25.6 C
Jakarta
Rabu, 18 Mei, 2022

Salah Transfer BCA? Ini Cara agar Uang Tersebut Bisa Kembali

JAKARTA, duniafintech.com – Saat ini, layanan transfer uang sudah banyak sekali digunakan oleh orang karena kepraktisan dan kecepatannya. Ada beberapa cara yang harus dilakukan oleh pemilik kartu ATM untuk melakukan transfer uang, seperti transfer melalui ATM, M-Banking, ataupun internet bankingLantas bagaimana jika kita salah transfer uang di BCA? 

Meskipun mempunyai keunggulan dalam hal kecepatan dan kepraktisan, transfer uang tentunya juga mempunyai suatu kekurangan, yakni salah transfer. Mungkin banyak dari masyarakat Indonesia yang bertanya-tanya, bisakah uang kita kembali jika terjadi salah transfer khususnya di bank BCA? Lalu, apa saja yang harus dilakukan?

Apakah Salah Transfer BCA Uangnya Bisa Kembali?

Secara teknis, Bank BCA tidak dapat menjamin uang kamu bisa kembali saat terjadi salah transfer. Hal ini dikarenakan sebuah Bank tidak bisa menarik uang dari nasabah jika nasabah tersebut tidak mengizinkannya.

Artinya, uang tersebut bisa kembali hanya saja jika ada niat yang baik dari penerima transfer. Meskipun begitu, pihak Bank BCA juga tetap akan memproses setiap keluhan nasabah dan berusaha sebaik mungkin. Termasuk juga kasus salah transfer.

Bagaimana Jika Uang Tidak Kembali?

Sebagai negara hukum, tentu akan ada konsekuensi yang harus dihadapi oleh pihak penerima transfer apabila tidak ingin mengembalikan uang. Menurut Pasal 327 KUHP, penerima transfer bisa dituntut dengan ancaman pidana penggelapan.

Kenapa si penerima uang ini bisa dipidanakan? Pasalnya, bank sudah melaporkan kejadian kepada si penerima dana terkait kesalahan transfer yang seharusnya tidak ia terima.

Lebih lanjut, dalam Pasal 85 UU Nomor 3 Tahun 2011 tentang Transfer Dana, nasabah penerima salah transfer diharuskan untuk membayar sanksi atau bahkan ancaman penjara. Berikut ini adalah isi dari Pasal 85 UU Nomor 3 Tahun 2011 tentang Transfer Dana:

“Setiap orang yang dengan sengaja menguasai dan mengakui sebagai miliknya Dana hasil transfer yang diketahui atau patut diketahui bukan haknya dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun atau denda paling banyak Rp5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah).”

Kejadian salah transfer dan berakhir di ranah hukum seperti ini bukanlah barang baru di Indonesia. Pada bulan April lalu, ada seorang pria bernama Ardi Pratama divonis satu tahun penjara setelah dinilai bersalah dengan menggunakan uang salah transfer BCA sebesar Rp51 Juta. 

Kasus ini pun bermula saat Ardi menerima uang Rp51 Juta di rekeningnya pada bulan Maret lalu. Pria asal Surabaya tersebut tidak menyangka jika uang tersebut adalah hasil bonus dari pekerjaannya sebagai makelar.

Selang beberapa hari, salah seorang pegawai BCA kemudian mendatangi rumah Ardi dan bermaksud membawa kembali uang salah transfer tersebut. Namun sayangnya, Ardi beserta keluarganya sudah telanjur memakai uang tersebut.

Solusi Salah Transfer dengan Rekening BCA

Setiap masalah tentu saja akan ada solusinya jika kamu tidak panik. Nah, bagi kebanyakan orang justru bakal panik lebih dulu saat salah transfer BCA. 

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan saat salah transfer, berikut ini adalah rinciannya, antara lain:

  1. Melaporkan Kejadian ke Kantor BCA Terdekat

Setelah terjadi kesalahan pada saat melakukan transfer uang, maka segeralah untuk melapor ke kantor BCA terdekat. Hal ini tentu akan berguna agar masalah langsung diproses lebih cepat. Jika seandainya kantor sedang tutup, maka ada baiknya untuk menghubungi pihak BCA melalui layanan customer service.

