29.9 C
Jakarta
Jumat, 19 Agustus, 2022

Startup Pendeteksi Virus Corona Binaan Kemenperin Bantu Tangani Penyebaran Covid-19 di Indonesia

DuniaFintech.com – Dalam penanganan covid-19, startup binaan Kemenperin (Kementerian Perindustrian) bantu melawan penyebaran virus corona di Indonesia. Startup pendeteksi virus corona tersebut adalah Neurabot dan MAPID.

Startup pendeteksi virus corona pertama adalah Neurabot, startup ini menjadi bagian dari gugus tugas kecerdasan buatan dan teknologi informasi (Task Force AI & TI) dalam penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia. Neurabot adalah startup yang mendapatkan hak cipta di bidang “Platform Laboratorium Pemrosesan Citra Digital dengan Teknologi Artificial Intelligence”.

Neurabot, yang merupakan finalis program Startup 4 Industry yang diinisiasi Kemenperin pada tahun 2018, bersama pakar artificial intelligent (AI) dan akademisi bidang AI di Indonesia juga bertugas untuk mengembangkan penerapan teknologi deep learning pada pemeriksaan CT-scan paru-paru, serta foto polos dada (x-ray).

Solusi pertama Neurabot adalah “My Lab”, yakni platform laboratorium pemrosesan citra digital pertama di Indonesia di bidang kesehatan dan bioteknologi. Selain itu, solusi kedua Neurabot adalah “AI Lab”, yang mampu mengolah data citra medik maupun bioteknologi yang telah terkumpul dengan bantuan kecerdasan buatan. Hasilnya adalah informasi dalam bentuk prediksi, kalkulasi, identifikasi dan segmentasi suatu objek atau kondisi, yang berguna secara langsung saat pengambilan keputusan (decision support system) dalam proses diagnosis suatu penyakit, termasuk saat pandemi Covid-19.

Baca juga :

Startup pendeteksi virus corona lainnya adalah MAPID, perusahaan rintisan asal Bandung ini telah menciptakan inovasi melalui pembuatan Platform GEO MAPID. Temuan tersebut dapat dimanfaatkan untuk memetakan kebutuhan Alat Pelindung Diri (APD) di Indonesia.

MAPID adalah salah satu finalis program Startup 4 Industry dari kompetisi Making Indonesia 4.0 Startup yang diinisiasi oleh Kemenperin pada tahun 2018. 

Keunggulan MAPID adalah memanfaatkan gabungan geospasial dan internet of things menjadi sebuah platform berbasis peta yang dapat diintegrasikan dengan berbagai macam sensor untuk memonitor secara otomatis. 

Saat ini, MAPID telah menjalin kerja sama dengan Yayasan Dokter Peduli (doctorSHARE) untuk bisa memetakan kebutuhan APD di Indonesia. Selain itu, MAPID akan membantu tim doctorShare agar lebih memahami kebutuhan dan prioritas APD sampai lebih dari 200 fasilitas medis di Indonesia.

(DuniaFintech/ Dinda Luvita)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Cara Erick Thohir Stabilkan Harga Tiket Pesawat

JAKARTA, duniafintech.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir secara intens berkoordinasi dengan Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi terkait upaya pemerintah...

Mendag Targetkan Satu Juta UMKM Gunakan Digitalisasi di Tahun 2022

JAKARTA, duniafintech.com - Kementerian Perdagangan menargetkan penerapan digitalisasi di 1000 pasar rakyat dan 1.000.000 UMKM di seluruh Indonesia pada tahun 2022. Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan...

Cara Mengatasi Kartu ATM Mandiri tidak Diizinkan, Mudah Loh!

JAKARTA, duniafintech.com – Cara mengatasi kartu ATM Mandiri tidak diizinkan sejatinya bisa dilakukan dengan beberapa panduan yang sangat mudah. Pengguna kartu ATM Mandiri sendiri bisa...

Cara Bayar Shopee PayLater lewat ShopeePay & Metode Lainnya

JAKARTA, duniafintech.com – Cara bayar Shopee PayLater lewat ShopeePay dan metode lainnya penting diketahui oleh kamu sebagai pengguna layanan ini. Seperti diketahui, tren belanja online...

Cara Atasi Lupa PIN ATM BCA dengan Gampang & Anti Ribet

JAKARTA, duniafintech.com – Cara atasi lupa PIN ATM BCA tentu saja sangat penting untuk diketahui oleh para nasabah Bank BCA yang mengalaminya. Adapun lupa nomor...
LANGUAGE