28.9 C
Jakarta
Senin, 27 Juni, 2022

TEKAN ANGKA ANAK PUTUS SEKOLAH MELALUI GNOTA

duniafintech.com – Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun menunjukkan komitmen Pemerintah untuk memastikan agar anak-anak wajib mendapatkan minimal pendidikan dasar. Sayangnya, ini belum cukup. Pemangku kepentingan (stakeholder) lain bisa turut andil membantu pendidikan di tanah air.

Faktanya, walaupun sekolah negeri telah membebaskan biaya sekolah dan siswa tidak perlu lagi harus membeli buku-buku pelajaran, ribuan anak-anak Indonesia berhenti bersekolah karena kondisi ekonomi keluarganya. Merujuk data Kemendiknas tahun 2012, setiap menit ada empat anak Indonesia yang putus sekolah.

Baca juga: duniafintech.com/lomba-fishackathon-jakarta-2018/

Masyarakat luas dapat membantu anak-anak yang terancam atau putus sekolah ini. Dengan kata lain, ada jutaan anak Indonesia menunggu uluran tangan kita agar bisa terus bersekolah. Hal ini karena anak Indonesia adalah potensi sumber daya manusia yang hebat. Merekalah calon pemimpin masa depan yang cerdas, semangat dan ceria. Potensi yang perlu terus dipupuk dan dikembangkan.

Uluran tangan masyarakat bisa disalurkan melalui Gerakan Nasional Orang Tua Asuh (GNOTA). Orang tua asuh dapat berperan dalam membantu menyediakan seragam sekolah, sepatu, buku, pena dan pensil, tas sekolah dan berbagai kebutuhan pribadi anak untuk bersekolah sehingga anak-anak dapat lebih fokus belajar. Peranan sederhana yang sering terlewatkan, namun memiliki dampak yang sangat besar agar anak-anak tetap mau bersekolah.

GNOTA sendiri adalah sebuah organisasi sosial nirlaba, independen, dan transparan yang didirikan pada tanggal 29 Mei 1996. Ini adalah sebuah gerakan inisiatif dari masyarakat untuk menjaga agar anak-anak Indonesia mendapatkan pendidikan dasar sebagai landasan meraih masa depan yang lebih baik. Pada tanggal 10 November 1999, Lembaga GNOTA ditingkatkan dan dilegalisasikan menjadi sebuah Yayasan.

Baca juga: https://duniafintech.com/fintech-crowdfunding-lokal-terus-bertumbuh/

Yayasan GNOTA memfokuskan diri pada dua hal, yaitu Pendidikan dan Kemanusiaan. Dalam kedua bidang ini, GNOTA ingin meningkatkan kesadaran serta tanggung jawab sosial untuk mendukung Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar Indonesia. Dengan kesadaran yang meningkat, GNOTA berharap masyarakat akan lebih peduli terhadap kualitas pendidikan dasar sebagai landasan untuk pendidikan lanjutan serta bersama-sama melakukan tindakan nyata untuk menjamin keberlangsungan pendidikan dasar bagi anak-anak Indonesia, terutama yang tinggal di daerah terpencil.

Ada sejumlah program yang dilakukan oleh GNOTA. Dua di antaranya adalah Satu Demi Satu dan Gallery of Hope. Program Satu Demi Satu menawarkan paket donasi kepada masyarakat mulai Rp250 ribu per tahun untuk anak-anak Sekolah Dasar dan Rp 300 ribu per tahun untuk anak-anak Sekolah Menengah Pertama. Indeks bantuan tersebut sudah termasuk biaya operasional Yayasan GNOTA sebesar Rp25.000.

Sejak berdiri tahun 1996 lalu, GNOTA telah mendistribusikan 2,3 juta paket bantuan pendidikan dan donasi uang untuk membantu anak-anak dari keluarga kurang mampu agar mereka dapat terus bersekolah dan menuntaskan pendidikan dasarnya. Pencapaian lainnya adalah GNOTA telah mampu memayungi 196.858 anak asuh yang tersebar di seluruh provinsi Indonesia berkat bantuan para orang tua asuh, rekanan, dan kepengurusan secara profesional.

Baca juga: https://duniafintech.com/mau-proyek-crowdfunding-anda-sukses-ikuti-cara-jitu-ini/

Di samping beberapa paket donasi di atas, GNOTA juga mendistribusikan zakat, dana atau sumbangan. GNOTA akan menerima sumbangan dengan jumlah berapapun dan menggabungkannya dengan sumbangan dari donatur lain untuk kemudian digunakan sebagai bantuan pendidikan bagi anak asuh.

Sementara itu, Program Gallery of Hope merupakan inisiatif dari pendukung GNOTA di mana The Gallery of Hope memajang serta memamerkan sejumlah kerajinan, tenunan, batik cantik, serta hasil karya di berbagai daerah di Indonesia. Seluruh keuntungan dari penjualan diberikan kepada GNOTA. Program ini bekerja sama dengan pengusaha kecil lokal sehingga dapat sekaligus meningkatkan pendapatan mereka agar mereka dapat membiayai anak-anaknya untuk terus bersekolah.

Lalu, ada pula Program CSR for Education. Program ini bekerja sama dengan perusahaan untuk menjalankan program-program Corporate Sosial Responsibility (CSR), khususnya di bidang pendidikan. Perusahaan dapat berdonasi melalui GNOTA untuk membantu memberikan bantuan pendidikan kepada anak-anak asuh di area produksi perusahaan atau wilayah lain yang memerlukan bantuan. GNOTA juga memiliki berbagai program lainnya, seperti Sound of Hope, Travel of Hope, Pundi of Hope dan lain-lain. Sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas, data orang tua asuh, anak asuh, dan Laporan Tahunan juga tersaji di situs GNOTA.

Source: gnota.or.id

Written by: Sebastian Atmodjo

8 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Daftar Biaya CT Scan di Rumah Sakit Terlengkap

JAKARTA, duniafintech.com – Besaran biaya CT scan di rumah sakit memang variatif bervariasi, yang dipengaruhi oleh beberapa faktor. Adapun faktor-faktor itu terdiri dari rumah sakit,...

Nilai Syariah P2P Lending Syariah, Adil dan Transparan

JAKARTA, duniafintech.com – Nilai syariah dalam P2P lending syariah ada apa saja? Benarkah P2P lending syariah halal? Mari kita kupas tuntas nilai syariah yang...

Pengamat Prediksi Bitcoin Akan Kembali Sentuh Level Tertinggi, Tapi Butuh Waktu Lama

JAKARTA, duniafintech.com - Pembawa acara keuangan “Mad Money”, Jim Cramer dalam acaranya menjelaskan prediksi Bitcoin dapat mengalami reli selama beberapa bulan ke depan, meskipun...

Civic Turbo Baru dan Bekas 2022, Segini Harganya

JAKARTA, duniafintech.com – Civic Turbo adalah jenis mobil dengan performa “gahar” dan hal itu sekaligus menjadi pesona alias daya tariknya. Mobil ini memang menjadi incaran...

Afrika Tengah Adopsi Bitcoin Jadi Mata Uang Resmi, Ternyata Ini yang Jadi Alasannya

JAKARTA, duniafintech.com - Adopsi Bitcoin oleh Republik Afrika Tengah (CAR) jadi mata uang resmi ukup mengejutkan dan membingungkan dunia kripto. Hal itu karena masih...
LANGUAGE