33 C
Jakarta
Kamis, 21 Oktober, 2021

Thailand Uji Coba Blockchain Perangi Penipuan Pajak

duniafintech.com – Seperti yang kita ketahui bersama, sistem dasar mata uang virtual, Blockchain memang sudah terbukti berhasil menjadi solusi dari berbagai macam masalah termasuk menelusuri jejak kejahatan kripto. Thailand tak ketinggalan. 

Pemerintahan Thailand tampaknya mulai berusaha mengambil kesempatan ini dengan melakukan uji coba penggunaan teknologi Blockchain di negaranya. Uji coba ini dilakukan untuk membuktikan apakah Blockchain bisa digunakan untuk melacak pembayaran value added tax atau VAT di negara tersebut.

Baca juga: Perusahaan Rintisan Ini Menawarkan Asuransi Terkini

Menurut laporan dari Bangkok Post pada hari Senin, Departemen Pendapatan Thailand sedang mempertimbangkan penerapan Blockchain untuk mencegah klaim pengembalian PPN palsu di negara tersebut. PPN adalah bentuk pajak konsumsi yang dikenakan pada barang dan jasa.

Ekniti Nitithanprapas, direktur jenderal Departemen Pendapatan dikutip mengatakan bahwa Blockchain akan membantu memverifikasi faktur PPN dan pada gilirannya membantu menghilangkan yang tidak asli. Badan ini juga dilaporkan berencana untuk memanfaatkan teknologi lain yang muncul seperti pembelajaran mesin, kecerdasan buatan dan Big Data untuk mencegah penggelapan pajak dan penipuan.

Mengikuti Jejak yang Dilakukan China

Berita itu muncul setelah langkah serupa oleh otoritas pajak di China pada Mei lalu. Pada saat itu, Biro Pajak Nasional Shenzhen bermitra dengan raksasa internet Tencent untuk menggunakan blockchain dalam perang melawan penggelapan pajak.

Proyek ini bertujuan untuk menciptakan faktur digital pada platform blockchain sebagai bukti pembelian barang dan jasa, sekali lagi dengan tujuan memerangi faktur palsu dan meningkatkan proses pengawasan faktur.

Baca juga: VR Kovee Jaya Indonesia Kini Hadir!

Thailand mulai merangkul teknologi Blockchain di area lain juga. Pada bulan Juni, bank sentral negara itu, Bank of Thailand, mengatakan sedang melakukan uji coba cryptocurrency sendiri yang bertujuan untuk membuat transaksi antar bank lebih cepat dan lebih murah.

Dan, pada bulan Juli, sebuah organisasi pengaturan diri yang disebut Asosiasi Pasar Obligasi Thailand mengatakan sedang mengembangkan sistem Blockchain pribadi untuk mempercepat penyelesaian obligasi perusahaan di negara tersebut.

Jika rencana Thailand memberantas kejahatan pajak dengan menggunakan Blockchain bisa benar-benar diatasi, ada kemungkinan ini akan menjadi contoh juga bagi negara-negara lain di Asia Tenggara termasuk Indonesia.

Source: coindesk.com

Written by: Dita Safitri

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

DIREKTORI LIST

ARTIKEL TERBARU

Bitcoin Pecah Rekor Sepanjang Masa, Analis Berharap Lewati US$100.000

Reli terbaru Bitcoin ke harga tertinggi sepanjang masa di atas US$66.000 sudah memunculkan gelombang prediksi bullish baru, dengan harga cryptocurrency sudah lebih dari dua...

Komite Senat Australia Buat 12 Rekomendasi untuk Regulasi Crypto

Komite Terpilih Senat Australia sudah menyerahkan laporan terakhirnya tentang tinjauan selama setahun terhadap pendekatan negara ini terhadap peraturan kripto dan blockchain. Seperti dikutip dari...

Bitcoin Lewati Rp932 Juta Setelah Peluncuran ETF di NYSE

Harga Bitcoin (BTC) terus naik. Harga Bitcoin sempat dijual Rp932 juta di marketplace Indodax, Kamis (21 Oktober 2021) dini hari. Hal ini terjadi semenjak...

Keuntungan dan Daftar Produk Asuransi Rawat Inap Terbaik di Indonesia

Produk asuransi kesehatan dengan manfaat asuransi rawat inap sangat berperan untuk membebaskan dari kekhawatiran dan kegelisahan terkait kondisi keuangan yang terganggu akibat tidak adanya...

Kasus Pinjaman Online: Contoh dan Cara Melaporkan

Belakangan ini marak terjadi kasus pinjaman online, mulai dari penipuan yang mengatasnamakan pinjaman online terpercaya, pinjaman online ilegal, kasus pinjaman online tidak dibayar, hingga...
LANGUAGE