27 C
Jakarta
Selasa, 21 Maret, 2023

RENCANA BLACKROCK MENANAM SAHAM DI PERUSAHAAN FINTECH

duniafintech.com – Prospek dunia fintech tampaknya berhasil memikat BlackRock. Perusahaan manajemen investasi global milik Amerika ini sedang dalam tahap pembicaraan untuk berinvestasi di ranah teknologi finansial lewat Capital Preference Ltd. Langkah ini dilakukan untuk membantu meningkatkan fokus mereka pada investor retail.

Capital Preference mengumpulkan data untuk membantu manajer pengelola kekayaan memahami risiko toleransi dan preferensi klien, yang memungkinkan perusahaan membuat portofolio sesuai dengan kebutuhan investor. Perundingan yang bersifat pendahuluan, termasuk menentukan cara memasukkan perangkat lunak perusahaan ke dalam penawaran teknologi BlackRock yang ada sudah mulai dilakukan.

Masuknya perusahaan aset manajer ini ke dunia fintech adalah untuk mendiversifikasikan pendapatan karena banyaknya dana investor mengalir ke strategi pasif yang lebih murah. BlackRock juga menggunakan teknologi untuk secara tidak langsung memperluas jangkauannya ke investor ritel, yang biasanya mengenakan biaya lebih tinggi daripada lewat institusi.

BlackRock yang hingga saat ini telah mengelola aset senilai 5,7 triliun US dolar, telah melakukan beberapa investasi strategis di perusahaan-perusahaan startup untuk tujuan akuisisi. BlackRock juga memiliki FutureAdvisor, sebuah firma robo sekaligus ikut berpartisipasi dalam pendanaan untuk iCapital Network, sebuah marketplace online yang menawarkan investasi alternatif untuk para orang kaya.

Pada bulan Juni, BlackRock, yang dipimpin oleh Laurence D. Fink, setuju untuk membeli perusahaan teknologi keuangan Cachematrix dan mengambil alih saham minoritas di Scalable, sebuah robo advisor di Eropa.

BlackRock tidak secara langsung menjual produk kepada para investor retail, namun menggunakan teknologi untuk membangun hubungan dengan para penasehat keuangan. Software yang dimiliki oleh Capital Preference adalah alat lain yang dapat digunakan untuk memahami keinginan klien mereka.

Teknologi ini mampu melacak bagaimana para investor membuat keputusan untuk berinvestasi dalam berbagai keadaan untuk membantu mereka memperkirakan risiko yang mungkin muncul.

Source: bloomberg.com

Writter : Dita Safitri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Tips Beli Rumah KPR yang Perlu Dipertimbangkan, Cek Yuk!

JAKARTA, duniafintech.com – Tips beli rumah KPR atau Kredit Pemilikan Rumah (KPR) tentu penting diketahui jika kamu ingin mencoba skema ini. KPR sendiri telah menjadi...

Pinjol Cepat Cair dan Mudah Berizin OJK, Inilah Daftarnya

JAKARTA, duniafintech.com – Pinjol cepat cair adalah layanan finansial yang wajib diketahui saat mencari pendanaan cepat dan anti ribet. Saat ini, pengajuannya pun terbilang mudah...

BPH Migas Jamin Ketersediaan dan Akses Energi hingga Pelosok Negeri

JAKARTA, duniafintech.com - Produksi energi fosil yang terbatas BPH Migas jamin akses energi membuat ketahanan energi Indonesia cenderung rentan menyesuaikan dengan kondisi perekonomian global....

OJK Dorong Industri Jasa Keuangan Berikan Akses Pendanaan untuk Petani Sawit

JAKARTA, duniafintech.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong peningkatan pendanaan oleh Industri Jasa Keuangan (IJK) kepada kelompok petani khususnya perkebunan kelapa sawit dengan...

Transfer Makin Murah, ShopeePay dan DANA Gabung BI-FAST

JAKARTA,duniafintech.com - Bank Indonesia mencatat jumlah peserta BI-FAST bertambah, termasuk ShopeePay dan DANA, sebanyak 16 yang terdiri 14 bank dan 2 Lembaga Selain Bank...
LANGUAGE