33 C
Jakarta
Rabu, 8 Juli, 2020

Tiga Alat Rumah Tangga yang Paling Dicari Saat Pembatasan Aktivitas

DuniaFintech.com – Digital Arts Experience (DAX) melakukan pengamatan soal pembatasan aktivitas di Indonesia sejak diumumkannya kasus COVID-19 pertama kali. Dalam pengamatannya, DAX melihat aktivitas pengguna (unique users) layanan belanja daring yang mengalami perubahan drastis sebelum terjadinya pandemi.

Dalam temuannya, pola perilaku pengguna layanan belanja daring telah berubah dari segi pencarian. Jika sebelum wabah produk yang kerap dicari meliputi mode dan produk perawatan tubuh, maka dalam temuan kali ini beberapa alat rumah tangga justru menempati 3 teratas produk paling dicari selama masa pandemi.

  • Air Purifier/Humidifier

Produk ini menjadi yang paling dicari selama masa pembatasan aktivitas di kala pandemi. Persentase permintaan terhadap Air Purifier mencapai lebih dari 100% dari bulan sebelumnya. Jika pada Februari lalu peminat produk ini berjumlah 984 pengguna, maka di bulan Maret 2020 jumlah peminat mencapai 2.760 pengguna.

Peminat Air Purifier mengalami puncak peningkatan pada akhir Maret, yang juga menjadi peningkatan tertinggi dalam kurva kasus COVID-19. Selain Air Purifier, Vacuum Cleaner dan Juicer juga menjadi alat rumah tangga paling dicari selama pembatasan aktivitas per Maret 2020. Peminat kebanyakan berasal dari wilayah Jabodetabek.

Baca juga:

Alat Rumah Tangga Paling Diminati

  • Refrigerator

Pendingin makanan menjadi alat rumah tangga paling dicari selama pembatasan aktivitas. Produk tersebut mengalami lonjakan minat mencapai kurang lebih 13 ribu pengguna, dimana pada Maret peminat mencapai 30 ribu dan menjadi 43 ribu saat April 2020.

Secara spesifik, peningkatan minat Refrigerator terjadi pada pertengahan hingga akhir April dengan titik tertinggi pengunjung mencapai 1.500 pengguna. Jumlah peningkatan terbanyak terjadi di wilayah Jabodetabek, sementara, di luar wilayah tersebut grafik peningkatan juga cukup melonjak meski jumlah peminat hanya mencapai sepertiga dari jumlah di Jabodetabek.

  • Microwave

Alat rumah tangga ini menunjukkan fluktuasi dari para peminatnya. Sempat menunjukkan tren positif pada pada akhir April hingga awal Mei dengan 350 peminat, produk ini mengalami penurunan curam pada akhir Mei dengan jumlah 150 peminat. Namun hingga awal Juni lalu, tren positif kembali diraup oleh Microwave.

Jika melihat secara geografis, peningkatan minat terjadi kepada 2 wilayah, yakni Jabodetabek dan non-Jabodetabek. Microwave juga menempati urutan pertama 10 produk teratas paling dicari pada masa pembatasan aktivitas. Secara persentase, produk ini mengalami peningkatan hingga 98%, dengan peningkatan sebanyak 5.000 peminat dari bulan sebelumnya.

DuniaFintech/Fauzan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Naik 27% Selama 2020, Bitcoin Kalahkan Emas dan Perak

DuniaFintech.com – Di tengah pandemi yang sedang berlangsung, bitcoin kalahkan emas dan perak dengan berhasil naik 27% selama 2020. Perhatian investor di berbagai...

Pemerintah Afghanistan Manfaatkan Blockchain Deteksi Obat Palsu

DuniaFintech.com - Kementerian Kesehatan Afghanistan mengajak beberapa perusahaan farmasi lokal menggunakan blockchain untuk memerangi peredaran obat-obatan palsu. Pengembang blockchain yang terlibat dalam proyek...

Sejumlah Perusahaan Pinjaman Online Tetap Jaga TKB90 Meski Pandemi

DuniaFintech.com - Ketua Bidang Humas dan Kelembagaan AFPI, Tumbur Pardede mengatakan, bahwa mayoritas perusahaan pinjaman online tetap jaga TKB90. Tidak dapat dipungkiri, pandemic...

Raup Untung Besar Investasi di P2P Lending, Return Profit Hingga 20%

DuniaFintech.com - Peer-to-Peer Lending atau P2P Lending muncul sebagai alternatif pendanaan online yang menjadi keunggulan saat ini. Tentunya, kemunculannya bukanlah tanpa alasan. Manfaat yang ditawarkan...

Pemerintah dan Swasta Tiongkok Ciptakan Infrastruktur UKM

DuniaFintech.com - Pemerintah Tiongkok melalui badan pengembang supply chain (rantai pasok) melakukan kerja sama dengan badan riset blockchain milik Binance untuk membangun...
LANGUAGE