24.4 C
Jakarta
Jumat, 7 Oktober, 2022

GOLDMAN SACH AKAN TAWARKAN TRADING MATA UANG VIRTUAL

duniafintech.com – Goldman Sach, salah satu bank, perusahan investasi banking, sekuritas dan manajemen investasi terbesar dunia dikabarkan akan membuka penawaran trading untuk mata uang virtual. Kabar ini tentu disambut banyak pihak mengingat Goldman Sach merupakan salah satu pemain besar di Wall Street.

Baca juga: duniafintech.com/ingin-melacak-transaksi-online-anda-pakai-veryfund-saja

Goldman Sachs menjadi salah satu bank besar pertama di AS yang merangkul Bitcoin dan mata uang virtual lainnya. Bank tersebut saat ini sedang membangun sebuah tim untuk mengatasi banyak masalah yang akan timbul dari penerapan perdagangan. Masalah utama yang akan dihadapi sekarang adalah bagaimana bank berencana untuk menyimpan aset, karena mereka akan memiliki kontrol atas aset tersebut.

Goldman Sach juga merupakan salah satu yang pertama mendukung perdagangan Bitcoin Futures, yang baru saja diluncurkan oleh beberapa bursa di Amerika Serikat yaitu CBOE dan CME Group.

Bank-bank nasional berskala serupa telah menahan diri untuk menghapuskan bursa berjangka tersebut, karena kekhawatiran tentang sifat volatile seputar harga Bitcoin. Regulasi yang belum benar-benar diatur juga membuat banyak pihak khawatir.

Baca juga: duniafintech.com/sahamok-com-menambah-kecerdasan-anda-dalam-berinvestasi-saham

Kabar tentang Goldman Sach ini hanyalah salah satu dari banyak cerita dalam beberapa minggu terakhir tentang sistem keuangan tradisional mencoba memanfaatkan Bitcoin. Karena semakin banyak perusahaan mapan yang mendukung mata uang virtual, kesempatan pasar pun semakin berkembang.

Tren tersebut akan terus berlanjut dan membawa lebih banyak investor institusional di dalamnya. Dukungan dari bank besar seperti Goldman Sachs juga seakan memberi lapisan legitimasi bagi Bitcoin, karena banyak orang masih memandang Bitcoin sebagai mata uangnya “pengedar narkoba dan teroris.”

Baca juga: duniafintech.com/kerja-sama-pos-indonesia-dengan-gadai-pinjam-indonesia/

Teknologi Blockchain, sistem keuangan terdesentralisasi yang memperkuat jaringan Bitcoin, sedang dilihat oleh industri di seluruh dunia untuk dimanfaatkan dan diterapkan dalam sektor lain yang ada. Konsep buku besar yang tidak berubah, umum, dan dapat diedit sangat menarik bagi beberapa pihak, terutama bank. Beberapa negara bahkan telah mengumumkan rencananya untuk meluncurkan sistem pembayaran digital mereka yang disponsori negara.

Source: bitcoinist.com

Written by: Dita Safitri

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Ancaman Resesi Ekonomi Global 2023, Tetap Yakin Ingin Cicil Rumah?

JAKARTA, duniafintech.com - Ekonomi global diprediksi akan menghadapi resesi ekonomi global. Hal itu terlihat dari beberapa kebijakan bank-bank sentral di berbagai negara dengan mengeluarkan...

Pinjol Cepat Cair 2022 Limit Besar Resmi, Ini Rekomendasinya

JAKARTA, duniafintech.com – Pinjol cepat cair adalah pinjaman yang diajukan via aplikasi di smartphone, dengan proses pencairan dana cepat. Saat ini, pinjol yang berizin Otoritas...

Berita Kripto Hari Ini: Apa Kabar Bursa Kripto Indonesia?

JAKARTA, duniafintech.com – Berita kripto hari ini akan mengulas soal perkembangan bursa kripto Indonesia yang masih belum diluncurkan. Adapun sebelumnya, bursa kripto pun sempat molor—sebagai...

Berita Bitcoin Hari Ini: Sempat Menguat, Bitcoin Melemah!

JAKARTA, duniafintech.com – Berita Bitcoin hari ini akan mengulas soal harga Bitcoin dan kripto teratas lainnya dengan pergerakan yang beragam. Pada perdagangan pagi ini, mayoritas...

Kerangka Kerja Inklusi Keuangan Fokus Digitalisasi dalam Presidensi G20 Indonesia

JAKARTA, duniafintech.com - Presidensi G20 Indonesia menyusun Kerangka Kerja Inklusi Keuangan sebagai panduan bagi setiap negara untuk mendorong digitalisasi guna menciptakan ekonomi yang inklusif...
LANGUAGE