25 C
Jakarta
Sabtu, 28 Januari, 2023

TIPS MEMANFAATKAN TEKNOLOGI DIGITAL UNTUK MEMPERLUAS BISNIS

duniafintech.com – Coba Anda ingat kembali keadaan bisnis kita sebelum teknologi digital mewabah seperti sekarang. Teknologi digital sudah membuat lapangan bisnis menjadi terjangkau untuk siapapun, memudahkan menjangkau pelanggan, menurunkan biaya, menemukan sesuatu yang belum ada sebelumnya (Bitcoin, misalnya). Sumber daya yang tadinya hanya tersedia untuk para pebisnis besar, kini bisa menjadi konsumsi lebih banyak orang.

Memprioritaskan teknologi digital dalam bisnis Anda bukan hanya untuk kepentingan pelanggan Anda, yang membuat mereka semakin semangat berbelanja, tapi juga meningkatkan kinerja Anda dalam melayani mereka.

Lingkungan kerja yang fleksibel yang dimungkinkan oleh sistem cloud, misalnya, cenderung bersifat lebih produktif sementara bisnis yang lebih besar bisa menjadi lebih lincah. Dan studi dari orang-orang seperti CapGemini dan PwC telah menunjukkan bahwa “pemimpin teknologi digital” mengungguli rekan mereka pada metrik utama seperti pertumbuhan pendapatan, profitabilitas dan inovasi.

Bagaimana caranya memaksimalkan kemajuan teknologi ini untuk memperluas jangkauan bisnis yang sedang Anda jalankan? Tiga hal besar di bawah ini adalah yang paling mungkin membuat bisnis Anda tumbuh menjadi lebih besar.

Manfaatkan Teknologi M2M (Machine-to-Machine)

Perusahaan logistik menggunakan teknologi M2M (seperti sistem nirkabel) dan analisis data demi menemukan rute terbaik untuk pengiriman barang dan jasa. Pada saat yang sama, mereka dapat dengan mudah melacak kendaraan dan perangkat di lingkungan perkotaan.

Teknologi M2M dapat memberikan wawasan tentang hubungan antara banyak item di gudang, yang sebelumnya tidak memiliki cara untuk berkomunikasi satu sama lain, dan dapat memperingatkan keterlambatan barang dan melakukan pemesanan rutin secara otomatis tanpa harus bergantung pada tenaga manusia.

Dengan memahami bagaimana produk digunakan dan melacak kinerjanya, produsen dapat menawarkan layanan yang disempurnakan kepada pelanggan. Misalnya, produsen lift KONE menggunakan sensor di lift untuk melakukan perawatan pencegahan – menghindari biaya kunjungan perawatan rutin yang tidak perlu sekaligus kerusakan besar yang berisiko memakan banyak biaya dan waktu perbaikan.

Berhubungan dengan Konsumen di Mana pun Anda Berada

Cara Anda berinteraksi dengan pelanggan dapat membangun atau menghancurkan bisnis Anda – di era media sosial yang dibutuhkan hanyalah beberapa testimoni buruk pelanggan untuk merusak reputasi bisnis Anda. Maskapai penerbangan Amerika JetBlue memberi contoh yang bagus. Mereka tidak hanya menanggapi pelanggan yang menyebutkannya di platform media sosial, namun juga melacak kata kunci dan hashtag yang relevan.

Tim layanan pelanggan media sosial adalah satu langkah untuk membangun pengalaman yang memuaskan bagi pelanggan Anda. Namun untuk benar-benar melakukannya, komunikasi harus dilakukan oleh semua pekerja Anda dari segala jenjang (dikenal sebagai komunikasi omnichannel). Peritel Inggris Oasis melakukan hal ini dengan baik dengan melengkapi staf di dalam toko mereka dengan tablet, memberi mereka informasi stok yang akurat, serta membantu klien mereka dengan pesanan online.

Tingkatkan Kinerja Karyawan dengan Teknologi Canggih yang Memudahkan

Melengkapi staf Anda dengan peralatan canggih tak hanya membuat kerja mereka bebas hambatan tapi juga bisa membuat suasana kerja mereka semakin baik.

Misalnya, NHS Western Isles melengkapi perawat mereka dengan pena digital yang inovatif, yang memungkinkan mereka mengirimkan data pasien dengan aman ke sistem di mana informasinya hanya dapat diakses oleh profesional kesehatan lainnya.

Pada akhirnya, perawat dapat meluangkan lebih banyak waktu dengan pasien – dan diharapkan dapat mendatangkan lebih dari 5.000 kunjungan tambahan per tahun. Demikian pula, perusahaan jasa makanan Miller’s Vanguard meluncurkan perangkat mobile kepada para insinyurnya telah memberi mereka informasi yang mereka butuhkan untuk memperbaiki masalah kapan saja, dengan tingkat keberhasilan 85%.

Memberikan fasilitas lebih pada karyawan dan pelanggan bisnis Anda memang memerlukan biaya lebih. Namun dengan 3 tips di atas Anda bisa memastikan bisnis Anda tetap berada dalam liga persaingan yang terdepan. Jika dengan melakukannya Anda bisa menghemat tenaga dan mendapatkan profit lebih, kenapa tidak?

Written by: Dita Safitri

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Cara Beli Koin Shopee: Syarat hingga Manfaatnya bagi Customer & Seller

JAKARTA, duniafintech.com – Cara beli koin Shopee tentu akan sangat penting diketahui, khususnya oleh seller di platform e-commerce ini. Pasalnya, koin ini bisa digunakan untuk...

Normalisasi APBN, Pemerintah tidak Tanggung Biaya Pasien Covid-19

JAKARTA, duniafintech.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyatakan bahwa seluruh belanja APBN 2023 telah dinormalisasi atau normalisasi APBN. Artinya, seluruh belanja APBN...

Masa PPKM Dicabut, Pemerintah Rumuskan Kebijakan Pasca Pandemi

JAKARTA, duniafintech.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan terkendalinya laju kasus pandemi Covid-19 di Indonesia saat ini telah mendorong perbaikan kondisi perekonomian nasional yang...

Apa Itu Crypto Winter dan Bagaimana Dampaknya terhadap Investor?

JAKARTA, duniafintech.com – Apa itu crypto winter? Istilah ini kian santer terdengar belakangan ini, utamanya di kalangan peminat kripto. Sebagai informasi, saat ini di dunia...

AFPI Salurkan Pendanaan Mencapai Rp495,51 Triliun

JAKARTA, duniafintech.com - Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) mencatat sejak 2018 hingga November 2022, agregat penyaluran pendanaan mencapai Rp495,51 triliun yang disalurkan oleh...
LANGUAGE