32.8 C
Jakarta
Selasa, 9 Agustus, 2022

Kasir Pintar Incar Segmen Kalangan UMKM

duniafintech.com –  Belakangan tidak hanya start up bidang e-commerce yang melebarkan sayapnya, kini start up bidang kasir digital pun mulai melakukan ekspansi bisnis. Langkah ini dilakukan untuk bisa menjaring para pengguna. Seperti hal yang dilakukan Kasir Pintar.

Berawal dari harga mesin kasir yang belum terjangkau oleh banyaknya UKM terutama yang beroperasi sebagai toko kelontongan dan rumah makan. Pembukuan dan transaksi dilakukan secara tradisional. Yaitu dengan melihat daftar harga barang yang tersedia, menghitung, lalu mencatat hasil transaksi kedalam buku. Padahal selain tidak efisien karena memakan waktu lama, metode ini juga kurang akurat karena presentase kesalahan yang disebabkan human-error tinggi. Karena itulah, kami membuat sebuah aplikasi berbasis Android yang bernama Kasir Pintar.

Sekilas mengenai platform ini, Kasir Pintar dapat mengolah data suatu barang sekaligus mengidentifikasi barang tersebut dengan metode scanning barcode atau langsung mencari barang dengan dan melakukan penghitungan kemudian mencetak bukti transaksi layaknya mesin kasir. Pengguna aplikasi ini juga bisa melihat catatan transaksi yang dilakukan dengan aplikasi tersebut karena segala jenis transaksi baik pembelian atau penjualan otomatis tercatat dalam aplikasi di website secara realtime.

Menurut Nuning Septiana, Chief Product Officer Kasir Pintar, semenjak start up ini merilis  Kasir Pintar versi Pro di akhir 2018, jumlah pelanggan mulai menunjukkan hasil positif. Kalau pada akhir 2018 kemarin, Kasir Pintar sudah menggaet 1.000 pelanggan, maka di akhir tahun ini targetnya bisa sepuluh kali lebih banyak lagi.

Ia optimistis target tersebut bisa tercapai lantaran segmen yang dituju yakni kalangan UMKM sudah mulai melek digital. Adapun jumlah pengguna yang Kasir Pintar catat ada 25.000 pengguna.

“Pengguna kami dari bisnis kuliner, barbershop, ritel, warung kelontong, toko pulsa dan lainnya,” tuturnya.

Baca juga : Pakar Fintech Berbicara : Tips Mendirikan Startup

Kasir Pintar sendiri tersedia dalam dua versi, yakni yang gratis dan yang berbayar (versi pro) dengan biaya Rp 50.000 per bulan. Di aplikasi ini juga dilengkapi layanan mobile point of sales (POS) dan gudang yang disesuaikan dengan kebutuhan para klien. Nuning menyatakan, aplikasi ini sudah menyediakan ragam fitur. Mulai dari database, transaksi, laporan, sinkronisasi, hingga cetak.

Misalnya, Kasir Pintar dapat mengolah data suatu barang sekaligus mengidentifikasi barang tersebut dengan metode scanning barcode atau langsung mencari barang dengan melakukan penghitungan kemudian mencetak bukti transaksi layaknya mesin kasir. Pengguna aplikasi ini juga dapat melihat catatan transaksi yang dilakukan dengan aplikasi tersebut karena segala jenis transaksi baik pembelian atau penjualan secara otomatis tercatat dalam aplikasi di website secara realtime.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Cara Top Up OVO lewat OCBC NISP 2022: ATM & Mobile Banking

JAKARTA, duniafintech.com – Cara top up OVO lewat OCBC NISP sejatinya hampir mirip kok dengan cara isi saldo OVO lewat sejumlah bank lainnya. Saat ini,...

Cara Menghubungkan Akulaku ke Bukalapak, Banyak Manfaatnya!

JAKARTA, duniafintech.com – Cara menghubungkan Akulaku ke Bukalapak berikut ini perlu diketahui karena akan memberikan banyak manfaat bagi penggunanya. Nah, sebagai pelanggan Akulaku, barangkali kamu...

Fantastis! Hingga Juni 2022, Sudah 9,5 Juta UMKM Masuk Ekosistem Digital

JAKARTA, duniafintech.com - Hingga Juni 2022, sudah 9,5 juta UMKM masuk ekosistem digital. Menteri Koperasi dan UKM (MenkopUKM) Teten Masduki mengatakan sebanyak 19,5 juta pelaku...

Jangan Salah Kira, Inilah Perbedaan Bitcoin dan Stablecoin

JAKARTA, duniafintech.com - Perbedaan Bitcoin dan Stablecoin sangat mencolok. Data dari Coinmarketcap menunjukkan ada sekitar 20 ribu kripto yang tercatat.  Dari sekian banyak kripto di...

Lindung Konsumen, AFPI Percepat Sertifikasi Tenaga Penagihan

JAKARTA, duniafintech.com – Untuk meningkatkan perlindungan konsumen, Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) percepat program pelatihan dan sertifikasi bagi para tenaga penagihan sehingga di...
LANGUAGE