25.5 C
Jakarta
Senin, 5 Desember, 2022

SEBUAH PERUSAHAAN DI JEPANG AKAN BAYAR PEGAWAINYA DENGAN BITCOIN

duniafintech.com – Perusahaan pengembangan Blockchain dan cryptocurrency telah membayar pekerja mereka dengan menggunakan mata uang virtual selama bertahun-tahun. Namun, perhatian publik baru benar-benar tersita kala ada sebuah perusahaan mainstream yang mulai membayar pekerja mereka dengan Bitcoin.

GMO Internet Group, sebuah perusahaan penyedia layanan intrernet dengan pasar konsumen individu dan perusahaan memperkenalkan sebuah sistem bagi karyawan di mana mereka akan menerima sebagian gaji mereka dalam bentuk Bitcoin.

Berkantor pusat di Tokyo, GMO Internet Group terdiri dari lebih dari 60 perusahaan yang tersebar di 10 negara. Mengingat ukuran perusahaan yang cukup besar dan perkembangan teknologi, perusahaan ini berpikir sudah saatnya mengadopsi Bitcoin sebagai metode pembayaran secara mainstream.

Langkah ini dipengaruhi oleh keingingan perusahaan untuk mempromosikan adopsi terhadap Bitcoin yang merupakan salah satu strategi prioritas dari GMO. Sebenarnya mereka juga sudah lama aktif dalam trading dan penambangan Bitcoin, serta pengembangan hardware untuk menambang Bitcoin. Apapun itu, segala hal yang menguntungkan bagi Bitcoin, maka akan menguntungkan bagi GMO.

GMO menyatakan keyakinannya bahwa mata uang virtual akan berkembang menjadi “mata uang universal baru” yang tersedia bagi siapa saja dari negara atau wilayah manapun yang ingin menukar nilai dengan bebas, menciptakan zona ekonomi tanpa batas yang baru.

Pilihan pembayaran sebagian gaji dengan Bitcoin awalnya hanya akan tersedia untuk karyawan satu anak perusahaan GMO saja yakni GMO Internet Co. Ltd mulai Maret 2018 nanti, namun secara bertahap akan diperluas ke lebih dari 4.000 karyawan di perusahaan GMO lainnya di Jepang.

Pembayaran dengan Bitcoin minimum pada awalnya bernilai minimal 10.000 yen (~ $ 88) dan maksimal senilai 100.000 yen (~ $ 881). Setiap pembayaran gaji yang masih berupa yen akan dikurangi dengan jumlah Bitcoin yang dibayarkan, dengan menggunakan nilai tukar di bursa GMO Coin.

Mainichi Jepang mencatat bahwa kode etik ketenagakerjaan Jepang menetapkan bahwa bisnis harus membayar karyawan dengan mata uang yang diakui seperti yen. Namun menurut GMO, langkah tersebut sesuai dengan undang-undang karena setiap pembayaran dalam Bitcoin akan bersifat konsensual, dengan jumlah yang dipilih untuk dikurangkan dari gaji dan dimasukkan ke pembelian Bitcoin. Cryptocurrency semakin populer di Jepang dengan semakin banyaknya perusahaan ritel yang menerimanya sebagai bentuk pembayaran.

Source: bitcoinmagazine.com

Written by: Dita Safitri

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Simulasi Saham Online Terbaik, Coba di 7 Platform Ini!

JAKARTA, duniafintech.com – Simulasi saham online tentunya perlu diketahui saat ingin terjun ke dunia penanaman modal lewat instrumen saham. Saham sendiri adalah salah satu pilihan...

Tips Menabung Ibu Rumah Tangga Setiap Hari di Rumah

JAKARTA, duniafintech.com – Tips menabung ibu rumah tangga tentu saja akan sangat penting diketahui oleh para ibu yang ada di Indonesia. Ibu rumah tangga alias...

Portofolio Investasi adalah: Contoh hingga Cara Membuatnya

JAKARTA, duniafintech.com – Portofolio Investasi sejatinya adalah satu istilah penting yang perlu diketahui dalam dunia penanaman modal. Saat ini, investasi sendiri memang telah menjadi salah...

Istilah Forex yang Penting Diketahui, Simak Yuk di Sini!

JAKARTA, duniafintech.com – Istilah forex sangat penting diketahui dan dipahami oleh mereka yang terjun dan menekuni instrumen investasi ini. Dalam trading forex, ada banyak istilah...

Perusahaan Asuransi yang Diawasi OJK, Simak Ya Daftarnya

JAKARTA, duniafintech.com – Perusahaan asuransi yang sudah terdaftar dan diawasi OJK (Otoritas Jasa Keuangan) hingga kini sudah banyak. Meski demikian, hanya sekitar 1,7 persen penduduk...
LANGUAGE