28.7 C
Jakarta
Minggu, 29 Januari, 2023

SEORANG BITCOINERS SUMBANGKAN $86 JUTA BITCOIN YANG IA MILIKI UNTUK AMAL

duniafintech.com – Jika selama ini yang Anda tahu Bitcoin hanya dijadikan alat investasi atau jual beli di luar negeri, maka kali ini ada kisah menyentuh yang datang dari seorang Bitcoiner dunia. The Pineapple Fund, sebuah yayasan amal yang baru dibentuk diketahui telah menyalurkan dana sebesar 86 juta dolar untuk disumbangkan kepada yang membutuhkan.

Baca juga: duniafintech.com/mengenal-lebih-dekat-dengan-fintech-sekuritas-lokal

The Pineapple Fund baru saja mentransfer uang tunai sejumlah $5 juta untuk mensponsori orang-orang di Kenya, Uganda dan Rwanda yang hidup dalam kemiskinan ekstrim seperti dilansir dalam sebuah postingan Reddit. Sumbangan itu lantas dikonfirmasi oleh tweet badan amal yang menerimanya.

Bitcoin telah mengubah hidupku,” kata Pine dalam postingan selanjutnya. “Sekarang aku memiliki uang lebih dari jumlah yang bisa kuhabiskan. Impianku dalam hidup sama sekali tidak ada hubungannya dengan menjadi orang super kaya. Jadi aku memutuskan melakukan hal lain: mendonasikan hampir keseluruhan Bitcoin yang kumiliki untuk keperluan amal.”

Yang terakhir menerima sumbangan dari Pine adalah sebuah badan amal bernama GiveDirectly yang memiliki misi untuk menyalurkan uang secara langsung kepada orang-orang yang berada di bawah garis kemiskinan.

Baca juga: duniafintech.com/konferensi-akan-menyatukan-para-ahli-cina-as-guna-menetapkan-masa-depan-blockchain

Tim GiveDirectly menemukan masyarakat miskin dengan menggunakan data yang tersedia untuk umum. Kemudian mengirimkan staf dari pintu ke pintu untuk mengaudit dan mendaftarkan penerima. Setelah pemeriksaan kualitas, tim memulai transfer digital “kira-kira $ 1.000 atau sekitar satu anggaran satu tahun” ke rumah tangga penerima.

Pineapple Fund baru-baru ini menyumbang sekitar $ 15 juta untuk total 14 badan amal, termasuk Charity: Water and the Mona Foundation. Sumbangan tunggal terbesarnya adalah yang diberikan kepada GiveDirectly, yang belum pernah, namun memenuhi syarat untuk mendapatkan, diberi peringkat oleh Charity Navigator, sebuah situs yang telah memeriksa dokumen keuangan lebih dari 9.000 yayasan amal Amerika untuk mengembangkan sistem pemeringkatan yang tidak memihak.

Baca juga: duniafintech.com/bagaimana-blockchain-akan-mengubah-bisnis-global-di-masa-depan

Seperti Pine menggarisbawahi dalam sebuah wawancara dengan Majalah Bitcoin, misi kemanusiaannya adalah untuk mendanai penelitian medis, teknologi dan penelitian lingkungan, serta untuk melawan kekerasan dalam rumah tangga dan pelecehan seksual. Ia sendiri mengaku lebih suka menjadi orang di balik layar dan memilih untuk tetap merahasiakan identitas pribadinya.

Source: cnbc.com

Written by: Dita Safitri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Allianz vs Prudential, Pilih Mana? Simak Perbandingan Selengkapnya

JAKARTA, duniafintech.com – Allianz vs Prudential, pilih mana? Sejatinya, keduanya adalah perusahaan asuransi terbesar yang ada di Indonesia. Seperti diketahui, ada banyak perusahaan asuransi global...

Malacca Trust: Profil, Produk, hingga Cara Klaim Asuransinya

JAKARTA, duniafintech.com – Malacca Trust Finance merupakan sebuah perusahaan multifinance yang memiliki berbagai macam jasa pembiayaan. Di antara pembiayaannya, yaitu produk asuransi umum yang berdiri...

Berita Bitcoin Hari Ini: Bitcoin Menguat Tipis, Cek Harga Kripto Hari Ini

JAKARTA, duniafintech.com – Berita Bitcoin hari ini terkait harga Bitcoin dan kripto teratas lainnya menjelang akhir pekan, Sabtu (28/1/2023). Pada perdagangan hari ini, Bitcoin cs...

Cara Beli Koin Shopee: Syarat hingga Manfaatnya bagi Customer & Seller

JAKARTA, duniafintech.com – Cara beli koin Shopee tentu akan sangat penting diketahui, khususnya oleh seller di platform e-commerce ini. Pasalnya, koin ini bisa digunakan untuk...

Normalisasi APBN, Pemerintah tidak Tanggung Biaya Pasien Covid-19

JAKARTA, duniafintech.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyatakan bahwa seluruh belanja APBN 2023 telah dinormalisasi atau normalisasi APBN. Artinya, seluruh belanja APBN...
LANGUAGE