26 C
Jakarta
Selasa, 28 Juni, 2022

Bank Sentral Singapura dan Kanada Menyelesaikan Proyek Blockchain Payment Cross-Border Pertama

Bank sentral Singapura dan Kanada telah berhasil menggunakan jaringan blockchain mereka dalam proyek Blockchain payment untuk saling mengirim mata uang digital, bersumber dari siaran pers bersama yang dikonfirmasi pada 2 Mei.

Proyek Blockchain payment cross-border ini merupakan sebagai bagian dari proyek distributed ledger technology (DLT) yang dikejar oleh kedua bank, Monetary Authority of Singapore (BAS) mengirim dana ke Bank of Canada (BoC) tanpa pihak ketiga.

Proses ini dimungkinkan dengan menghubungkan dua jaringan DLT: platform Project Ubin yang baru lahir dari MAS dan Project Jasper dari BoC.

JPMorgan dan raksasa akuntansi Accenture, yang membantu dalam pengembangan platform, juga bermitra dengan bank untuk memungkinkan perdagangan.

“Gelombang berikutnya dari proyek-proyek blockchain bank sentral dapat membuat kemajuan lebih lanjut dengan membawa eksplorasi teknologi bersama dengan pertanyaan-pertanyaan kebijakan tentang masa depan pembayaran lintas-batas,” kata kepala staf fintech MAS, Sopnendu Mohanty, dalam siaran persnya. Dia menambahkan:

“Ini adalah pekerjaan yang menantang, dan kami menyambut bank sentral lainnya untuk bergabung dengan kami dalam kolaborasi global ini, untuk membawa manfaat bagi konsumen, bisnis, dan industri keuangan yang lebih luas.”

Seperti halnya skema pembayaran blockchain yang diprakarsai bank pada berbagai tahap pengembangan di seluruh dunia, pemotongan biaya dan efisiensi merupakan inti dari perdagangan bank sentral, yang menurut para peserta adalah yang pertama yang berhasil diselesaikan.

MAS dan Dewan Komisaris kemudian merilis ringkasan laporan di mana mereka membahas manfaat jembatan jaringan bersama.

“Dalam pengujian kami, tidak ada tindakan lain yang akan dilanjutkan jika ada tindakan yang gagal, sehingga memastikan konsistensi ujung ke ujung suatu transaksi,” bunyinya. Ringkasan tersebut menyatakan:

“Dalam metode pembayaran perbankan koresponden, pengirim dan penerima mempercayai bank koresponden. Dalam sistem berbasis DLT ini menggunakan HTLC, kepercayaan masih akan diperlukan, meskipun dalam sistem teknis dan bukan pada pihak ketiga. “

MAS sebelumnya memandang tahun 2020 sebagai kerangka waktu potensial bagi Proyek Ubin untuk mulai memberikan hasil nyata.

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Bisa Jadi Pelajaran Untuk Waspada, Ini Daftar Pencurian Kripto Terbesar dalam Sejarah

JAKARTA, duniafintech.com - Investasi aset kripto semakin populer era kini. Masyarakat dunia mengenal kripto sebagai instrumen investasi. Namun juga, afa banyak pencurian kripto yang...

Daftar Biaya CT Scan di Rumah Sakit Terlengkap

JAKARTA, duniafintech.com – Besaran biaya CT scan di rumah sakit memang variatif bervariasi, yang dipengaruhi oleh beberapa faktor. Adapun faktor-faktor itu terdiri dari rumah sakit,...

Nilai Syariah P2P Lending Syariah, Adil dan Transparan

JAKARTA, duniafintech.com – Nilai syariah dalam P2P lending syariah ada apa saja? Benarkah P2P lending syariah halal? Mari kita kupas tuntas nilai syariah yang...

Pengamat Prediksi Bitcoin Akan Kembali Sentuh Level Tertinggi, Tapi Butuh Waktu Lama

JAKARTA, duniafintech.com - Pembawa acara keuangan “Mad Money”, Jim Cramer dalam acaranya menjelaskan prediksi Bitcoin dapat mengalami reli selama beberapa bulan ke depan, meskipun...

Civic Turbo Baru dan Bekas 2022, Segini Harganya

JAKARTA, duniafintech.com – Civic Turbo adalah jenis mobil dengan performa “gahar” dan hal itu sekaligus menjadi pesona alias daya tariknya. Mobil ini memang menjadi incaran...
LANGUAGE