30.5 C
Jakarta
Selasa, 31 Maret, 2026

SailPoint Definisikan Ulang Keamanan Identitas dengan Inovasi Berbasis AI

SailPoint, Inc. (Nasdaq: SAIL), pemain industri terdepan dalam keamanan identitas terpadu bagi perusahaan, hari ini mengumumkan berbagai peningkatan signifikan pada AI-powered SailPoint Platform. Kapabilitas baru ini menjadi yang pertama dari berbagai inovasi yang akan mendukung visi baru perusahaan mengenai adaptive identity, sebuah pendekatan yang dirancang untuk menjawab tantangan keamanan krusial di lingkungan TI modern.

Fitur-fitur baru tersebut meliputi:

  • Keunggulan: Perusahaan itu menghadirkan visibilitas menyeluruh terhadap risiko hak akses istimewa melalui peluncuran privilege discovery and classification serta privilege insights. Kapabilitas dasar baru ini secara otomatis menemukan, mengklasifikasikan, serta menyediakan intelijen yang diperlukan untuk mengamankan akses istimewa di seluruh perusahaan.
  • Non-Human Identities: Konektor baru untuk SailPoint Agent Identity Securitymemungkinkan penemuan dan tata kelola AI agents dari platform seperti Microsoft 365 Co-Pilot dan Databricks, serta Amazon Bedrock, Google Vertex AI, Microsoft Foundry, Salesforce Agentforce, ServiceNow AI Platform, dan Snowflake Cortex AI. Selain itu, SailPoint Machine Identity Security kini ditingkatkan dengan full lifecycle management untuk akun mesin tradisional.
  • Agents: agen baru untuk SailPoint Harbor Pilot, rangkaian agen berbasis AI dari SailPoint yang dirancang untuk merevolusi cara pelanggan SailPoint Identity Security Cloud mengelola program mereka, mengubah proses yang sebelumnya kompleks menjadi percakapan yang sederhana dan terpandu. Solusi ini memungkinkan pengguna mengajukan permintaan akses melalui percakapan terpandu yang mudah.
  • Keunggulan terbaru pada SailPoint Observability & Insights dan SailPoint Data Access Security: Fitur Observability & Insights yang lebih canggih menghadirkan visibilitas langsung terhadap hak akses tertentu dan deteksi risiko di dalam SailPoint Identity Graph, termasuk perbandingan identitas serta intelijen operasional yang lebih mendalam untuk seluruh identitas. SailPoint juga mengintegrasikan Data Access Security dengan Identity Graph untuk memvisualisasikan jalur akses data, memperkaya konteks identitas dan akses data, serta menghadirkan kapabilitas baru untuk memetakan dan mengelola paparan data sensitif.
  • Modernisasi: Mesin Access Certification generasi berikutnya serta pembaruan menyeluruh pada Separation of Duties (SoD), yang menunjukkan komitmen SailPoint untuk membangun kembali kapabilitas tata kelola inti agar lebih optimal dari sisi performa, skalabilitas, dan pengalaman pengguna modern. Fitur ini akan tersedia pada semester kedua tahun 2026.

Tata kelola identitas tradisional yang mengandalkan proses peninjauan manual yang lambat kini tidak lagi mampu mengikuti kecepatan adopsi cloud, pesatnya pertumbuhan identitas AI dan mesin, serta semakin kompleksnya ancaman modern.

“Cara lama dalam tata kelola identitas sudah tidak lagi efektif. Mengandalkan peninjauan statis setelah kejadian tidak lagi cukup di tengah lanskap ancaman yang sangat dinamis saat ini,” ujar Chandra Gnanasambandam, SailPoint EVP of Product dan Chief Technology Officer. “Sebagai pemimpin terdepan di industri ini, kami bergerak menuju pendekatan baru berbasis AI yang adaptif untuk menghadirkan visibilitas berkelanjutan dan tata kelola secara real time bagi seluruh jenis identitas, termasuk identitas AI, mesin, agen, dan kredensial. Tahun ini, kami menargetkan membantu pelanggan beralih menuju least privilege atau bahkan zero standing privilege. Ini bukan sekadar memenuhi persyaratan, tetapi benar-benar mengamankan bisnis dengan kecepatan yang dibutuhkan oleh perusahaan yang digerakkan oleh AI.”

Kerangka identitas SailPoint dibangun di atas empat pilar utama:

  1. Tata kelola real time: Beralih dari peninjauan secara berkala menuju tata kelola yang terus menerus berlangsung secara otomatis, yang mampu mendeteksi, mencegah, dan memitigasi risiko segera setelah muncul.
  2. Perlindungan untuk AI dan mesin: Memperluas keamanan identitas tidak hanya bagi pengguna manusia, tetapi juga bagi populasi non-human identitiesyang terus berkembang pesat, termasuk AI agents, service accounts, dan machine workloads.
  3. Hak akses universal dan dinamis: Mengurangi risiko standing privilegedengan menyediakan akses Just-in-Time (JIT) di seluruh lingkungan perusahaan, sehingga setiap identitas hanya memiliki akses yang benar-benar dibutuhkan, dalam durasi waktu yang minimal.
  4. Sistem pengelolaan ancaman terpadu: Menjembatani kesenjangan penting antara manajemen identitas dan Security Operations Center (SOC) dengan menghubungkan konteks identitas dengan sinyal ancaman untuk mendeteksi serta merespons ancaman dengan lebih cepat.

Kerangka kerja baru ini akan semakin memperkuat posisi SailPoint sebagai pemain terdepan dalam industri ini dengan menghadirkan tidak hanya visi dari prospek keamanan identitas, tetapi juga inovasi nyata yang diperlukan untuk mewujudkannya.

“Dengan memanfaatkan kapabilitas AI dari SailPoint, TMF Group berhasil meningkatkan tata kelola identitas menjadi kapabilitas yang sepenuhnya otomatis dan berbasis intelijen, sehingga memastikan kepatuhan yang konsisten di 87 yurisdiksi sekaligus mendukung pertumbuhan global yang aman,” ujar Saurabh Gugnani, Senior Director, Global Head – Cybersecurity Engineering, Architecture & Projects di TMF Group.

Iklan

mau tayang di media lain juga

ARTIKEL TERBARU