  1. Menjelaskan Kejadian dan Menyiapkan Data Diri

Saat kamu melaporkan kejadian, nantinya pihak BCA akan menanyakan kejadian ini sedetail mungkin. Maka dari itu, kamu harus mempersiapkan jawaban sedetail mungkin mulai dari waktu kejadian sampai metode transfer uang yang kamu gunakan.

Selain itu, siapkan juga data diri serta hal-hal yang juga dapat membuktikan bahwa kepemilikan dana di BCA seperti buku tabungan (jika ada). Setelah data diri telah disiapkan, nantinya pihak bank BCA akan melakukan pencocokan data pribadi kamu dengan kejadian salah transfer.

  1. Menyiapkan Bukti Transfer

Selanjutnya, pihak bank BCA biasanya akan meminta bukti transfer dari kejadian tersebut. Oleh karena itu, kamu juga harus mempersiapkan bukti transfer dengan lengkap. Kamu bisa langsung membawa bukti transfer secara fisik maupun dengan screenshot di smartphone.

Kenapa bukti transfer sangat penting? Hal ini karena bukti transfer merupakan salah satu penguat dari masalah yang sedang kamu hadapi. Selain itu, nantinya pihak BCA juga akan lebih cepat dalam melakukan proses penyelidikan jika bukti transfer masih ada.

  1. Menunggu Proses Laporan

Setelah kamu menjelaskan tentang kronologis kejadian, menyerahkan data diri, serta memberikan bukti transfer, biasanya Bank BCA akan langsung memproses laporan. 

Setelah itu, barulah nanti Bank BCA melakukan verifikasi untuk kejadian ini. Dalam verifikasi tersebut, biasanya pihak BCA akan kembali menanyakan beberapa pertanyaan terkait kejadian. Hal ini dilakukan untuk memastikan kebenaran dari kejadian tersebut.

Setelah verifikasi beres, Bank BCA akan menjadi penengah antara kamu sebagai pihak yang mentransfer dengan orang lain yang ditransfer. 

 

Penulis: Kontributor / M. Raihan Mu’arif

Editor: Anju Mahendra

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Miris Banget! Juragan Kripto Ini Duitnya Anjlok Hingga Rp 161 Triliun

JAKARTA, duniafintech.com - Harga beberapa mata uang kripto turun drastis berbarengan, termasuk Bitcoin yang diperdagangkan kurang dari USD 30 ribu. Hal itu membuat beberapa...

Lin Che Wei Punya Jabatan Strategis di Kementrian, Tersangka Baru Mafia Minyak Goreng

JAKARTA, duniafintech.com - Lin Che Wei seorang pengusaha, resmi ditahan oleh Kejaksaan Agung setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pemberian fasilitas ekspor Minyak...

Bundamedik Catat Pendapatan Terkonsolidasi Sebesar Rp1,71 Triliun di 2021

JAKARTA, duniafintech.com - PT Bundamedik Tbk (BMHS) mengumumkan sepanjang 2021 mampu mencatatkan pertumbuhan pendapatan terkonsolidasi sebesar 49% menjadi Rp 1,711 triliun dari pendapatan di...

Surplus Neraca Perdagangan April US$7,56 Miliar, BPS: Tertinggi Sepanjang Sejarah

JAKARTA, duniafintech.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, surplus neraca perdagangan barang Indonesia pada bulan April 2022 kembali mengalami surplus, yaitu sebesar US$7,56 miliar. Menurut...

Jadi Tujuan Mudik dan Wisata, Uang Berputar di Yogyakarta Capai Rp2 Triliun/Hari

JAKARTA, duniafintech.com - Salah satu daerah yang menjadi tujuan pemudik sekaligus wisata adalah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Selama libur Lebaran 2022 ini, daerah ini...
LANGUAGE