertumbuhan laba bersihnya diperkirakan hanya mencapai 16,5 persen” ungkap Baiquni dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (17/1/2018) dikutip dari kompas.com.

Pendapatan bunga bersih atau net interest income (NII) pada tahun 2017 tercatat sebesar Rp 31,94 triliun. Angka ini tumbuh 6,5 persen  dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 30 triliun.

Baca juga : duniafintech.com/pemerintah-nepal-buat-skema-tingkatkan-remittance/

Pada tahun 2017 sebesar Rp 9,77 triliun  untuk pendapatan non bunga dan tercatat pertumbuhannya hingga 13,9 persen dibandingkan tahun 2016 dengan pendapatan non bunga sebesar Rp 8,59 triliun.

Baiquni pun menambahkan bahwa pertumbuhan tersebut terutama didukung oleh kenaikan fee based income yang diperoleh, antara lain dari transaksi trade finance dan remitansi.

Sedangkan, Total untuk total aset BNI tercatat sebesar Rp 709,3 triliun, naik 17,6 persen dibandingkan pada tahun 2016 sebesar Rp 603 triliun.

Pertumbuhan tersebut pun dirasakan hingga penyaluran kredit yang tercatat sebesar Rp 441,3 triliun, tumbuh 12,2 persen dibandingkan dengan Rp 393,3 triliun pada tahun 2016, serta dana pihak ketiga (DPK) BNI pada tahun 2017 tumbuh 18,5 persen menjadi Rp 516,1 triliun dibandingkan Rp 435,6 triliun pada tahun 2016.

Baca juga : duniafintech.com/lihat-potensi-remittance-bri-berwacana-ekspansi-ke-taiwan/

Baiquni menyebut, pertumbuhan DPK melebihi pertumbuhan DPK industri perbankan yang diperkirakan 11 persen. BNI pada tahun 2017 mempertahankan rasio CASA alias dana murah sebesar 63 persen.

Rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) tercatat sebesar 18,5 persen pada tahun 2017, sedikit menurun dibandingkan 19,4 persen pada tahun 2016. Marjin bunga bersih atau net interest margin (NIM) pada tahun 2017 tercatat sebesar 5,5 persen, turun dibandingkan 6,2 persen.

Written by : Dinda Luvita

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Simulasi Saham Online Terbaik, Coba di 7 Platform Ini!

JAKARTA, duniafintech.com – Simulasi saham online tentunya perlu diketahui saat ingin terjun ke dunia penanaman modal lewat instrumen saham. Saham sendiri adalah salah satu pilihan...

Tips Menabung Ibu Rumah Tangga Setiap Hari di Rumah

JAKARTA, duniafintech.com – Tips menabung ibu rumah tangga tentu saja akan sangat penting diketahui oleh para ibu yang ada di Indonesia. Ibu rumah tangga alias...

Portofolio Investasi adalah: Contoh hingga Cara Membuatnya

JAKARTA, duniafintech.com – Portofolio Investasi sejatinya adalah satu istilah penting yang perlu diketahui dalam dunia penanaman modal. Saat ini, investasi sendiri memang telah menjadi salah...

Istilah Forex yang Penting Diketahui, Simak Yuk di Sini!

JAKARTA, duniafintech.com – Istilah forex sangat penting diketahui dan dipahami oleh mereka yang terjun dan menekuni instrumen investasi ini. Dalam trading forex, ada banyak istilah...

Perusahaan Asuransi yang Diawasi OJK, Simak Ya Daftarnya

JAKARTA, duniafintech.com – Perusahaan asuransi yang sudah terdaftar dan diawasi OJK (Otoritas Jasa Keuangan) hingga kini sudah banyak. Meski demikian, hanya sekitar 1,7 persen penduduk...
LANGUAGE