26.9 C
Jakarta
Selasa, 18 Januari, 2022

Tiga Alat Rumah Tangga yang Paling Dicari Saat Pembatasan Aktivitas

DuniaFintech.com – Digital Arts Experience (DAX) melakukan pengamatan soal pembatasan aktivitas di Indonesia sejak diumumkannya kasus COVID-19 pertama kali. Dalam pengamatannya, DAX melihat aktivitas pengguna (unique users) layanan belanja daring yang mengalami perubahan drastis sebelum terjadinya pandemi.

Dalam temuannya, pola perilaku pengguna layanan belanja daring telah berubah dari segi pencarian. Jika sebelum wabah produk yang kerap dicari meliputi mode dan produk perawatan tubuh, maka dalam temuan kali ini beberapa alat rumah tangga justru menempati 3 teratas produk paling dicari selama masa pandemi.

  • Air Purifier/Humidifier

Produk ini menjadi yang paling dicari selama masa pembatasan aktivitas di kala pandemi. Persentase permintaan terhadap Air Purifier mencapai lebih dari 100% dari bulan sebelumnya. Jika pada Februari lalu peminat produk ini berjumlah 984 pengguna, maka di bulan Maret 2020 jumlah peminat mencapai 2.760 pengguna.

Peminat Air Purifier mengalami puncak peningkatan pada akhir Maret, yang juga menjadi peningkatan tertinggi dalam kurva kasus COVID-19. Selain Air Purifier, Vacuum Cleaner dan Juicer juga menjadi alat rumah tangga paling dicari selama pembatasan aktivitas per Maret 2020. Peminat kebanyakan berasal dari wilayah Jabodetabek.

Baca juga:

Alat Rumah Tangga Paling Diminati

  • Refrigerator

Pendingin makanan menjadi alat rumah tangga paling dicari selama pembatasan aktivitas. Produk tersebut mengalami lonjakan minat mencapai kurang lebih 13 ribu pengguna, dimana pada Maret peminat mencapai 30 ribu dan menjadi 43 ribu saat April 2020.

Secara spesifik, peningkatan minat Refrigerator terjadi pada pertengahan hingga akhir April dengan titik tertinggi pengunjung mencapai 1.500 pengguna. Jumlah peningkatan terbanyak terjadi di wilayah Jabodetabek, sementara, di luar wilayah tersebut grafik peningkatan juga cukup melonjak meski jumlah peminat hanya mencapai sepertiga dari jumlah di Jabodetabek.

  • Microwave

Alat rumah tangga ini menunjukkan fluktuasi dari para peminatnya. Sempat menunjukkan tren positif pada pada akhir April hingga awal Mei dengan 350 peminat, produk ini mengalami penurunan curam pada akhir Mei dengan jumlah 150 peminat. Namun hingga awal Juni lalu, tren positif kembali diraup oleh Microwave.

Jika melihat secara geografis, peningkatan minat terjadi kepada 2 wilayah, yakni Jabodetabek dan non-Jabodetabek. Microwave juga menempati urutan pertama 10 produk teratas paling dicari pada masa pembatasan aktivitas. Secara persentase, produk ini mengalami peningkatan hingga 98%, dengan peningkatan sebanyak 5.000 peminat dari bulan sebelumnya.

DuniaFintech/Fauzan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Ingin Mendapatkan Kartu GPN di Berbagai Bank? Simak Caranya Berikut Ini

JAKARTA, duniafintech.com – Kartu GPN adalah salah satu jenis kartu debit atau yang biasa dikenal dengan kartu ATM. Sebagaimana diketahui, kartu ATM akan memberikan...

Ulasan Lengkap soal e-Money Mandiri: Cara Buat hingga Panduan Top Up

JAKARTA, duniafintech.com – E-money Mandiri adalah uang elektronik yang banyak digunakan oleh orang-orang lantaran kemudahan dalam penggunaannya. Diterbitkan oleh Bank Mandiri, uang elektronik yang...

Besaran Gaji Tukang Parkir Pesawat dan Biaya Pendidikannya

JAKARTA, duniafintech.com - Gaji tukang parkir pesawat atau marshaller dengan tanggung jawabnya memarkirkan pesawat terbang yang berukuran besar ternyata memiliki gaji yang menjanjikan.  Mungkin saja...

Mau Side Job? Ini 7 Situs Penghasil Uang Terpercaya 2022

JAKARTA, duniafintech.com - Situs penghasil uang terpercaya 2022 sekarang ini sudah banyak beredar di internet yang bisa diakses oleh siapapun, kapanpun, dan dimanapun. Akan...

Alasan Penting Menyimpan Slip Gaji bagi Karyawan

JAKARTA, duniafintech.com - Alasan menyimpan slip gaji bagi semua karyawan di perusahaan manapun tentu saja sangat penting. Menerima gaji adalah sebuah tujuan utama bagi...
LANGUAGE