31 C
Jakarta
Senin, 6 Desember, 2021

Studi Sebut Blockchain Atasi Masalah Asuransi di India

DuniaFintech.com – Terdapat penulisan ilmiah terkait hubungan antara teknologi blockchain dengan permasalahan asuransi di India. Ada pun contoh masalah yang diambil oleh penulisan tersebut ialah Skema Asuransi Tanaman India, yang dirancang pada tahun 2016 sebagai cara untuk memberikan perlindungan asuransi dan dukungan keuangan kepada petani yang terkena bencana alam.

Makalah yang ditulis bersama perwakilan dari Forum Ekonomi Dunia dan Chainlink, tertulis blockchain mampu “membuka nilai-nilai tersembunyi dari sistem digital lama”. Melalui buku putih 40 halaman tesebut, organisasi berbasis di Jenewa itu mempromosikan pentingnya interoperabilitas antara sistem warisan dan teknologi buku besar terdistribusi, tetapi hanya untuk kasus penggunaan tertentu yang sesuai untuk blockchain.

“Setelah pembaca menetapkan bahwa blockchain diinginkan untuk kasus penggunaan dan proses bisnis khusus mereka, makalah ini bertujuan untuk menyoroti peran blockchain, kontrak pintar, dan oracle dalam mempercepat otomatisasi proses tersebut,”

Tulisan ilmiah ini mempromosikan solusi yang sangat teknis dan abstrak untuk meningkatkan interoperabilitas antara blockchain dan sistem lama-yang disebut “jembatan interoperabilitas”.

Baca juga:

Solusi Blockchain Bantu Atasi Masalah Asuransi di India

Tulisan ilimiah tersebut menyebut, blockchain menyediakan transparansi dan akuntabilitas hingga korupsi dan keamanan informasi. Semuanya diangkat oleh lembaga yang terlibat dalam penerapan skema. Sementara, buku putih mengidentifikasi bagaimana kontrak pintar berbasis blockchain dan sistem oracle dapat mengatasi tantangan ini.

“Program asuransi tanaman berfungsi sebagai kasus yang tepat untuk menyoroti kekurangan saat ini, yang dihadapi sebagian besar sistem lama saat menangani proses bisnis yang melibatkan banyak pihak”

Teknologi blockchain dinilai memenuhi syarat untuk kriteria kasus tersebut. Sistem terdesentralisasi dan disintermediasi yang dikemas dalam automasi mampu menjawab studi kasus yang ditawarkan.

Perlu diketahui, India belum menentukan sikap terhadap mata uang virtual (cryptocurrency), namun memilii sikap mendukung untuk pemanfaatan blockchain.

DuniaFintech/Fauzan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Ini Cara Memahami Sentimen Pasar bagi Investor di Dunia Trading dan Investasi

JAKARTA, duniafintech.com - Sentimen pasar atau market sentiment merupakan konsensus atau sikap secara keseluruhan dari pelaku pasar atau investor terhadap pergerakan harga suatu pasar....

Biaya Asuransi: Pengertian dan Jenis-jenisnya

JAKARTA, duniafintech.com – Biaya asuransi pada dasarnya terdiri dari berbagai macam. Umumnya, ketika memiliki asuransi, pemegang polis diwajibkan untuk tahu apa saja jenis biaya...

Dukung Produksi Susu Nasional, ADB pesan 19,4 Juta Lembar Saham Cimory

JAKARTA, duniafintech.com - Asian Development Bank (ADB) telah memesan sebanyak 19,4 juta lembar saham sebagai bagian dari rencana penawaran saham perdana (initial public offering/IPO)...

Turun 20% Hal Biasa di Dunia Kripto, Ini Momentum Tepat untuk Membeli

JAKARTA, duniafintech.com - Pasar aset kripto dalam beberapa hari terakhir sedang mengalami penurunan harga lebih dari 20% yang menyebabkan para investor pemula di kripto...

Ini Syarat Pihak Asuransi Mau Tanggung Kerusakan Kendaraan Akibat Bencana Alam

JAKARTA, duniafintech.com – Asuransi mobil bencana alam menjadi hal yang mesti dipersiapkan di tengah ketidakpastian bencana yang terjadi di tanah air. Misalnya saja dari...
LANGUAGE