26 C
Jakarta
Selasa, 31 Januari, 2023

Menggali Startup Fintech Insurance Indonesia

duniafintech.com – Asuransi sebagai produk pilihan guna melindungi atau menjamin konsumen dari berbagai hal misalnya mengobati penyakit, keterlambatan waktu terbang, jaminan hari tua, kerusakan mobil, dll. Lantas bagaimana pertumbuhan startup fintech insurance Indonesia?

Terkait asuransi, banyak pelanggan tentunya ingin proses klaim berjalan dengan lancar, mudah, dan cepat. Oleh karenanya, banyak  bermunculannya startup fintech insurance Indonesia yang bekerja sama dengan perusahaan asuransi. Dimana menawarkan produk asuransi dengan cara mudah yaitu melalui online.

Hal itu tentunya membakar semangat masyarakat Indonesia untuk mau berasuransi. Sebagaimana yang dikutip dari laman Kompas.com, Cigna baru saja merilis hasil survei tahunan Cigna 360 Well-being yang mengukur persepsi masyarakat mengenai kesehatan dan kesejahteraan dengan fokus pada dampak teknologi digital terhadap layanan kesehatan. Survei tersebut juga mengungkapkan bahwa di Indonesia penggunaan aplikasi mobile terkait kesehatan semakin meningkat, dan lebih dari setengah responden mengizinkan data kesehatan mereka diakses oleh pihak ketiga, lebih tinggi dari 45 persen rata-rata global.

Oleh karena itu, kesempatan startup khususnya di bidang asuransi bisa meraih tempat yang luas di hati pengguna dengan ragam fitur dan kemudahan yang ditawarkan. Startup apa saja yang berkaitan dengan produk asuransi? duniafintech.com merangkumnya sebagai berikut:

  • Startup pembanding hanya produk asuransi yaitu: RajaPremi, CekPremi, PremiKita, Premiro, Futuready, Asura, PasarPolis, dan Asuransi88.
  • Startup asuransi yang membuat produknya sendiri, yaitu Jagadiri.
  • Startup pembanding produk asuransi bersama dengan produk keuangan lainnya yaitu: KreditGoGo, duitpintar.com, cermati.com, CekAja, dan AturDuit.

Layanan berbasis teknologi yang mudah untuk diakses secara online, sangat menjembatani antara konsumen dengan perusahaan asuransi. Cukup dengan smartphone, konsumen dapat memanfaatkan produk asuransi dengan segala fitur yang disediakan. Begitupula halnya dengan perusahaan asuransi yang akan dengan cepat membantu konsumen menangani klaim yang diajukan.

Dilansir dari Kompas.com, dituliskan bahwa adopsi teknologi yang cepat membuka kesempatan dunia usaha Indonesia, termasuk industri asuransi untuk semakin relevan dengan kebutuhan pelanggan. Munculnya teknologi finansial menghadirkan tantangan sekaligus peluang bagi industri ini; mengevolusi produk asuransi konvensional menjadi InsurTech dan mentransformasi penyedia layanan tradisional menjadi HealthTech.

Dengan kehadiran startup yang berkaitan dengan produk asuransi, bisa menambah pilihan bagi konsumen untuk semangat berasuransi. Tidak lagi perlu cemas dengan memburu waktu untuk pengajuan klaim atau proses pendaftaran. Sebab teknologi telah memudahkannya.

-Fenni Wardhiati-

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Investasi Sektor Manufaktur Naik 52 Persen di Tahun 2022, Tembus Rp497,7 Triliun

JAKARTA, duniafintech.com - Investasi pada sektor industri manufaktur di Tanah Air terus meningkat meski di tengah dinamika geopolitik dunia yang menyebabkan ketidakpastian ekonomi global....

Daftar HP Samsung Terbaru 2023 Dari Berbagai Seri

JAKARTA, duniafintech.com - Samsung dikenal sebagai salah satu merek ponsel pintar atau HP favorit banyak orang, terutama bagi para pengguna sistem operasi Android. Pasalnya,...

Sri Mulyani Upayakan Sinergi APBN Kembangkan Produktivitas UMKM

JAKARTA, duniafintech.com - Sinergi APBN sebagai instrumen keuangan negara dengan para pelaku usaha menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani dapat mengamplifikasi pemulihan ekonomi Indonesia. Berkaitan dengan...

Moncer! Ekspor Mobil Surplus Capai 64 Persen

JAKARTA, duniafintech.com - Industri otomotif ekspor mobil surplus merupakan salah satu sektor manufaktur yang strategis karena berperan penting dalam upaya menopang perekonomian nasional.  Juru Bicara...

Berikan PMN, Sri Mulyani Minta BTN Penuhi Kebutuhan Rumah

JAKARTA, duniafintech.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan hak untuk mendapatkan tempat tinggal, termasuk dari BTN, yang layak diatur dalam undang-undang. Namun...
LANGUAGE