32.8 C
Jakarta
Selasa, 9 Agustus, 2022

Spring Labs Bermitra Dengan 16 Perusahaan Fintech

duniafintech.com – Startup blockchain yang berbasis di Amerika Serikat, Spring Labs, mengumumkan enam belas perusahaan fintech telah bergabung dengan program mitranya sebelum merilis Protokol Spring-nya dalam siaran pers 17 Januari.

Spring Labs dilaporan bermitra dengan enam belas kreditur dan perusahaan fintech untuk menguji sistem untuk menghilangkan entitas terpusat seperti biro kredit dari peran mereka dalam memberikan pinjaman kepada individu dan perusahaan.

Biro kredit seperti Equifax Inc. dan Experian Plc telah naik untuk menempati peran dominan dalam pemberian pinjaman karena bank memiliki beberapa masalah ketika harus berbagi informasi pelanggan yang diperlukan untuk memberikan pinjaman.

Baca juga : Grab Bermitra dengan Insurtech China di Fintech Asuransi

Salah satu rintangan adalah membuat pesaing dalam industri tertentu untuk bekerja sama satu sama lain untuk mendapatkan keuntungan dari efek jaringan, meskipun di sini Spring Labs tampaknya telah membuat kemajuan.

Spring Labs, yang tahun lalu mengumpulkan dana $ 15 juta, bertujuan untuk merilis teknologi anti-penipuan dalam bentuk teknologi berbagi data P2P pribadi, yang ditenagai oleh blockchain.

Pada saat yang sama, mereka telah mengadakan Program Mitra Industri Pendirian Musim Semi / Spring Founding Industry Partners (SFIP), sebuah upaya penelitian yang terdiri dari para mitra yang bertujuan untuk mengurangi penipuan data lebih lanjut dan meningkatkan keamanan sebelum rilis publik Protokol.

Sekarang, enam belas kreditur dan perusahaan fintech tadi telah mendaftar untuk program ini.

“Ketika jumlah transaksi keuangan yang semakin meningkat bergerak online, jenis baru penipuan misi-kritis dan solusi verifikasi ID berdasarkan berbagi informasi harus dikembangkan,” Noah Breslow, CEO dari salah satu peserta baru, OnDeck Capital, berkomentar dalam jumpa pers:

“Kami percaya tim di Spring Labs memiliki latar belakang yang tepat untuk menggembleng para pemimpin industri seputar penciptaan jaringan baru dan inovatif.”

Spring menarik perhatian pers pada bulan Oktober ketika mengungkapkan bahwa ia telah merekrut Gary Cohn, mantan kepala penasihat ekonomi untuk Presiden AS Donald Trump, untuk bekerja pada dewan penasihatnya.

Peran teknologi P2P blockchain yang dapat dimainkan dalam keamanan data telah menjadi perhatian banyak pemain baru-baru ini, dengan proyek-proyek seperti  ‘Internet of People’ CoinBene juga sedang berlangsung.

– Dinda Luvita –

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Inilah 18 Penyakit yang tidak Ditanggung Asuransi Prudential

JAKARTA, duniafintech.com – Daftar penyakit yang tidak ditanggung Asuransi Prudential penting untuk diketahui oleh para pemilik polis asuransi ini. Adapun hal penting yang perlu dipertimbangkan...

Cara Top Up OVO lewat OCBC NISP 2022: ATM & Mobile Banking

JAKARTA, duniafintech.com – Cara top up OVO lewat OCBC NISP sejatinya hampir mirip kok dengan cara isi saldo OVO lewat sejumlah bank lainnya. Saat ini,...

Cara Menghubungkan Akulaku ke Bukalapak, Banyak Manfaatnya!

JAKARTA, duniafintech.com – Cara menghubungkan Akulaku ke Bukalapak berikut ini perlu diketahui karena akan memberikan banyak manfaat bagi penggunanya. Nah, sebagai pelanggan Akulaku, barangkali kamu...

Fantastis! Hingga Juni 2022, Sudah 9,5 Juta UMKM Masuk Ekosistem Digital

JAKARTA, duniafintech.com - Hingga Juni 2022, sudah 9,5 juta UMKM masuk ekosistem digital. Menteri Koperasi dan UKM (MenkopUKM) Teten Masduki mengatakan sebanyak 19,5 juta pelaku...

Jangan Salah Kira, Inilah Perbedaan Bitcoin dan Stablecoin

JAKARTA, duniafintech.com - Perbedaan Bitcoin dan Stablecoin sangat mencolok. Data dari Coinmarketcap menunjukkan ada sekitar 20 ribu kripto yang tercatat.  Dari sekian banyak kripto di...
LANGUAGE