Perusahaan pemegang Bitcoin terbesar di dunia, Strategy, diperkirakan akan semakin agresif mengakumulasi Bitcoin sepanjang 2026.
Menurut laporan terbaru dari JPMorgan, total pembelian Bitcoin perusahaan milik Michael Saylor itu berpotensi mencapai:
- US$30 miliar
- Setara sekitar Rp521 triliun
Prediksi tersebut muncul setelah Strategy terus meningkatkan pembelian BTC secara agresif sejak awal tahun.
Strategy Sudah Tambah 145.834 BTC Sejak Awal Tahun
Dalam laporan yang dikutip dari The Block, analis JPMorgan yang dipimpin Nikolaos Panigirtzoglou mencatat bahwa:
- Strategy telah membeli:
- 145.834 BTC
- Nilai pembelian:
- Sekitar US$11 miliar
- Setara ± Rp191 triliun
Menariknya, sebagian besar akumulasi dilakukan saat harga Bitcoin masih berada:
- Di bawah rata-rata harga beli perusahaan
- Sekitar US$75.000 per BTC
Hal ini menunjukkan Strategy memanfaatkan volatilitas pasar untuk membeli saat harga dianggap masih menarik.
JPMorgan: Strategy Semakin Oportunistik
Menurut analis JPMorgan, pola pembelian Bitcoin oleh Strategy kini terlihat semakin fleksibel dan oportunistik.
Laporan tersebut menyebut:
“Strategy tampak kembali mempercepat pembelian Bitcoin pada April, melanjutkan pola akumulasi 2026 yang semakin oportunistik.”
Artinya, perusahaan:
- Tidak hanya membeli secara rutin
- Tetapi aktif memanfaatkan:
- Koreksi harga pasar
- Momentum pendanaan
- Kondisi likuiditas perusahaan
Jika laju ini terus berlanjut, total pembelian tahunan mereka diprediksi melampaui:
- 2024 → sekitar US$22 miliar
- 2025 → sekitar US$22 miliar
Investor Masih Sangat Percaya pada Strategy
Selain akumulasi Bitcoin, minat investor terhadap saham Strategy juga terus meningkat.
Beberapa indikator penting:
- Premium saham terhadap NAV naik sekitar 26%
- Investor ritel dan institusi sama-sama aktif membeli saham MSTR
- Pendanaan perusahaan menjadi lebih fleksibel
Kondisi ini memungkinkan Strategy:
- Menerbitkan saham baru
- Mengeluarkan surat utang
- Mengumpulkan modal tambahan untuk membeli Bitcoin lebih banyak lagi
Strategy Kini Kuasai Lebih dari 818.000 BTC
Saat ini, Strategy masih menjadi pemegang Bitcoin korporasi terbesar di dunia dengan total:
- 818.334 BTC
- Nilai lebih dari:
- US$65 miliar
- Sekitar Rp1.130 triliun
Jumlah tersebut setara dengan hampir:
👉 4% total suplai Bitcoin global
Dominasi ini membuat pergerakan Strategy sangat diperhatikan oleh pasar kripto global.
TD Cowen Naikkan Target Harga Saham Strategy
Bank investasi TD Cowen juga semakin optimistis terhadap masa depan Strategy.
Mereka baru saja menaikkan target harga saham MSTR:
- Dari US$385
- Menjadi US$395
Alasan utamanya:
- Efisiensi strategi pendanaan perusahaan
- Penggunaan instrumen saham preferen STRC
- Potensi peningkatan imbal hasil Bitcoin
Michael Saylor Buka Peluang Jual Sebagian Bitcoin
Meski dikenal sebagai pendukung kuat strategi HODL, Michael Saylor baru-baru ini menyatakan bahwa Strategy kemungkinan akan:
Menjual sebagian Bitcoin di masa depan
Tujuannya:
- Mendukung pembayaran dividen
- Membiayai instrumen saham preferen STRC
- Menjaga efisiensi modal perusahaan
Pernyataan ini menandai perubahan penting dalam filosofi perusahaan:
- Dari “never sell”
- Menjadi manajemen aset yang lebih aktif dan fleksibel
Kesimpulan: Strategy Semakin Agresif Kuasai Bitcoin
Prediksi JPMorgan menunjukkan bahwa Strategy masih akan menjadi pemain dominan di pasar Bitcoin.
Didukung oleh:
- Minat investor yang tinggi
- Pendanaan yang kuat
- Strategi pembelian oportunistik
Perusahaan milik Michael Saylor ini berpotensi menambah ratusan triliun rupiah Bitcoin lagi sepanjang 2026.
Namun di sisi lain, perubahan strategi yang mulai membuka kemungkinan penjualan BTC juga menjadi sinyal baru bahwa perusahaan kini lebih fokus pada efisiensi dan manajemen risiko jangka panjang.





